ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) · สนามหลวงกำหนดสุภาษิตให้ ๓ บท ให้ผู้สอบเลือกมาอ้างประกอบ ๑ บท · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา · ชุดจำลองเลือกจากสุภาษิตของชั้นนี้ในหลักสูตรฉบับปรับปรุง ๒๕๕๗
ชุดสุภาษิตที่ให้เลือก (จำลอง ๓ บท)
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๙๑ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Malā ve pāpakā dhammāAsmiṃ loke paramhi ca
Perbuatan jahat sungguh merupakan noda, baik di dunia ini maupun di dunia berikutnya
(Aṅguttara Nikāya, Aṭṭhakanipāta 23/198)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "hal-hal jahat" berarti segala kejahatan, baik yang ada di dalam pikiran, seperti keserakahan, kemarahan, dan iri hati, maupun yang diungkapkan melalui jasmani dan ucapan, seperti menyakiti, mencuri, dan berbohong. Adapun kata "noda" berarti kotoran atau bercak yang membuat sesuatu yang dahulu bersih menjadi kusam. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa kejahatan adalah noda sejati yang membuat kehidupan menjadi kusam, baik di dunia ini maupun di dunia berikutnya.

ขยายความบทตั้งNoda dari luar, seperti debu atau kotoran pada tubuh dan pakaian, masih dapat dicuci dengan air dan sabun, tetapi noda berupa kejahatan tidak dapat dicuci dengan air, karena melekat pada pikiran, melekat pada nama baik, dan mengikuti pelakunya ke kehidupan berikutnya. Di dunia ini, orang yang berbuat jahat tentu kehilangan nama baik, dibenci oleh masyarakat, kehilangan kepercayaan, dan pikirannya sendiri pun tidak tenang, selalu cemas kalau-kalau kesalahannya akan terungkap. Di dunia berikutnya, akibat dari kejahatan membawanya ke alam sengsara (duggati). Karena itu, kejahatan adalah noda sejati yang lebih berat daripada noda apa pun.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Kebahagiaan sejati tidak harus diperoleh dari memiliki berbagai hal, tetapi timbul dari tidak berbuat jahat. Orang yang menjauhi kejahatan dalam perbuatan, ucapan, dan pikiran akan tenang hatinya dan tidak perlu takut akan apa pun. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa tidak berbuat jahat membawa kebahagiaan. Kata "tidak berbuat jahat" berarti menghindari segala kejahatan, baik melalui jasmani, ucapan, maupun pikiran. Adapun "kebahagiaan" di sini berarti tubuh yang nyaman dan pikiran yang tenteram, perasaan lega, tanpa ada sesuatu pun yang perlu ditakuti atau dicemaskan. Sabda Sang Buddha ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak harus diperoleh dari memiliki berbagai hal, tetapi dapat timbul dari tidak melakukan hal-hal yang tidak baik.

อธิบายบทเชื่อม ๑Kebahagiaan yang timbul dari tidak berbuat jahat adalah kebahagiaan yang mendalam dan kokoh. Orang yang tidak berbuat jahat tentu dapat tidur nyenyak, tidak perlu takut kesalahannya akan terungkap, tidak perlu terus curiga terhadap orang lain, dan tidak perlu berbohong untuk menutupi kesalahan, sehingga pikirannya ringan dan nyaman. Sebaliknya, orang yang berbuat jahat, meskipun memperoleh apa yang diinginkannya, pikirannya justru gelisah oleh rasa takut, rasa malu, dan penyesalan. Dalam Dhammapada, sabda Sang Buddha ini muncul bersama dengan pernyataan bahwa sila membawa kebahagiaan hingga usia tua, keyakinan yang teguh membawa kebahagiaan, dan memperoleh kebijaksanaan membawa kebahagiaan, yang menunjukkan bahwa tidak berbuat jahat adalah dasar dari segala kebahagiaan.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang pernah melakukan korupsi dalam pekerjaannya, meskipun telah selesai menjalani hukuman menurut hukum, nama baiknya yang telah rusak tetap melekat padanya, sehingga sulit mendapatkan pekerjaan baru. Pelajar yang pernah menyontek dalam ujian lalu tertangkap tentu akan dipandang dengan rasa tidak percaya oleh guru dan teman-temannya untuk waktu yang lama. Orang yang pernah membohongi temannya hingga ketahuan, meskipun kemudian berkata jujur, mungkin tidak ada lagi yang mempercayainya. Inilah noda di dunia ini yang dapat dilihat dengan jelas.

สรุปKesimpulannya: Orang yang mencintai dirinya sendiri hendaknya menjaga hidupnya tetap bersih, tidak membiarkan kejahatan menodainya, dan bila pernah tergelincir, hendaknya segera menyadari kesalahan, memperbaikinya, dan bertekad untuk berbuat kebaikan lebih banyak lagi, agar noda itu memudar. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Malā ve pāpakā dhammāAsmiṃ loke paramhi ca
Perbuatan jahat sungguh merupakan noda, baik di dunia ini maupun di dunia berikutnya

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก