ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) · สนามหลวงกำหนดสุภาษิตให้ ๓ บท ให้ผู้สอบเลือกมาอ้างประกอบ ๑ บท · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา · ชุดจำลองเลือกจากสุภาษิตของชั้นนี้ในหลักสูตรฉบับปรับปรุง ๒๕๕๗
ชุดสุภาษิตที่ให้เลือก (จำลอง ๓ บท)
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๐๗ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Dukkho pāpassa uccayo
Sungguh menyakitkan akibat dari memupuk perbuatan jahat
(Khuddaka Nikāya, Dhammapada 25/30)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "penimbunan kejahatan" berarti berbuat jahat berulang kali, hingga kejahatan itu makin lama makin menumpuk dan menjadi kebiasaan. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa penimbunan kejahatan seperti ini tentu membawa penderitaan, karena setiap kejahatan bagaikan tetes air yang menetes ke dalam wadah, bila terus menetes, pada akhirnya wadah itu pun akan penuh.

ขยายความบทตั้งDalam Dhammapada, Sang Buddha memperingatkan bahwa bila seseorang berbuat jahat, hendaknya ia tidak mengulanginya berkali-kali, dan hendaknya tidak merasa senang dengan kejahatan itu, karena penimbunan kejahatan membawa penderitaan. Banyak orang berpikir bahwa kejahatan kecil tidak apa-apa, misalnya berbohong sedikit atau mengambil barang orang lain sedikit, tetapi justru pikiran seperti inilah yang membuat kejahatan makin menumpuk. Bila telah terbiasa melakukannya, pikiran tidak lagi merasa malu, dan kejahatan yang lebih besar pun mudah menyusul. Akhirnya penderitaan pun datang, baik dalam bentuk hukuman menurut hukum, nama buruk, maupun kegelisahan batin.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang tidak memegang kejujuran dan terbiasa berdusta siap melakukan kejahatan apa pun, sebab ia telah membuang penjaga kebaikan yang paling penting. Hal ini sesuai dengan makna sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "dusta" berarti kebohongan, yaitu berbohong atau berbicara tidak sesuai dengan kenyataan untuk menipu orang lain. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa bagi orang yang terbiasa berdusta, tidak ada kejahatan yang tidak akan ia lakukan; artinya, orang yang tidak menjaga kejujuran siap melakukan kejahatan apa pun, karena ia telah membuang jaminan yang paling penting bagi kebaikan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam Dhammapada, Sang Buddha bersabda bahwa orang yang melanggar satu dhamma, yaitu kejujuran, yang biasa berdusta, dan yang tidak memedulikan alam kehidupan berikutnya, tidak ada kejahatan yang tidak akan ia lakukan. Alasannya adalah bahwa berbohong merupakan alat untuk menutupi segala kejahatan. Orang yang berbuat salah lalu berani berbohong akan mengira bahwa ia dapat menutupi kesalahannya, sehingga ia berani terus-menerus berbuat salah. Adapun orang yang menjaga kejujuran, ketika berbuat salah, akan mengakuinya, sehingga kesalahan tidak menumpuk. Kejujuran bagaikan pintu yang membendung segala kejahatan; ketika pintu ini jebol, kejahatan-kejahatan lain dapat masuk dengan mudah.

ตัวอย่างในชีวิตSebagai contoh, anak yang mencuri uang orang tuanya sedikit demi sedikit tanpa ada yang mengetahuinya, ketika dewasa mungkin berani melakukan korupsi dengan jumlah yang makin besar, hingga suatu hari tertangkap dan harus menerima hukuman yang berat. Orang yang kecanduan judi pun berawal dari bermain hanya sedikit, tetapi ketika kebiasaan itu telah menumpuk hingga menjadi kecanduan, ia mungkin kehilangan harta, keluarga, dan masa depannya. Penderitaan-penderitaan ini tidak terjadi seketika, tetapi perlahan-lahan menumpuk dari kejahatan sedikit demi sedikit.

สรุปKesimpulannya: Orang yang tidak menginginkan penderitaan hendaknya tidak meremehkan kejahatan meskipun hanya sedikit, hendaknya berhenti sejak kali pertama, dan bila telah terlanjur melakukannya, hendaknya tidak mengulanginya lagi, karena menghentikan penimbunan kejahatan berarti menutup pintu penderitaan. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Dukkho pāpassa uccayo
Sungguh menyakitkan akibat dari memupuk perbuatan jahat

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก