ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) · สนามหลวงกำหนดสุภาษิตให้ ๓ บท ให้ผู้สอบเลือกมาอ้างประกอบ ๑ บท · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา · ชุดจำลองเลือกจากสุภาษิตของชั้นนี้ในหลักสูตรฉบับปรับปรุง ๒๕๕๗
ชุดสุภาษิตที่ให้เลือก (จำลอง ๓ บท)
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๑๘ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Sakammunā haññati pāpadhammo
Orang yang berwatak jahat menderita karena perbuatannya sendiri
(Majjhima Nikāya, Majjhimapaṇṇāsaka)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "orang yang berwatak jahat" berarti orang yang memiliki kebiasaan jahat yang tertanam dalam pikirannya dan biasa melakukan kejahatan. Adapun kata "menderita karena perbuatannya sendiri" berarti bahwa kesusahan yang dialaminya tidak berasal dari orang lain, tetapi berasal dari perbuatannya sendiri. Kata mutiara ini menegaskan hukum kamma, yaitu siapa pun yang melakukan suatu perbuatan pasti menerima akibat dari perbuatan itu, dan tidak ada orang lain yang dapat menerimanya sebagai gantinya.

ขยายความบทตั้งDalam syair yang menjadi sumber kata mutiara ini terdapat perumpamaan: sebagaimana seorang pencuri yang tertangkap di lubang yang ia bobol sendiri untuk mencuri dihukum karena perbuatannya sendiri, demikian pula makhluk-makhluk yang telah berbuat jahat, setelah meninggalkan dunia ini, akan menderita karena perbuatannya sendiri. Pencuri itu sama sekali tidak dapat menyalahkan siapa pun, karena lubang tempat ia tertangkap adalah lubang yang ia bobol sendiri. Kejahatan pun demikian; ia adalah perangkap yang digali oleh pelakunya untuk dirinya sendiri. Ketika tiba saatnya akibat perbuatan itu muncul, ia tidak dapat menghindarinya.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang tidak memegang kejujuran dan terbiasa berdusta siap melakukan kejahatan apa pun, sebab ia telah membuang penjaga kebaikan yang paling penting. Hal ini sesuai dengan makna sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "dusta" berarti kebohongan, yaitu berbohong atau berbicara tidak sesuai dengan kenyataan untuk menipu orang lain. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa bagi orang yang terbiasa berdusta, tidak ada kejahatan yang tidak akan ia lakukan; artinya, orang yang tidak menjaga kejujuran siap melakukan kejahatan apa pun, karena ia telah membuang jaminan yang paling penting bagi kebaikan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam Dhammapada, Sang Buddha bersabda bahwa orang yang melanggar satu dhamma, yaitu kejujuran, yang biasa berdusta, dan yang tidak memedulikan alam kehidupan berikutnya, tidak ada kejahatan yang tidak akan ia lakukan. Alasannya adalah bahwa berbohong merupakan alat untuk menutupi segala kejahatan. Orang yang berbuat salah lalu berani berbohong akan mengira bahwa ia dapat menutupi kesalahannya, sehingga ia berani terus-menerus berbuat salah. Adapun orang yang menjaga kejujuran, ketika berbuat salah, akan mengakuinya, sehingga kesalahan tidak menumpuk. Kejujuran bagaikan pintu yang membendung segala kejahatan; ketika pintu ini jebol, kejahatan-kejahatan lain dapat masuk dengan mudah.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang mengemudi dalam keadaan mabuk hingga mengalami kecelakaan, lalu terluka, cacat, atau dipenjara, mengalaminya karena perbuatannya sendiri. Orang yang melakukan korupsi hingga tertangkap, lalu kehilangan jabatan, nama baik, dan kebebasan, juga mengalaminya karena perbuatannya sendiri. Pelajar yang tidak bersungguh-sungguh belajar karena terus bermain hingga tidak lulus ujian dan harus mengulang, tidak dapat menyalahkan guru atau nasib. Setiap orang harus menerima akibat dari perbuatannya sendiri.

สรุปKesimpulannya: Orang yang tidak menginginkan kesusahan hendaknya menjaga perbuatannya dengan baik, tidak memasang perangkap kejahatan untuk menjerat dirinya sendiri, dan ketika mengalami penderitaan, hendaknya merenungkan apakah penyebabnya berasal dari perbuatannya sendiri, alih-alih menyalahkan orang lain. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Sakammunā haññati pāpadhammo
Orang yang berwatak jahat menderita karena perbuatannya sendiri

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก