ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) · สนามหลวงกำหนดสุภาษิตให้ ๓ บท ให้ผู้สอบเลือกมาอ้างประกอบ ๑ บท · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา · ชุดจำลองเลือกจากสุภาษิตของชั้นนี้ในหลักสูตรฉบับปรับปรุง ๒๕๕๗
ชุดสุภาษิตที่ให้เลือก (จำลอง ๓ บท)
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นตรี (ต่างประเทศ) · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๕๔ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Tapasā pajahanti pāpakammaṃ
Orang baik meninggalkan perbuatan jahat dengan pertapaan
(Khuddaka Nikāya, Jātaka, Aṭṭhakanipāta 27/245)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "orang baik" berarti orang yang baik, orang yang memiliki kebajikan. Adapun kata "tapa" dalam agama Buddha tidak berarti menyiksa tubuh, tetapi berarti dhamma yang membakar kekotoran batin hingga panas dan lenyap, misalnya usaha, kesabaran, pengendalian indra, dan pengembangan sila, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang baik dapat meninggalkan perbuatan jahat dengan tapa, yaitu dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk memurnikan pikirannya sendiri.

ขยายความบทตั้งPerbuatan jahat bagaikan karat yang melekat pada besi atau noda yang menempel kuat di dalam wadah, yang hanya dapat lepas dengan bantuan panas dan gosokan yang sungguh-sungguh. Pikiran yang sudah terbiasa dengan kejahatan pun demikian; untuk meninggalkannya diperlukan tapa, yaitu usaha yang tidak kenal menyerah. Sang Buddha bersabda dalam Dhammapada bahwa kesabaran, yaitu ketahanan menahan diri, adalah tapa yang tertinggi. Ini menunjukkan bahwa kesabaran terhadap godaan, kesabaran terhadap kemarahan, dan kesabaran terhadap keinginan merupakan sarana yang paling penting untuk membakar kekotoran batin. Orang yang memiliki tapa seperti ini akan dapat meninggalkan kejahatan dari hidupnya sedikit demi sedikit.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang berwatak jahat, yang keburukannya telah berakar di dalam batin, akan mengalami kesulitan dan penderitaan karena perbuatannya sendiri, bukan karena orang lain, sebab siapa pun yang berbuat akan menerima akibat perbuatannya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Majjhima Nikāya, Majjhimapaṇṇāsaka:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "orang yang berwatak jahat" berarti orang yang memiliki kebiasaan jahat yang tertanam dalam pikirannya dan biasa melakukan kejahatan. Adapun kata "menderita karena perbuatannya sendiri" berarti bahwa kesusahan yang dialaminya tidak berasal dari orang lain, tetapi berasal dari perbuatannya sendiri. Kata mutiara ini menegaskan hukum kamma, yaitu siapa pun yang melakukan suatu perbuatan pasti menerima akibat dari perbuatan itu, dan tidak ada orang lain yang dapat menerimanya sebagai gantinya.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam syair yang menjadi sumber kata mutiara ini terdapat perumpamaan: sebagaimana seorang pencuri yang tertangkap di lubang yang ia bobol sendiri untuk mencuri dihukum karena perbuatannya sendiri, demikian pula makhluk-makhluk yang telah berbuat jahat, setelah meninggalkan dunia ini, akan menderita karena perbuatannya sendiri. Pencuri itu sama sekali tidak dapat menyalahkan siapa pun, karena lubang tempat ia tertangkap adalah lubang yang ia bobol sendiri. Kejahatan pun demikian; ia adalah perangkap yang digali oleh pelakunya untuk dirinya sendiri. Ketika tiba saatnya akibat perbuatan itu muncul, ia tidak dapat menghindarinya.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang pernah kecanduan minuman keras lalu bertekad untuk berhenti harus bersabar menghadapi keinginan yang muncul setiap hari; kesabaran itulah tapa yang membakar keinginan hingga lenyap. Orang yang berwatak pemarah lalu bertekad untuk memperbaikinya harus melatih diri menahan pikiran setiap kali kemarahan muncul. Pelajar yang pernah kecanduan permainan hingga pelajarannya terbengkalai lalu bertekad untuk berubah harus memiliki usaha untuk mengatur waktu dengan disiplin. Semua ini adalah meninggalkan perbuatan jahat dengan tapa menurut ajaran agama Buddha.

สรุปKesimpulannya: Orang yang ingin meninggalkan kebiasaan buruk harus memiliki tapa, yaitu usaha dan kesabaran yang teguh, tidak menyerah kepada kekotoran batin di dalam pikirannya sendiri. Bila berusaha secara berkesinambungan, perbuatan jahat yang dahulu menguasai pikiran akan lenyap sedikit demi sedikit. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Tapasā pajahanti pāpakammaṃ
Orang baik meninggalkan perbuatan jahat dengan pertapaan

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก