เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง
เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง
อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.
อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "orang yang memiliki perhatian penuh" berarti orang yang mampu mengingat dan selalu sadar diri, tidak lalai baik dalam berpikir, berbicara, maupun bertindak. Adapun "kemajuan" berarti hal-hal yang baik, keselamatan, dan kemajuan hidup. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang memiliki perhatian penuh selalu menemukan kemajuan; artinya, dalam situasi apa pun, perhatian penuh akan selalu membantu membawanya kepada hal-hal yang baik.
ขยายความบทตั้งPerhatian penuh adalah dhamma yang sangat bermanfaat, karena merupakan landasan bagi segala kebaikan. Berdana memerlukan perhatian penuh agar dapat memberi dengan benar dan tepat. Menjalankan sila memerlukan perhatian penuh agar tidak lalai melanggarnya. Bekerja memerlukan perhatian penuh agar tidak berbuat kesalahan. Belajar pun memerlukan perhatian penuh agar dapat mengingat dan memahami. Karena itu, orang yang memiliki perhatian penuh bagaikan orang yang membawa pelita ketika berjalan di tempat gelap; ia melihat jalan dengan jelas, tidak tersandung jatuh, dan tidak tersesat. Karena itu, kemajuan dapat timbul baginya setiap saat.
ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Perhatian penuh adalah ingatan yang jernih dan ketidaklengahan, yang senantiasa membangunkan batin, membantu seseorang menjalani hidup dengan waspada serta ingat akan kewajiban dan apa yang patut dilakukan. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:
อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini, "sati lokasmi jāgaro", berarti "Perhatian penuh adalah dhamma yang membuat terjaga di dunia." Maksudnya, perhatian penuh adalah pengingat bagi seseorang untuk menjalani hidup dengan tidak lengah, tidak lalai, dan tidak mengabaikan perbuatan baik. Kata "perhatian penuh" (sati) berarti kemampuan untuk mengingat, tidak lalai, dan menjaga pikiran tetap pada tugas yang sedang dilakukan, yang membantu seseorang mengingat kewajibannya, hal-hal yang patut dilakukan, dan hal-hal yang patut dihindari. Karena itu, orang yang memiliki perhatian penuh diumpamakan sebagai orang yang terjaga, karena ia tidak membiarkan hidupnya berjalan mengikuti kelengahan.
อธิบายบทเชื่อม ๑Tidur di sini tidak berarti tidur secara alami, tetapi merupakan perumpamaan bagi kelengahan, kelalaian, dan keterlenaan dalam berbagai hal hingga melupakan kewajiban dan mengabaikan kebenaran. Orang yang pikirannya tertidur seperti ini mudah dikuasai oleh kekotoran batin, bagaikan rumah yang penjaganya tertidur sehingga pencuri mendapat kesempatan untuk masuk dan mencuri harta. Karena itu, perhatian penuh bagaikan penjaga yang menjaga pintu pikiran, yang senantiasa mengingatkan agar tidak lalai membiarkan diri terbawa oleh emosi. Ketika keserakahan, kemarahan, atau kebodohan batin muncul, perhatian penuh membantu seseorang untuk ingat bahwa ia harus menjaga pikirannya, dan membuka kesempatan untuk menggunakan kebijaksanaan dalam merenungkan dan menahan ucapan atau tindakan yang dapat menimbulkan kerugian.
อธิบายบทเชื่อม ๑Prinsip Dhamma yang sesuai dengan penjelasan ini terdapat dalam Jāgara Sutta, yang menyatakan bahwa ketika lima indriya terjaga, lima rintangan batin (nīvaraṇa) disebut tertidur, dan ketika lima rintangan batin tertidur, lima indriya disebut terjaga. Lima indriya, yaitu keyakinan (saddhā), semangat (viriya), perhatian penuh (sati), konsentrasi (samādhi), dan kebijaksanaan (paññā), adalah dhamma penting yang menopang pengembangan batin. Adapun lima rintangan batin, yaitu kāmacchanda, keinginan terhadap kesenangan indria; byāpāda, pikiran berniat jahat; thīnamiddha, kelesuan dan kantuk; uddhaccakukkucca, kegelisahan dan penyesalan; serta vicikicchā, keragu-raguan, adalah dhamma yang menghalangi pikiran untuk maju dalam kebaikan. Terjaganya indriya dan tertidurnya rintangan batin merupakan gambaran perumpamaan yang menunjukkan cara menjalani hidup dengan dhamma yang bajik (kusala), tanpa membiarkan dhamma yang tidak bajik (akusala) menguasai.
อธิบายบทเชื่อม ๑Kitab komentar Jāgara Sutta menjelaskan bahwa orang yang memiliki lima indriya dengan lengkap, meskipun sedang tidur, disebut orang yang terjaga, karena ia memiliki ketidaklengahan dan disertai kebajikan (kusala). Adapun orang yang dikuasai oleh lima rintangan batin, meskipun berada dalam sikap tubuh lainnya, disebut orang yang tertidur, karena ia memiliki kelengahan dan disertai ketidakbajikan (akusala). Karena itu, ungkapan "meskipun sedang tidur disebut terjaga" berarti menjadi orang yang tidak lengah dalam Dhamma, bukan berarti bahwa ketika sedang tidur ia tetap menyadari kejadian atau bahaya di sekitarnya sepanjang waktu.
ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, pedagang yang memiliki perhatian penuh tidak akan berbelanja secara boros, tahu cara menabung, dan tidak begitu saja percaya pada ajakan berinvestasi yang berlebihan, sehingga usahanya kokoh. Tukang yang bekerja dengan mesin dengan perhatian penuh akan bekerja dengan rapi dan selamat. Pelajar yang memiliki perhatian penuh ketika mengerjakan ujian akan membaca soal dengan cermat dan tidak salah menjawab karena ceroboh. Adapun orang yang kurang perhatian penuh, betapa pun pandainya, mungkin melakukan kekeliruan hingga menimbulkan kerugian.
สรุปKesimpulannya: Orang yang menginginkan kemajuan dalam hidup hendaknya melatih perhatian penuh hingga kuat dan selalu sadar diri dalam setiap tugas yang dilakukan, karena perhatian penuh adalah pelindung dan pintu menuju segala kemajuan. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:
ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.