ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) มี ๓๒ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) · สนามหลวงกำหนดสุภาษิตให้ ๕ บท ให้ผู้สอบเลือกมาอ้างประกอบ ๒ บท · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา · ชุดจำลองเลือกจากสุภาษิตของชั้นนี้ในหลักสูตรฉบับปรับปรุง ๒๕๕๗
ชุดสุภาษิตที่ให้เลือก (จำลอง ๕ บท)
ชั้นนี้เชื่อม ๒ บท · ลำดับที่กดเลือก = ลำดับในเรียงความ · ครบแล้วต้องเอาบทเดิมออกก่อนจึงเลือกบทอื่นได้ · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) · บทเชื่อม ๒ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๘๕๘ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Yādisaṃ vapate bījaṃTādisaṃ labhate phalaṃ
Kalyāṇakārī kalyāṇaṃPāpakārī ca pāpakaṃ
Sebagaimana benih yang ditabur, demikianlah buah yang dituai: pelaku kebaikan memperoleh kebaikan, pelaku kejahatan memperoleh kejahatan
(Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga 15/333)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini menyajikan hukum kamma dengan cara yang paling mudah dipahami, dengan membandingkan perbuatan dengan menabur benih, dan akibat perbuatan dengan buah yang tumbuh dari benih itu.

ขยายความบทตั้งPerbandingan dengan menabur benih membantu kita melihat beberapa sifat kamma. Pertama, buah selalu sesuai dengan sebabnya: orang yang menanam mangga akan memperoleh mangga, bukan jeruk nipis. Kedua, buah mungkin tidak langsung tampak, melainkan memerlukan waktu dan kondisi yang sesuai. Ketiga, yang menabur adalah yang menuai; tidak ada seorang pun yang dapat menerima buah itu untuk orang lain. Siapa yang makan nasi, dialah yang kenyang; tidak ada yang dapat makan menggantikan orang lain. Pemahaman seperti ini membantu orang untuk tidak berkecil hati ketika telah berbuat baik tetapi belum melihat hasilnya, dan tidak lengah ketika telah berbuat jahat tetapi belum melihat akibat buruknya.

ขยายความบทตั้งNamun demikian, akibat kamma dalam agama Buddha tidak selalu pasti dan sederhana. Seperti benih yang telah ditabur memerlukan tanah, air, dan musim, kamma pun bergantung pada banyak sebab dan kondisi, dan orang yang pernah berbuat salah masih dapat mengubah dirinya dengan sungguh-sungguh menciptakan kamma baik yang baru. Kata mutiara ini karena itu tidak mengajarkan keputusasaan, melainkan mengajarkan kita untuk memilih menabur benih yang baik mulai hari ini.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang selalu mencari alasan untuk meninggalkan pekerjaan, entah karena terlalu dingin, terlalu panas, atau sudah terlalu terlambat, akan kehilangan manfaat yang seharusnya ia peroleh, sebab kesempatan dan waktu tidak pernah menunggu siapa pun. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Dīgha Nikāya, Pāṭikavagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang selalu mencari alasan untuk menunda atau meninggalkan pekerjaan akan kehilangan manfaat yang seharusnya ia peroleh, karena kesempatan dan waktu tidak menunggu siapa pun.

อธิบายบทเชื่อม ๑Kata mutiara ini berasal dari Sigālaka Sutta, yang diajarkan Sang Buddha kepada pemuda Sigālaka, dengan menguraikan bahaya kemalasan: orang malas cenderung berkata terlalu dingin, terlalu panas, terlalu sore, terlalu pagi, terlalu lapar, atau terlalu kenyang, lalu tidak bekerja. Akibatnya kekayaan yang belum muncul tidak muncul, dan kekayaan yang sudah ada habis. Alasan-alasan ini terdengar masuk akal, tetapi sebenarnya menutupi kemalasan di dalam batin.

อธิบายบทเชื่อม ๑Alasan orang malas memiliki satu ciri penting: tidak pernah habis. Setelah lepas dari dingin, datang panas; setelah lepas dari panas, hari sudah sore. Bila menunggu segala sesuatu siap sebelum mulai, mungkin tidak pernah ada yang dikerjakan. Namun beristirahat ketika benar-benar lelah atau sakit tetap diperlukan. Kata mutiara ini memperingatkan penggunaan alasan untuk menghindari kewajiban; bukan melarang menjaga kesehatan.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang mengingat budi para penolongnya dan membalasnya dengan sepatutnya, ia akan disayangi dan dipercaya oleh semua orang, sehingga pertolongan terus mengalir kepadanya dan tujuan yang ia dambakan pun berkembang. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Sattakanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata mutiara ini adalah pasangan dari kata mutiara tentang bahaya tidak tahu berterima kasih, dengan menunjukkan berkah dari rasa terima kasih, yaitu menyadari dan mengingat kebaikan yang telah dilakukan orang lain kepada kita.

อธิบายบทเชื่อม ๒Rasa terima kasih memiliki dua bagian: kataññū, menyadari kebaikan, dan katavedī, membalas kebaikan. Kata mutiara ini menekankan menyadari dan menghargai kebaikan, yang merupakan titik awal untuk membalasnya. Orang yang menghargai kebaikan memiliki hati yang lembut dan tidak sombong, karena tahu bahwa di balik keberhasilannya ada orang lain yang menolong. Perasaan ini membuatnya memperlakukan orang lain dengan hormat dan tulus.

อธิบายบทเชื่อม ๒Manfaat yang ia dambakan bertambah karena orang yang tahu berterima kasih dipercaya. Mereka yang pernah menolongnya senang terus menolong, dan orang lain yang melihatnya pun ingin bergaul dan mendukungnya. Selain itu, rasa terima kasih membawa kebahagiaan batin, karena orang yang melihat kebaikan yang telah diterimanya merasa hidupnya memiliki pendukung, tidak kesepian, dan terdorong untuk berbuat baik kepada orang lain pula.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, orang yang tekun belajar dan berlatih secara teratur akan memperoleh pengetahuan dan kecakapan sebagai hasilnya. Orang yang memperlakukan orang lain dengan tulus akan memperoleh kepercayaan. Adapun orang yang suka menipu dan memanfaatkan orang lain, meskipun memperoleh keuntungan dalam jangka pendek, pada akhirnya sering ditolak oleh orang-orang di sekitarnya. Orang tua yang membesarkan anak dengan kasih sayang dan didikan yang baik berkesempatan melihat anaknya tumbuh menjadi orang baik.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang menginginkan hasil yang baik dalam hidup hendaknya memperhatikan apa yang sedang mereka tabur setiap hari, baik pikiran, ucapan, maupun perbuatan, memilih menabur hanya benih yang baik, dan dengan sabar menanti hasilnya dengan penuh harapan. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Yādisaṃ vapate bījaṃTādisaṃ labhate phalaṃ
Kalyāṇakārī kalyāṇaṃPāpakārī ca pāpakaṃ
Sebagaimana benih yang ditabur, demikianlah buah yang dituai: pelaku kebaikan memperoleh kebaikan, pelaku kejahatan memperoleh kejahatan

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก