ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) มี ๓๒ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) · สนามหลวงกำหนดสุภาษิตให้ ๕ บท ให้ผู้สอบเลือกมาอ้างประกอบ ๒ บท · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา · ชุดจำลองเลือกจากสุภาษิตของชั้นนี้ในหลักสูตรฉบับปรับปรุง ๒๕๕๗
ชุดสุภาษิตที่ให้เลือก (จำลอง ๕ บท)
ชั้นนี้เชื่อม ๒ บท · ลำดับที่กดเลือก = ลำดับในเรียงความ · ครบแล้วต้องเอาบทเดิมออกก่อนจึงเลือกบทอื่นได้ · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) · บทเชื่อม ๒ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๘๔๒ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Yo pubbe katakalyāṇoKatattho anubujjhati
Atthā tassa pavaḍḍhantiYe honti abhipatthitā
Orang yang menyadari kebaikan dan manfaat yang telah diberikan orang lain kepadanya di masa lalu, tujuan yang ia dambakan akan berkembang
(Khuddaka Nikāya, Jātaka, Sattakanipāta 27/228)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini adalah pasangan dari kata mutiara tentang bahaya tidak tahu berterima kasih, dengan menunjukkan berkah dari rasa terima kasih, yaitu menyadari dan mengingat kebaikan yang telah dilakukan orang lain kepada kita.

ขยายความบทตั้งRasa terima kasih memiliki dua bagian: kataññū, menyadari kebaikan, dan katavedī, membalas kebaikan. Kata mutiara ini menekankan menyadari dan menghargai kebaikan, yang merupakan titik awal untuk membalasnya. Orang yang menghargai kebaikan memiliki hati yang lembut dan tidak sombong, karena tahu bahwa di balik keberhasilannya ada orang lain yang menolong. Perasaan ini membuatnya memperlakukan orang lain dengan hormat dan tulus.

ขยายความบทตั้งManfaat yang ia dambakan bertambah karena orang yang tahu berterima kasih dipercaya. Mereka yang pernah menolongnya senang terus menolong, dan orang lain yang melihatnya pun ingin bergaul dan mendukungnya. Selain itu, rasa terima kasih membawa kebahagiaan batin, karena orang yang melihat kebaikan yang telah diterimanya merasa hidupnya memiliki pendukung, tidak kesepian, dan terdorong untuk berbuat baik kepada orang lain pula.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang tidak menyadari kebaikan dan manfaat yang telah diberikan orang lain kepadanya di masa lalu adalah orang yang tidak tahu berterima kasih, dan tujuan yang ia dambakan pun akan ikut hancur. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Sattakanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini berbicara tentang bahaya tidak tahu berterima kasih, yaitu tidak menyadari atau tidak menghargai kebaikan yang telah dilakukan orang lain kepada kita.

อธิบายบทเชื่อม ๑Orang yang tidak menyadari kebaikan orang lain cenderung menganggap pertolongan yang diterimanya sebagai hal biasa atau sebagai haknya. Setelah menerima manfaat, ia melupakannya, atau terkadang bahkan membalasnya dengan perbuatan buruk. Akibatnya orang kehilangan kepercayaan kepadanya dan tidak mau menolong lagi. Ketika tiba saatnya ia membutuhkan pertolongan atau mendambakan sesuatu, ia tidak memiliki pendukung, sehingga manfaat yang diharapkannya pun lenyap.

อธิบายบทเชื่อม ๑Agama Buddha memuji rasa terima kasih sebagai tanda orang baik. Salah satu jenis orang yang sulit ditemukan di dunia adalah orang yang menyadari kebaikan orang lain dan membalasnya. Tidak tahu berterima kasih karena itu bukan kekurangan kecil, melainkan sesuatu yang merusak hubungan dan menghancurkan kesempatan dalam hidup. Menyadari kebaikan tidak selalu harus dibalas dengan barang berharga; cukup mengingatnya, mengucapkan terima kasih, dan tidak menyakiti orang yang pernah menolong kita, sudah merupakan landasan yang penting.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang menginginkan hasil yang baik dalam hidupnya, ia harus rajin menabur benih kebaikan, sebab tiada orang yang menabur benih buruk lalu dapat menuai buah yang baik, dan akibat selalu sesuai dengan sebabnya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata mutiara ini menyajikan hukum kamma dengan cara yang paling mudah dipahami, dengan membandingkan perbuatan dengan menabur benih, dan akibat perbuatan dengan buah yang tumbuh dari benih itu.

อธิบายบทเชื่อม ๒Perbandingan dengan menabur benih membantu kita melihat beberapa sifat kamma. Pertama, buah selalu sesuai dengan sebabnya: orang yang menanam mangga akan memperoleh mangga, bukan jeruk nipis. Kedua, buah mungkin tidak langsung tampak, melainkan memerlukan waktu dan kondisi yang sesuai. Ketiga, yang menabur adalah yang menuai; tidak ada seorang pun yang dapat menerima buah itu untuk orang lain. Siapa yang makan nasi, dialah yang kenyang; tidak ada yang dapat makan menggantikan orang lain. Pemahaman seperti ini membantu orang untuk tidak berkecil hati ketika telah berbuat baik tetapi belum melihat hasilnya, dan tidak lengah ketika telah berbuat jahat tetapi belum melihat akibat buruknya.

อธิบายบทเชื่อม ๒Namun demikian, akibat kamma dalam agama Buddha tidak selalu pasti dan sederhana. Seperti benih yang telah ditabur memerlukan tanah, air, dan musim, kamma pun bergantung pada banyak sebab dan kondisi, dan orang yang pernah berbuat salah masih dapat mengubah dirinya dengan sungguh-sungguh menciptakan kamma baik yang baru. Kata mutiara ini karena itu tidak mengajarkan keputusasaan, melainkan mengajarkan kita untuk memilih menabur benih yang baik mulai hari ini.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, siswa yang mengingat kebaikan gurunya, belajar dengan tekun, dan mengunjungi gurunya setelah lulus, terus menerima kebaikan dan nasihat berharga. Anak yang merawat orang tuanya di usia tua menjadi teladan yang baik bagi keturunannya sendiri. Karyawan yang bekerja dengan jujur untuk membalas kesempatan yang diterimanya dipercaya untuk maju.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang menginginkan kemajuan dalam hidup hendaknya melatih diri melihat kebaikan yang dilakukan orang lain kepada mereka, mengingatnya dengan rasa terima kasih, dan membalasnya sesuai kemampuan dan kesempatan. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Yo pubbe katakalyāṇoKatattho anubujjhati
Atthā tassa pavaḍḍhantiYe honti abhipatthitā
Orang yang menyadari kebaikan dan manfaat yang telah diberikan orang lain kepadanya di masa lalu, tujuan yang ia dambakan akan berkembang

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก