เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง
เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง
อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.
อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini membandingkan kejahatan dan pertikaian dengan pohon yang berakar, dan kesabaran dengan alat yang memotong serta menggali akar itu, sehingga kejahatan tidak dapat tumbuh lagi.
ขยายความบทตั้งBanyak kejahatan berakar pada ketidakmampuan batin menanggung emosinya. Ketika marah dan tidak tahan, orang memaki atau menyakiti; ketika menginginkan sesuatu dan tidak tahan, orang mencuri atau menipu; ketika dipancing dan tidak tahan, orang membalas hingga masalah menjadi serius. Kesabaran berfungsi seperti rem, menghentikan batin sebelum emosi berubah menjadi tindakan. Ketika batin dapat berhenti, akar kejahatan terpotong dan tidak berkesempatan bercabang menjadi perbuatan salah yang lebih besar.
ขยายความบทตั้งAdapun celaan dan pertengkaran biasanya timbul karena tidak ada pihak yang mau bersabar. Yang satu berbicara kasar, yang lain membalas lebih kasar lagi, dan pertikaian terus meningkat. Orang yang sabar tidak menambah bahan bakar ke dalam api. Bila seseorang tidak membalas dengan emosi, pertengkaran tidak dapat berlanjut, dan ia tidak melakukan sesuatu yang kelak dicela. Kesabaran di sini karena itu bukan memendam perasaan, melainkan menahan tindakan yang lahir dari emosi, lalu memecahkan masalah dengan akal sehat setelah batin tenang.
ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Kesabaran adalah hal yang terpenting dan menjadi dasar dari kebajikan, yaitu moralitas dan konsentrasi. Semua kualitas baik dapat berkembang hanya karena bersandar pada kesabaran sebagai landasannya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Buku Paritta Kerajaan (Suat Mon Chabap Luang, cetakan ke-5):
อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini menunjukkan bahwa kesabaran adalah landasan bagi pengembangan setiap jenis kebajikan, seperti tanah yang kokoh yang memungkinkan pohon kebaikan bertumbuh.
อธิบายบทเชื่อม ๑Kesabaran menjadi sebab sila karena menjalankan sila memerlukan kesabaran terhadap godaan: sabar untuk tidak membalas ketika disakiti, sabar untuk tidak mengambil milik orang lain meskipun ada kesempatan, sabar untuk tidak berbohong meskipun berkata jujur berarti merugi. Kesabaran menjadi sebab konsentrasi karena melatih batin agar teguh memerlukan kesabaran terhadap rasa lelah, pikiran yang berkelana, dan kebosanan. Orang yang tidak sabar akan menyerah di tengah jalan sebelum melihat hasil.
อธิบายบทเชื่อม ๑Dikatakan bahwa segala keadaan bajik bertumbuh melalui kesabaran berarti setiap jenis kebaikan memerlukan waktu dan ketekunan untuk bertumbuh. Pengetahuan harus dikumpulkan sedikit demi sedikit, kebiasaan baik harus dilatih berulang-ulang hingga menjadi alami, dan usaha harus berlanjut bahkan pada hari-hari yang mengecewakan. Kesabaran adalah kekuatan yang membuat kita terus berbuat baik pada hari-hari ketika hasilnya belum terlihat. Kata "hanya" dalam kata mutiara ini menekankan pentingnya kesabaran, tetapi kesabaran juga harus bekerja bersama kebajikan lain seperti perhatian penuh, kebijaksanaan, dan semangat.
ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang menerapkan kesabaran dalam kehidupan nyata dan mampu menahan amarah serta kesulitan, ia memuja Sang Buddha melalui praktik, yang nilainya lebih tinggi daripada persembahan apa pun. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Buku Paritta Kerajaan (Suat Mon Chabap Luang, cetakan ke-5):
อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: "Sang Penakluk" (Jina) berarti Sang Buddha, yang telah menaklukkan semua kekotoran batin. Kata mutiara ini menunjukkan bahwa kesabaran dan ketahanan adalah pelaksanaan langsung ajaran Sang Buddha dan bentuk penghormatan yang lebih berharga daripada penghormatan dengan benda.
อธิบายบทเชื่อม ๒Dalam Ovāda Pātimokkha, rangkuman inti ajaran Buddha, Sang Buddha bersabda bahwa kesabaran dan ketahanan adalah praktik pertapaan tertinggi. Orang yang sabar karena itu dikatakan menjalankan nasihat Sang Guru. Selain itu, kesabaran merupakan landasan untuk menjalankan ajaran lainnya, karena meninggalkan kejahatan, berbuat baik, dan memurnikan batin semuanya memerlukan kesabaran terhadap kesulitan dan terhadap godaan kekotoran batin.
อธิบายบทเชื่อม ๒Ada dua jenis penghormatan: āmisa-pūjā, penghormatan dengan persembahan benda seperti bunga, dupa, dan lilin, serta paṭipatti-pūjā, penghormatan dengan mempraktikkan ajaran. Agama Buddha memuji penghormatan dengan praktik sebagai penghormatan tertinggi, karena itulah yang dikehendaki Sang Buddha terwujud dalam kehidupan orang-orang. Orang yang dengan sabar menahan diri dari menyakiti orang lain, meskipun tidak mempersembahkan banyak benda, dikatakan menghormati Sang Buddha dengan penghormatan yang paling luhur. Namun persembahan benda tetap bernilai bila dilakukan dengan hati yang hormat dan sebagai pengingat untuk berlatih.
ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, pengemudi yang dipotong jalannya tetapi dengan sabar tidak mengejar atau memaki mencegah pertengkaran di jalan. Anggota keluarga yang menahan diri dari kata-kata kasar ketika marah menjaga hubungan mereka. Siswa yang diejek teman sekelasnya tetapi memilih pergi dan berkonsultasi dengan guru, bukan membalas dengan kekerasan, terhindar dari hukuman dan tidak menambah musuh.
สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang menginginkan hidup bebas dari kejahatan dan pertikaian hendaknya melatih kesabaran, menghentikan batin sebelum berbicara atau bertindak ketika emosi memuncak. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:
ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.