เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง
เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง
อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.
อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini memperingatkan kita agar berhati-hati dalam bergaul, karena orang yang kita jadikan teman turut menuntun hidup kita. Jika bergaul dengan orang yang suka berbuat jahat, lalu terbujuk mempercayai atau mengikutinya, kesusahan dapat menimpa diri sendiri dan orang-orang di sekitar.
ขยายความบทตั้งDalam kitab komentar Godha Jātaka dikisahkan bahwa anak raja biawak bersahabat dengan seekor bunglon. Meskipun ayahnya telah melarang, ia tidak mau mendengarkan. Setelah dewasa, anak raja biawak itu masih memeluk dan menindih bunglon itu seperti ketika mereka bermain dahulu, hingga bunglon itu kesakitan dan berniat membinasakan kawanan biawak. Ia lalu menuntun seorang pemburu ke tempat tinggal kawanan itu, sehingga terjadilah kehancuran. Adapun raja biawak telah menyiapkan jalan keluar sebelumnya, sehingga ia selamat dari bahaya. Kisah ini memperingatkan bahwa bergaul tanpa kehati-hatian dan tidak mendengarkan nasihat dapat mendatangkan bahaya bagi banyak pihak.
ขยายความบทตั้ง"Kebahagiaan yang sempurna" di sini dapat dijelaskan secara sederhana sebagai kebahagiaan sepenuhnya. Orang yang bergaul dengan orang jahat mungkin memperoleh kesenangan atau keuntungan tertentu, tetapi jika kesenangan itu menuntunnya berbuat salah, atau keuntungan itu diperoleh dengan cara curang, hal itu menjadi sebab kesusahan di kemudian hari. Kita karena itu hendaknya menimbang baik-baik ke arah mana orang yang kita jadikan teman mengajak kita: mengajak untuk jujur, rajin, dan bertanggung jawab, atau mengajak untuk menipu, menyakiti, dan melalaikan kewajiban.
ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang seperti apa yang dijadikan sahabat, seperti itulah seseorang akan menjadi, sebab hidup bersama senantiasa menularkan pikiran, kebiasaan, dan perilaku dari satu orang kepada yang lain. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Vīsatinipāta:
อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini merangkum prinsip pergaulan dengan ringkas: manusia cenderung menjadi seperti orang-orang yang digaulinya dengan akrab, karena hidup bersama menularkan pikiran dan kebiasaan dari satu kepada yang lain.
อธิบายบทเชื่อม ๑Hidup bersama menimbulkan pembelajaran alami. Kita menyerap cara berpikir, cara berbicara, nilai-nilai, dan perilaku orang-orang dekat kita tanpa sengaja. Teman yang rajin membuat kita rajin; teman yang malas membuat kita malas. Teman yang berpandangan positif memberi kita semangat; teman yang suka mengeluh membuat kita juga melihat segala sesuatu secara negatif. Memilih teman karena itu sama dengan memilih akan menjadi orang seperti apa kita di masa depan.
อธิบายบทเชื่อม ๑Kata mutiara ini tidak berarti bahwa manusia tidak memiliki pilihan dan selalu harus berubah mengikuti orang-orang di sekitarnya. Mereka yang memiliki perhatian penuh dan prinsip yang teguh dapat menjaga kebaikannya bahkan di lingkungan yang buruk, dan bahkan dapat menjadi teladan yang membantu orang lain berubah. Tetapi bagi orang pada umumnya, terutama yang masih dalam usia belajar, memilih teman yang baik adalah jalan yang paling aman dan efektif.
ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang bergaul dengan orang jahat, ia akan dituntun menuju kemerosotan dan alam sengsara, tetapi bila bergaul dengan orang baik, ia akan dituntun menuju kemajuan dan alam bahagia. Karena itu, memilih teman bergaul adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Vīsatinipāta:
อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: "Orang baik" (sappurisa) berarti orang yang berperilaku benar, sedangkan "orang jahat" berarti orang yang tidak baik dan bertindak bertentangan dengan Dhamma. Kata mutiara ini mengajarkan prinsip penting dalam memilih teman, karena orang yang kita gauli memengaruhi arah hidup kita.
อธิบายบทเชื่อม ๒Dikatakan bahwa orang jahat menuntun ke neraka berarti orang jahat cenderung mengajak kita berbuat jahat, seperti berjudi, memakai narkoba, mencuri, atau menyakiti orang lain; jika kita mengikutinya, kita menerima penderitaan dan kesulitan sebagai akibatnya, baik dalam kehidupan ini maupun berikutnya. Sebaliknya, orang baik membimbing kita ke arah yang benar, mendorong kita berbuat baik, memberi teladan yang baik, dan memperingatkan kita ketika kita tersesat. Bergaul dengan orang baik karena itu membawa ke alam bahagia, yaitu kemajuan dan kebahagiaan.
อธิบายบทเชื่อม ๒Memilih teman tidak berarti meremehkan atau membenci orang yang berperilaku buruk. Kita tetap dapat memiliki cinta kasih dan niat baik terhadap mereka, tetapi tidak sepatutnya terlalu akrab hingga tersesat, terutama jika batin kita sendiri belum cukup teguh. Selain itu, menilai siapa orang baik hendaknya berdasarkan perilaku, bukan berdasarkan kekayaan atau penampilan luar.
ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, orang yang ikut teman membuat keributan dan perkelahian dapat terluka dan menyusahkan keluarganya. Orang yang terbujuk mempercayai orang curang karena mengharapkan keuntungan dapat kehilangan harta sekaligus kepercayaan. Adapun siswa yang rela menyalin tugas atau merundung orang lain karena ikut-ikutan teman kehilangan kesempatan melatih diri menjadi orang baik. Karena itu, sesayang apa pun kita kepada teman, kita tidak semestinya rela berbuat salah demi menyenangkan hatinya; kita hendaknya berani saling menegur dan berani menolak ketika diajak ke jalan yang merugikan.
สรุปKesimpulannya: Berhati-hati terhadap orang jahat bukan berarti merendahkan atau menyudutkan orang yang pernah berbuat salah, melainkan memperhatikan perilaku dan tidak membiarkan diri dituntun berbuat jahat. Kita dapat bersikap penuh cinta kasih kepadanya dan menolongnya dalam hal yang benar, tetapi tidak perlu ikut berbuat salah bersamanya. Maka mereka yang menginginkan kedamaian dan kebahagiaan hendaknya memilih bergaul dengan orang yang mendukung kebaikan, mendengarkan nasihat dengan hati terbuka, dan menjaga diri tetap teguh di jalan yang jujur. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:
ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.