ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) มี ๓๒ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) · สนามหลวงกำหนดสุภาษิตให้ ๕ บท ให้ผู้สอบเลือกมาอ้างประกอบ ๒ บท · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา · ชุดจำลองเลือกจากสุภาษิตของชั้นนี้ในหลักสูตรฉบับปรับปรุง ๒๕๕๗
ชุดสุภาษิตที่ให้เลือก (จำลอง ๕ บท)
ชั้นนี้เชื่อม ๒ บท · ลำดับที่กดเลือก = ลำดับในเรียงความ · ครบแล้วต้องเอาบทเดิมออกก่อนจึงเลือกบทอื่นได้ · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นโท (ต่างประเทศ) · บทเชื่อม ๒ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๘๗๔ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Yādisaṃ kurute mittaṃYādisañcūpasevati,
Sopi tādisako hotiSahavāso hi tādiso
Orang seperti apa yang dijadikan sahabat dan digauli, seperti itulah ia akan menjadi; karena hidup bersama menjadikannya demikian
(Khuddaka Nikāya, Jātaka, Vīsatinipāta 23/437)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini merangkum prinsip pergaulan dengan ringkas: manusia cenderung menjadi seperti orang-orang yang digaulinya dengan akrab, karena hidup bersama menularkan pikiran dan kebiasaan dari satu kepada yang lain.

ขยายความบทตั้งHidup bersama menimbulkan pembelajaran alami. Kita menyerap cara berpikir, cara berbicara, nilai-nilai, dan perilaku orang-orang dekat kita tanpa sengaja. Teman yang rajin membuat kita rajin; teman yang malas membuat kita malas. Teman yang berpandangan positif memberi kita semangat; teman yang suka mengeluh membuat kita juga melihat segala sesuatu secara negatif. Memilih teman karena itu sama dengan memilih akan menjadi orang seperti apa kita di masa depan.

ขยายความบทตั้งKata mutiara ini tidak berarti bahwa manusia tidak memiliki pilihan dan selalu harus berubah mengikuti orang-orang di sekitarnya. Mereka yang memiliki perhatian penuh dan prinsip yang teguh dapat menjaga kebaikannya bahkan di lingkungan yang buruk, dan bahkan dapat menjadi teladan yang membantu orang lain berubah. Tetapi bagi orang pada umumnya, terutama yang masih dalam usia belajar, memilih teman yang baik adalah jalan yang paling aman dan efektif.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang bijak hendaknya memilih bersahabat dengan mereka yang berkeyakinan, yang mencintai sila, yang bijaksana dan berpengetahuan luas, sebab bergaul dengan orang baik seperti itu membawa kemajuan. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Theragāthā:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini dengan jelas menyebutkan empat sifat teman yang layak digauli dan menunjukkan bahwa bergaul dengan orang seperti itu membawa kemajuan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Sifat pertama adalah keyakinan: percaya pada apa yang benar, pada berbuat baik, dan pada buah kebaikan. Sifat kedua adalah kelakuan baik yang dicintai: berperilaku baik dalam perbuatan dan ucapan sehingga dicintai orang lain. Sifat ketiga adalah kebijaksanaan: tahu menimbang alasan dan membedakan benar dari salah. Sifat keempat adalah berpengetahuan luas (bahussuta): telah banyak belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. Mereka yang memiliki sifat-sifat ini adalah sahabat yang baik (kalyāṇamitta) yang membantu kita berkembang dalam batin, perilaku, dan pengetahuan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Keempat sifat ini saling mendukung. Keyakinan tanpa kebijaksanaan yang menuntunnya dapat menjadi kepercayaan buta; kebijaksanaan tanpa kebajikan dapat digunakan secara salah; pengetahuan luas tanpa keyakinan pada kebaikan mungkin tidak mengarah pada praktik. Mereka yang memiliki keempatnya karena itu adalah sahabat langka yang patut dijaga. Selain memilih sahabat seperti itu, kita pun hendaknya mengembangkan sifat-sifat ini dalam diri sendiri, agar menjadi sahabat yang baik bagi orang lain.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang bergaul akrab dengan orang jahat, sekalipun ia sendiri tidak berbuat jahat, ia akan terseret ke dalam kesusahan dan dianggap sama dengan mereka, sehingga kebahagiaan sejati mustahil ia peroleh. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Ekanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata mutiara ini memperingatkan kita agar berhati-hati dalam bergaul, karena orang yang kita jadikan teman turut menuntun hidup kita. Jika bergaul dengan orang yang suka berbuat jahat, lalu terbujuk mempercayai atau mengikutinya, kesusahan dapat menimpa diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

อธิบายบทเชื่อม ๒Dalam kitab komentar Godha Jātaka dikisahkan bahwa anak raja biawak bersahabat dengan seekor bunglon. Meskipun ayahnya telah melarang, ia tidak mau mendengarkan. Setelah dewasa, anak raja biawak itu masih memeluk dan menindih bunglon itu seperti ketika mereka bermain dahulu, hingga bunglon itu kesakitan dan berniat membinasakan kawanan biawak. Ia lalu menuntun seorang pemburu ke tempat tinggal kawanan itu, sehingga terjadilah kehancuran. Adapun raja biawak telah menyiapkan jalan keluar sebelumnya, sehingga ia selamat dari bahaya. Kisah ini memperingatkan bahwa bergaul tanpa kehati-hatian dan tidak mendengarkan nasihat dapat mendatangkan bahaya bagi banyak pihak.

อธิบายบทเชื่อม ๒"Kebahagiaan yang sempurna" di sini dapat dijelaskan secara sederhana sebagai kebahagiaan sepenuhnya. Orang yang bergaul dengan orang jahat mungkin memperoleh kesenangan atau keuntungan tertentu, tetapi jika kesenangan itu menuntunnya berbuat salah, atau keuntungan itu diperoleh dengan cara curang, hal itu menjadi sebab kesusahan di kemudian hari. Kita karena itu hendaknya menimbang baik-baik ke arah mana orang yang kita jadikan teman mengajak kita: mengajak untuk jujur, rajin, dan bertanggung jawab, atau mengajak untuk menipu, menyakiti, dan melalaikan kewajiban.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, siswa yang bergabung dengan kelompok teman yang gemar membaca pun menjadi gemar membaca. Orang yang bekerja dalam tim dengan rasa tanggung jawab yang tinggi belajar bertanggung jawab dari rekan-rekannya. Orang yang menghabiskan waktu di dunia maya bersama kelompok yang suka berkata kasar dan berbuat kekerasan dapat perlahan menganggap hal-hal itu biasa. Lingkungan yang kita pilih berpengaruh tidak sedikit terhadap diri kita.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang ingin menjadi orang baik hendaknya memilih orang baik sebagai sahabat dan senantiasa memeriksa ke arah mana orang-orang di sekitarnya menuntun dirinya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Yādisaṃ kurute mittaṃYādisañcūpasevati,
Sopi tādisako hotiSahavāso hi tādiso
Orang seperti apa yang dijadikan sahabat dan digauli, seperti itulah ia akan menjadi; karena hidup bersama menjadikannya demikian

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก