ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — นักธรรมชั้นตรี มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
นักธรรมชั้นตรี · สนามหลวงกำหนดให้อ้างสุภาษิตมาประกอบอย่างน้อย ๑ บท และเขียนไม่น้อยกว่า ๒ หน้ากระดาษ · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา และไม่ซ้ำกับบทตั้ง · บทเชื่อมใช้เฉพาะสุภาษิตในพุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๑
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
นักธรรมชั้นตรี · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๘๙ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Dānañca yuddhañca samānamāhu
Dikatakan bahwa berdana dan berperang itu sama
(Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga 15/29)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "dana" berarti memberi, yaitu merelakan barang milik sendiri demi manfaat dan kebahagiaan orang lain. Adapun "berperang" berarti bertempur dalam peperangan. Kata mutiara ini membandingkan berdana dengan berperang sebagai hal yang setara, karena keduanya sama-sama memerlukan keberanian dan sama-sama harus mengalahkan musuh. Musuh dalam peperangan berada di luar, tetapi musuh dalam memberi berada di dalam pikiran kita sendiri, yaitu kekikiran, sikap menggenggam erat milik sendiri, dan rasa sayang untuk melepaskan yang terus berbisik agar jangan memberi, lebih baik disimpan sebagai milik sendiri.

ขยายความบทตั้งDalam peperangan, prajurit yang berani meskipun jumlahnya sedikit dapat mengalahkan banyak orang yang penakut. Demikian pula halnya dengan berdana. Pemberian meskipun hanya sedikit, bila diberikan dengan keyakinan dan dengan hati yang berani melepaskan, dapat mengalahkan kekikiran yang telah lama menumpuk di dalam pikiran, dan hasilnya lebih besar daripada pemberian yang banyak tetapi diberikan dengan terpaksa. Orang yang tidak pernah berlatih memberi akan merasa bahwa memberi adalah hal yang sulit, bagaikan prajurit baru yang belum pernah maju ke medan perang. Tetapi bila ia sering memberi, hatinya akan menjadi lebih berani, dan kekikiran pun makin lama makin melemah.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Kasih sayang orang lain tidak dapat dituntut, tetapi tumbuh dari pemberian. Karena itu, orang yang terbiasa rela berkorban disayangi dan didoakan kebaikannya oleh orang-orang di sekitarnya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "orang yang memberi" dalam kata mutiara ini berarti orang yang memiliki sifat rela berkorban sebagai kebiasaan, siap membagikan apa yang dimilikinya demi manfaat orang lain. Adapun kata "akan dicintai" berarti akan menerima rasa sayang, kasih, dan harapan baik dari orang-orang di sekitarnya. Sabda Sang Buddha ini menunjukkan satu hukum alam, yaitu bahwa cinta dari orang lain tidak dapat dituntut atau dipaksakan, tetapi timbul dengan sendirinya terhadap orang yang memberi.

อธิบายบทเชื่อม ๑Orang yang memberi dicintai karena setiap manusia menginginkan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan. Siapa pun yang membuat seseorang berbahagia dan membantunya terbebas dari kesulitan, orang itu tentu mencintainya. Sebaliknya, orang yang hanya menerima, tidak pernah memberi, dan terus mengambil keuntungan dari orang lain, meskipun memiliki harta atau kekuasaan sebesar apa pun, mungkin dikelilingi orang hanya karena mereka mengharapkan keuntungan. Ketika keuntungan itu habis, orang-orang itu pun pergi. Karena itu, cinta yang timbul dari memberi dengan tulus lebih kokoh daripada cinta yang dibeli dengan kekuasaan atau keuntungan.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, pelajar yang membagikan makanan ringan atau alat tulisnya kepada teman yang kekurangan, walaupun sebagian hatinya ingin menyimpannya untuk dipakai sendiri, disebut telah sekali menang berperang melawan kekikiran dalam dirinya. Orang dewasa yang merelakan waktu istirahatnya untuk membantu pekerjaan bersama, atau menyumbangkan harta untuk menolong korban bencana, walaupun dirinya sendiri tidak berkelimpahan, juga merupakan prajurit yang berani di medan pemberian. Kemenangan di medan perang membawa permusuhan dan kerugian, tetapi kemenangan dalam memberi membawa persahabatan, kepuasan batin, dan jasa kebajikan yang tidak dapat direbut oleh siapa pun.

สรุปKesimpulannya: Orang yang ingin menjadi orang yang murah hati hendaknya selalu berlatih memberi, memberi sesuai dengan kemampuannya, tanpa perlu menunggu memiliki banyak terlebih dahulu baru memberi, karena setiap kali memberi adalah latihan keberanian dan latihan mengalahkan kekotoran batin di dalam diri sendiri. Bila telah terlatih, ia akan menjadi orang yang berjiwa luhur dan dapat menjadi tempat bergantung bagi orang lain. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Dānañca yuddhañca samānamāhu
Dikatakan bahwa berdana dan berperang itu sama

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก