เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง
เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง
อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.
อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "memberi dengan memilih" dalam kata mutiara ini berarti memberi dengan kebijaksanaan, yaitu tahu menimbang sebelum memberi, kepada siapa sebaiknya memberi, apa yang sebaiknya diberikan, dan kapan sebaiknya memberi, bukan memberi secara sembarangan atau memberi mengikuti perasaan tanpa berpikir. Sang Buddha yang telah pergi dengan baik, yang disebut "Sang Sugata", memuji pemberian yang disertai pertimbangan seperti ini, karena membuat dana itu sangat bermanfaat baik bagi pemberi maupun penerima.
ขยายความบทตั้งMemberi dengan memilih bagaikan petani yang memilih menabur benih di sawah yang baik. Bila tanahnya subur dan airnya cukup, benih itu tentu tumbuh subur dan menghasilkan banyak. Bila ditabur di atas batu atau tanah yang kering, benih itu sia-sia. Memberi pun demikian. Bila diberikan kepada orang yang memiliki sila dan Dhamma, orang yang menggunakannya untuk hal yang baik, atau orang yang benar-benar kekurangan, dana itu tentu membuahkan hasil yang besar. Tetapi bila diberikan kepada orang yang akan menggunakannya untuk hal yang merosot, misalnya memberikan uang kepada orang yang akan membelikannya minuman keras atau berjudi, pemberian itu justru berubah menjadi dukungan terhadap kejahatan tanpa disadari.
ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang bijak memahami bahwa membahagiakan orang lain, baik dengan memberi, menolong, maupun tidak menyakiti, menjadi sebab dirinya sendiri memperoleh kebahagiaan pula. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta:
อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "orang bijaksana" berarti orang yang memiliki kebijaksanaan, mengetahui apa yang bermanfaat dan apa yang tidak bermanfaat. Adapun "yang memberikan kebahagiaan" berarti orang yang membuat orang lain berbahagia, baik dengan memberikan barang, dengan menolong, maupun dengan tidak menyakiti. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang memiliki kebijaksanaan yang memberikan kebahagiaan kepada orang lain akan memperoleh kebahagiaan sebagai balasannya, sesuai dengan prinsip bahwa sebab yang bagaimana dibuat, hasil yang demikianlah yang diperoleh.
อธิบายบทเชื่อม ๑Digunakannya kata "orang bijaksana yang memberikan" adalah karena memberikan kebahagiaan yang sejati memerlukan kebijaksanaan. Si pemberi harus mengetahui bahwa kebahagiaan yang diberikannya adalah kebahagiaan yang baik, bukan kebahagiaan yang membawa kepada kemerosotan. Misalnya, mengajak teman pergi berfoya-foya dan berkumpul tanpa tujuan, meskipun teman itu merasa senang, bukanlah memberikan kebahagiaan yang benar. Adapun memberikan kebahagiaan dengan kebijaksanaan adalah membuat orang lain merasa tenang, aman, dan berkembang. Bila memberi seperti ini, si pemberi memperoleh kebahagiaan sejak saat memberi, yaitu kepuasan batin, dan memperoleh kebahagiaan di kemudian hari, yaitu cinta, rasa hormat, dan bantuan dari orang lain.
ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang ingin menolong korban bencana hendaknya menimbang apa yang dibutuhkan oleh para korban, lalu memberikan apa yang sesuai dengan kebutuhan itu. Orang tua yang memberikan uang kepada anaknya juga hendaknya menimbang apakah anaknya akan menggunakannya untuk hal yang bermanfaat atau tidak. Pelajar yang hendak membantu temannya mengerjakan pekerjaan rumah hendaknya membantu menjelaskan agar temannya mengerti, daripada membiarkannya menyalin jawaban, karena membiarkan menyalin tampaknya seperti memberi, tetapi sesungguhnya membuat temannya kehilangan kesempatan untuk belajar. Inilah contoh memberi dengan memilih menggunakan kebijaksanaan.
สรุปKesimpulannya: Pemberian yang mulia harus disertai baik oleh hati yang rela berkorban maupun oleh kebijaksanaan yang tahu menimbang. Orang yang memberi dengan kebijaksanaan tidak akan tertipu, harta yang direlakannya tidak akan sia-sia, dan kebaikan yang dilakukannya akan membawa manfaat sepenuhnya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:
ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.