ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — นักธรรมชั้นตรี มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
นักธรรมชั้นตรี · สนามหลวงกำหนดให้อ้างสุภาษิตมาประกอบอย่างน้อย ๑ บท และเขียนไม่น้อยกว่า ๒ หน้ากระดาษ · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา และไม่ซ้ำกับบทตั้ง · บทเชื่อมใช้เฉพาะสุภาษิตในพุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๑
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
นักธรรมชั้นตรี · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๔๔ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Dadaṃ piyo hoti bhajanti naṃ bahū
Pemberi dana disayangi; banyak orang bergaul dengannya
(Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta 22/43)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini menyebutkan dua hasil dari memberi. Pertama, orang yang memberi akan dicintai, yaitu disayangi dan disukai oleh semua orang. Kedua, banyak orang akan bergaul dengannya, yaitu ada banyak orang yang ingin mendekatinya, ingin bergaul dengannya, dan senang hidup bersamanya. Kedua hasil ini timbul karena memberi membuat orang lain memperoleh manfaat dan kebahagiaan. Ketika seseorang memperoleh kebahagiaan dari orang tertentu, ia tentu mencintai dan ingin bergaul dengan orang itu.

ขยายความบทตั้งDalam sutta yang menjadi sumber kata mutiara ini, Sang Buddha menunjukkan banyak manfaat dari memberi, seperti orang yang memberi dicintai oleh banyak orang, orang-orang baik bergaul dengannya, nama baiknya tersebar luas, ke mana pun ia memasuki suatu pertemuan ia penuh percaya diri dan tidak canggung, dan ketika meninggal dunia ia pergi ke alam bahagia (sugati). Dapat dilihat bahwa dicintai dan memiliki banyak orang yang bergaul dengannya adalah hasil yang dapat dilihat dalam kehidupan sekarang ini juga, tanpa perlu menunggu kehidupan berikutnya, dan orang-orang yang bergaul dengan orang yang memberi pun biasanya adalah orang baik, karena orang baik tentu menghargai kebaikan satu sama lain.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Pemberian bagaikan benang yang mengikat hati orang satu sama lain. Orang yang tahu memberi dan berbagi dapat mengikat persahabatan dengan sesama, sehingga terjalin hubungan yang baik dan ada sahabat yang siap menolong. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "persahabatan" berarti sikap bersahabat, rasa sayang, dan saling berharap baik satu sama lain. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang memberi dapat mengikat persahabatan, yaitu memberi bagaikan tali yang mengikat hati orang-orang menjadi satu, sehingga menimbulkan hubungan yang baik. Orang yang memberi tentu memiliki teman, dan teman-teman itu pun siap menolongnya pada saat ia membutuhkan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Memberi yang dapat mengikat persahabatan tidak hanya berarti memberikan harta dan barang. Memberikan ucapan yang baik, memberikan waktu, memberikan bantuan dengan tenaga, memberikan maaf, dan memberikan semangat, semuanya merupakan pemberian yang dapat mengikat hati orang. Ajaran yang disebut empat dasar simpati (saṅgahavatthu) juga menempatkan memberi sebagai butir yang pertama, yang menunjukkan bahwa memberi adalah inti dari membangun persahabatan. Sebaliknya, orang yang kikir, tidak pernah berbagi, dan hanya berpikir untuk mengambil dari orang lain, sulit menemukan sahabat sejati, karena tidak ada sesuatu pun yang mengikat hati orang.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, guru yang mencurahkan seluruh tenaganya untuk memberikan pengetahuan kepada murid-muridnya tanpa menyembunyikan ilmunya tentu dicintai oleh murid-muridnya, dan murid-murid itu pun mengenangnya meskipun telah lama lulus. Pemimpin masyarakat yang merelakan waktu dan hartanya untuk membangun desa tentu dicintai oleh warga desa, dan ketika ia hendak melakukan sesuatu, banyak orang datang bekerja sama. Pelajar yang murah hati dan suka membantu orang lain tentu memiliki banyak teman dan dipercaya oleh gurunya.

สรุปKesimpulannya: Orang yang ingin dicintai oleh orang lain tidak perlu mencari jimat atau pemikat apa pun, cukup dengan selalu menjadi orang yang memberi, memberi dengan tulus sesuai dengan kemampuannya, maka cinta dan persahabatan akan datang dengan sendirinya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Dadaṃ piyo hoti bhajanti naṃ bahū
Pemberi dana disayangi; banyak orang bergaul dengannya

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก