ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — นักธรรมชั้นตรี มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
นักธรรมชั้นตรี · สนามหลวงกำหนดให้อ้างสุภาษิตมาประกอบอย่างน้อย ๑ บท และเขียนไม่น้อยกว่า ๒ หน้ากระดาษ · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา และไม่ซ้ำกับบทตั้ง · บทเชื่อมใช้เฉพาะสุภาษิตในพุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๑
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
นักธรรมชั้นตรี · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๖๐๕ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Seṭṭhandado seṭṭhamupeti ṭhānaṃ
Orang yang memberi hal yang luhur akan mencapai kedudukan yang luhur
(Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta 22/56)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "hal yang mulia" berarti sesuatu yang sangat baik dan bernilai tinggi. Adapun "kedudukan yang mulia" berarti keadaan atau posisi yang baik, dihormati, dan berbahagia. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang memberikan hal yang mulia akan mencapai kedudukan yang mulia, yaitu nilai dari apa yang diberikan dan kebaikan hati si pemberi akan mengangkat kedudukan si pemberi menjadi lebih tinggi pula.

ขยายความบทตั้งHal mulia yang patut diberikan memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan pertama adalah benda atau barang yang baik dan bermanfaat. Tingkatan yang lebih tinggi adalah memberikan pengetahuan, memberikan kesempatan, dan memberikan maaf, yang membantu meningkatkan kehidupan si penerima. Dan tingkatan tertinggi adalah memberikan Dhamma, yaitu menunjukkan jalan yang benar agar orang lain terbebas dari penderitaan. Orang yang memberikan hal yang mulia seperti ini tentu dihormati dan dihargai oleh banyak orang, dan dipercaya untuk menempati kedudukan yang tinggi, karena ia telah membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang lebih memikirkan manfaat bagi orang lain daripada manfaat bagi dirinya sendiri.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang rela memberikan barang baik yang ia sukai kepada orang lain akan menerima akibat yang baik dan menyenangkan, sebab pemberian dengan hati yang rela seperti itu menjadi sebab datangnya hal yang menyenangkan. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "hal yang menyenangkan" berarti sesuatu yang memuaskan, diinginkan, dan berharga di mata si pemberi sendiri. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang memberikan hal yang menyenangkan akan memperoleh hal yang menyenangkan sebagai balasannya, yaitu orang yang berani merelakan barang baik yang dicintai dan disukainya untuk diberikan kepada orang lain akan memperoleh hasil yang baik dan memuaskan pula. Dalam sutta yang menjadi sumber kata mutiara ini, ada seorang perumah tangga yang membawa barang-barang yang menurutnya paling baik dan paling menyenangkan untuk dipersembahkan, lalu Sang Buddha mengucapkan anumodanā dengan sabda ini.

อธิบายบทเชื่อม ๑Memberikan hal yang disukai sendiri adalah pemberian yang sulit, karena hal yang disukai adalah sesuatu yang masih ingin kita simpan. Memberikan barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi atau barang sisa, meskipun juga merupakan pemberian, belum banyak melawan kemelekatan di dalam pikiran. Adapun memberikan sesuatu yang dicintai menunjukkan pengorbanan yang sejati, dan menunjukkan rasa hormat kepada si penerima. Karena itu, hasil dari pemberian seperti ini pun menjadi besar. Si pemberi akan memperoleh hal-hal yang menyenangkan, baik dalam bentuk kebahagiaan batin, cinta dari orang lain, maupun jasa kebajikan yang membuahkan hal-hal yang diinginkan di kemudian hari.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang mengabdikan dirinya menjadi guru yang mengajar anak-anak miskin di daerah terpencil telah memberikan hal yang mulia, yaitu pengetahuan dan masa depan kepada anak-anak itu, sehingga tentu dihormati dan dijunjung oleh warga desa dan murid-muridnya selamanya. Orang yang mendonorkan darah atau organ tubuh untuk menyelamatkan nyawa orang lain telah memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada harta, sehingga tentu disanjung dan dipuji. Pemimpin yang memberikan keadilan dan keamanan kepada rakyatnya tentu memperoleh kesetiaan dan rasa hormat dari rakyatnya dengan sungguh-sungguh.

สรุปKesimpulannya: Orang yang menginginkan kemajuan dan kedudukan yang baik dalam hidup hendaknya tidak mencarinya dengan berebut dan bersaing dengan orang lain, tetapi hendaknya menjadi orang yang memberikan hal terbaik yang dimilikinya, baik harta, pengetahuan, tenaga, maupun ketulusan hati. Bila telah memberikan hal yang mulia, kedudukan yang mulia akan datang dengan sendirinya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Seṭṭhandado seṭṭhamupeti ṭhānaṃ
Orang yang memberi hal yang luhur akan mencapai kedudukan yang luhur

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก