ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — นักธรรมชั้นตรี มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
นักธรรมชั้นตรี · สนามหลวงกำหนดให้อ้างสุภาษิตมาประกอบอย่างน้อย ๑ บท และเขียนไม่น้อยกว่า ๒ หน้ากระดาษ · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา และไม่ซ้ำกับบทตั้ง · บทเชื่อมใช้เฉพาะสุภาษิตในพุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๑
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
นักธรรมชั้นตรี · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๘๗ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Dadato puññaṃ pavaḍḍhati
Bila seseorang berdana, kebajikan bertambah
(Dīgha Nikāya, Mahāvagga 10/159)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa ketika memberi, jasa kebajikan pun bertambah. Kata "jasa kebajikan" (puñña) berarti kebaikan yang membersihkan pikiran dan menjadi sebab kebahagiaan. Setiap kali seseorang memberi dengan hati yang rela berkorban, jasa kebajikan timbul di dalam pikirannya dan terus bertambah sedikit demi sedikit, bagaikan air yang menetes ke dalam tempayan setetes demi setetes, meskipun sedikit, tetapi bila terus menetes, tempayan itu pun dapat menjadi penuh.

ขยายความบทตั้งDikatakan bahwa jasa kebajikan bertambah ketika memberi karena pada saat memberi, pikiran si pemberi telah melepaskan sebagian kekikirannya, keserakahan, yang merupakan kekotoran batin yang membuat pikiran sempit, pun menipis, sehingga pikiran menjadi lapang dan jernih. Inilah jasa kebajikan yang dapat dilihat dalam kehidupan sekarang. Makin sering memberi, memberi makin menjadi kebiasaan, dan pikiran pun makin teguh dalam kebaikan. Sabda Sang Buddha ini muncul berpasangan dengan pernyataan bahwa bagi orang yang mengendalikan diri, permusuhan tidak tertimbun, yang menunjukkan bahwa memberi membuat kebaikan bertambah, sedangkan pengendalian diri membuat kejahatan tidak timbul. Keduanya merupakan pasangan dalam menjalani kehidupan yang baik.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Buah pemberian tidak hanya bergantung pada jumlah atau harga barang yang diberikan, tetapi pada batin si pemberi. Sekalipun pemberiannya kecil, bila diberikan dengan batin yang berkeyakinan, buahnya tetap besar. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Vimānavatthu:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa hasil dari berdana tidak hanya bergantung pada jumlah atau harga barang yang diberikan, tetapi terutama bergantung pada pikiran si pemberi. Kata "pikiran yang berkeyakinan" berarti pikiran yang jernih oleh keyakinan (saddhā), percaya pada jasa kebajikan, dan bergembira dalam memberi. Adapun "persembahan" (dakkhiṇā) berarti pemberian yang diberikan dengan rasa hormat, atau diberikan untuk menghormati kebajikan. Ketika pikiran si pemberi telah berkeyakinan, dana itu sama sekali tidak dapat disebut dana yang sedikit.

อธิบายบทเชื่อม ๑Hal ini terjadi karena jasa kebajikan timbul di dalam pikiran. Pemberian yang disertai niat baik pada tiga saat, yaitu sebelum memberi merasa gembira, ketika memberi pikiran jernih, dan setelah memberi merasa puas tanpa menyesal, akan membuahkan hasil yang besar. Sebaliknya, barang yang banyak tetapi diberikan dengan terpaksa, diberikan karena ingin dipuji, atau setelah diberikan kemudian disesali, membuat pikiran menjadi keruh, dan hasil dana itu pun berkurang sesuai dengan kekeruhan pikiran itu. Karena itu, orang miskin yang memiliki keyakinan dapat berbuat jasa kebajikan tidak kalah dengan orang kaya, asalkan ia memberi dengan pikiran yang murni.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang mulai mempersembahkan dana makanan kepada bhikkhu yang berpindapata hanya satu sendok nasi setiap hari, bila melakukannya dalam waktu lama, hatinya akan menjadi penuh sukacita dan ingin menambah kebaikan-kebaikan lain, seperti membantu pekerjaan di vihara, menjalankan sila, atau menyumbang untuk membantu masyarakat. Pelajar yang membantu guru membawakan barang atau membantu teman merapikan ruang kelas, bila sering melakukannya, akan menjadi orang yang murah hati yang disukai oleh semua orang. Karena itu, memberi walaupun hanya sedikit tetapi secara teratur dapat membangun jasa kebajikan yang sangat besar dalam jangka panjang.

สรุปKesimpulannya: Orang yang menginginkan jasa kebajikan hendaknya tidak menunggu memiliki banyak harta terlebih dahulu baru berbuat, tetapi hendaknya rajin memberi sesuai dengan kemampuannya pada setiap kesempatan, karena setiap kali memberi, jasa kebajikan langsung bertambah, dan jasa kebajikan itu adalah harta yang mengikuti dirinya ke mana pun ia pergi. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Dadato puññaṃ pavaḍḍhati
Bila seseorang berdana, kebajikan bertambah

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก