ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — นักธรรมชั้นตรี มี ๔๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
นักธรรมชั้นตรี · สนามหลวงกำหนดให้อ้างสุภาษิตมาประกอบอย่างน้อย ๑ บท และเขียนไม่น้อยกว่า ๒ หน้ากระดาษ · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา และไม่ซ้ำกับบทตั้ง · บทเชื่อมใช้เฉพาะสุภาษิตในพุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๑
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
นักธรรมชั้นตรี · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๗๐ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Pāpaṃ pāpena sukaraṃ
Orang buruk melakukan keburukan dengan mudah
(Vinaya Piṭaka, Cullavagga 7/195)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "orang jahat" berarti orang yang memiliki kebiasaan suka berbuat jahat, yang pikirannya sudah terbiasa dengan hal-hal yang tidak baik. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa kejahatan adalah sesuatu yang mudah dilakukan oleh orang jahat, yaitu bagi orang yang pikirannya sudah terbiasa dengan kejahatan, berbuat jahat sama sekali bukan hal yang sulit. Ia melakukannya tanpa ragu, tanpa malu, dan tanpa merasa bersalah. Sabda Sang Buddha ini terdapat dalam syair yang menyatakan bahwa kebaikan mudah dilakukan oleh orang baik, kebaikan sulit dilakukan oleh orang jahat, kejahatan mudah dilakukan oleh orang jahat, dan kejahatan sulit dilakukan oleh para ariya.

ขยายความบทตั้งOrang jahat mudah berbuat jahat karena kebiasaan, bagaikan air yang selalu mengalir mengikuti alur yang lama. Pikiran yang terbiasa berbuat jahat pun mudah mengalir menuju kejahatan. Makin banyak berbuat jahat, rasa malu berbuat jahat dan rasa takut akan akibat perbuatan jahat pun makin memudar, hingga pada akhirnya ia tidak lagi melihat bahwa kejahatan adalah hal yang tidak baik. Sebaliknya, orang baik yang menjaga pikirannya tetap bersih tentu merasa bahwa berbuat jahat adalah hal yang sulit, karena ada hiri dan ottappa yang mencegahnya. Karena itu, kebaikan dan kejahatan adalah soal melatih pikiran; melatih ke arah mana, terampil ke arah itulah.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang tidak memegang kejujuran dan terbiasa berdusta siap melakukan kejahatan apa pun, sebab ia telah membuang penjaga kebaikan yang paling penting. Hal ini sesuai dengan makna sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "dusta" berarti kebohongan, yaitu berbohong atau berbicara tidak sesuai dengan kenyataan untuk menipu orang lain. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa bagi orang yang terbiasa berdusta, tidak ada kejahatan yang tidak akan ia lakukan; artinya, orang yang tidak menjaga kejujuran siap melakukan kejahatan apa pun, karena ia telah membuang jaminan yang paling penting bagi kebaikan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam Dhammapada, Sang Buddha bersabda bahwa orang yang melanggar satu dhamma, yaitu kejujuran, yang biasa berdusta, dan yang tidak memedulikan alam kehidupan berikutnya, tidak ada kejahatan yang tidak akan ia lakukan. Alasannya adalah bahwa berbohong merupakan alat untuk menutupi segala kejahatan. Orang yang berbuat salah lalu berani berbohong akan mengira bahwa ia dapat menutupi kesalahannya, sehingga ia berani terus-menerus berbuat salah. Adapun orang yang menjaga kejujuran, ketika berbuat salah, akan mengakuinya, sehingga kesalahan tidak menumpuk. Kejujuran bagaikan pintu yang membendung segala kejahatan; ketika pintu ini jebol, kejahatan-kejahatan lain dapat masuk dengan mudah.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang berbohong hingga menjadi kebiasaan dapat mengarang cerita palsu dengan lancar tanpa merasa bersalah, sedangkan orang yang selalu berkata jujur, meskipun mencoba berbohong, akan merasa tidak nyaman. Orang yang pertama kali melakukan korupsi mungkin tangannya gemetar, tetapi pada kali-kali berikutnya ia dapat melakukannya dengan sangat mudah. Pelajar yang bergaul dengan teman yang tidak baik lalu mulai membolos pun mungkin menjadi orang yang dapat membolos tanpa memedulikan akibat buruk apa pun.

สรุปKesimpulannya: Orang yang ingin menjadi orang baik harus berhati-hati agar pikirannya tidak terbiasa dengan kejahatan, bahkan sejak kali pertama, dan hendaknya melatih diri berbuat kebaikan hingga menjadi kebiasaan, agar kebaikan menjadi sesuatu yang mudah dilakukan, sedangkan kejahatan menjadi sesuatu yang sulit dilakukan bagi dirinya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Pāpaṃ pāpena sukaraṃ
Orang buruk melakukan keburukan dengan mudah

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก