เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง
เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง
อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.
อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "dusta" berarti kebohongan, yaitu berbohong atau berbicara tidak sesuai dengan kenyataan untuk menipu orang lain. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa bagi orang yang terbiasa berdusta, tidak ada kejahatan yang tidak akan ia lakukan; artinya, orang yang tidak menjaga kejujuran siap melakukan kejahatan apa pun, karena ia telah membuang jaminan yang paling penting bagi kebaikan.
ขยายความบทตั้งDalam Dhammapada, Sang Buddha bersabda bahwa orang yang melanggar satu dhamma, yaitu kejujuran, yang biasa berdusta, dan yang tidak memedulikan alam kehidupan berikutnya, tidak ada kejahatan yang tidak akan ia lakukan. Alasannya adalah bahwa berbohong merupakan alat untuk menutupi segala kejahatan. Orang yang berbuat salah lalu berani berbohong akan mengira bahwa ia dapat menutupi kesalahannya, sehingga ia berani terus-menerus berbuat salah. Adapun orang yang menjaga kejujuran, ketika berbuat salah, akan mengakuinya, sehingga kesalahan tidak menumpuk. Kejujuran bagaikan pintu yang membendung segala kejahatan; ketika pintu ini jebol, kejahatan-kejahatan lain dapat masuk dengan mudah.
ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Bagi orang yang batinnya sudah terbiasa dengan keburukan, melakukan keburukan bukanlah hal yang sulit. Ia melakukannya tanpa ragu, tanpa malu, dan tanpa merasa bersalah, sebab keburukan telah menjadi wataknya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Vinaya Piṭaka, Cullavagga:
อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "orang jahat" berarti orang yang memiliki kebiasaan suka berbuat jahat, yang pikirannya sudah terbiasa dengan hal-hal yang tidak baik. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa kejahatan adalah sesuatu yang mudah dilakukan oleh orang jahat, yaitu bagi orang yang pikirannya sudah terbiasa dengan kejahatan, berbuat jahat sama sekali bukan hal yang sulit. Ia melakukannya tanpa ragu, tanpa malu, dan tanpa merasa bersalah. Sabda Sang Buddha ini terdapat dalam syair yang menyatakan bahwa kebaikan mudah dilakukan oleh orang baik, kebaikan sulit dilakukan oleh orang jahat, kejahatan mudah dilakukan oleh orang jahat, dan kejahatan sulit dilakukan oleh para ariya.
อธิบายบทเชื่อม ๑Orang jahat mudah berbuat jahat karena kebiasaan, bagaikan air yang selalu mengalir mengikuti alur yang lama. Pikiran yang terbiasa berbuat jahat pun mudah mengalir menuju kejahatan. Makin banyak berbuat jahat, rasa malu berbuat jahat dan rasa takut akan akibat perbuatan jahat pun makin memudar, hingga pada akhirnya ia tidak lagi melihat bahwa kejahatan adalah hal yang tidak baik. Sebaliknya, orang baik yang menjaga pikirannya tetap bersih tentu merasa bahwa berbuat jahat adalah hal yang sulit, karena ada hiri dan ottappa yang mencegahnya. Karena itu, kebaikan dan kejahatan adalah soal melatih pikiran; melatih ke arah mana, terampil ke arah itulah.
ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, anak yang berbohong kepada orang tuanya bahwa ia pergi les, padahal sebenarnya pergi bermain, setelah berkali-kali berhasil berbohong, mungkin berani melakukan hal yang lebih serius, misalnya mencuri uang atau bergaul dengan orang yang tidak baik. Orang yang bekerja lalu berbohong tentang angka-angka dalam laporan kemudian dapat terjerumus ke dalam kecurangan besar. Karena itu, kebohongan yang pertama sering menjadi titik awal dari banyak kejahatan lainnya.
สรุปKesimpulannya: Orang yang ingin menjaga kebaikannya harus menjaga kejujuran dengan teguh dan tidak berdusta meskipun dalam hal kecil, karena kejujuran adalah landasan yang menopang segala kebajikan. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:
ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.