ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — นักธรรมชั้นโท มี ๒๙ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
นักธรรมชั้นโท · สนามหลวงกำหนดให้อ้างสุภาษิตมาประกอบอย่างน้อย ๒ บท และเขียนไม่น้อยกว่า ๓ หน้ากระดาษ · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา และไม่ซ้ำกับบทตั้ง · บทเชื่อมใช้เฉพาะสุภาษิตในพุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๒
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๒ บท · ลำดับที่กดเลือก = ลำดับในเรียงความ · ครบแล้วต้องเอาบทเดิมออกก่อนจึงเลือกบทอื่นได้ · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
นักธรรมชั้นโท · บทเชื่อม ๒ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๘๙๙ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Satthuno vacanovādaṃKarotiyeva khantiko
Paramāya ca pūjāyaJinaṃ pūjeti khantiko
Mereka yang sabar berarti telah mengikuti ajaran Sang Buddha, dan mereka yang sabar berarti telah memuja Sang Buddha dengan persembahan tertinggi
(Buku Paritta Kerajaan (Suat Mon Chabap Luang, cetakan ke-5))

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: "Sang Penakluk" (Jina) berarti Sang Buddha, yang telah menaklukkan semua kekotoran batin. Kata mutiara ini menunjukkan bahwa kesabaran dan ketahanan adalah pelaksanaan langsung ajaran Sang Buddha dan bentuk penghormatan yang lebih berharga daripada penghormatan dengan benda.

ขยายความบทตั้งDalam Ovāda Pātimokkha, rangkuman inti ajaran Buddha, Sang Buddha bersabda bahwa kesabaran dan ketahanan adalah praktik pertapaan tertinggi. Orang yang sabar karena itu dikatakan menjalankan nasihat Sang Guru. Selain itu, kesabaran merupakan landasan untuk menjalankan ajaran lainnya, karena meninggalkan kejahatan, berbuat baik, dan memurnikan batin semuanya memerlukan kesabaran terhadap kesulitan dan terhadap godaan kekotoran batin.

ขยายความบทตั้งAda dua jenis penghormatan: āmisa-pūjā, penghormatan dengan persembahan benda seperti bunga, dupa, dan lilin, serta paṭipatti-pūjā, penghormatan dengan mempraktikkan ajaran. Agama Buddha memuji penghormatan dengan praktik sebagai penghormatan tertinggi, karena itulah yang dikehendaki Sang Buddha terwujud dalam kehidupan orang-orang. Orang yang dengan sabar menahan diri dari menyakiti orang lain, meskipun tidak mempersembahkan banyak benda, dikatakan menghormati Sang Buddha dengan penghormatan yang paling luhur. Namun persembahan benda tetap bernilai bila dilakukan dengan hati yang hormat dan sebagai pengingat untuk berlatih.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang sabar yang mampu menahan diri membawa manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, sebab ia tidak menimbulkan perselisihan, dan ia pun berada di jalan menuju surga dan nibbana. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Buku Paritta Kerajaan (Suat Mon Chabap Luang, cetakan ke-5):

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: "Khanti" berarti kesabaran dan ketahanan, terhadap kesulitan, terhadap sakit hati, dan terhadap godaan yang mendorong kita berbuat salah. Kata mutiara ini menunjukkan bahwa kesabaran adalah kebajikan dengan manfaat yang luas, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam Dhamma yang lebih tinggi.

อธิบายบทเชื่อม ๑Kesabaran bermanfaat bagi diri sendiri karena membantu menghindari kesalahan yang dibuat dalam kemarahan, mencegah penyesalan di kemudian hari, dan membantu menuntaskan pekerjaan yang sulit hingga berhasil. Kesabaran juga bermanfaat bagi orang lain, karena orang yang sabar tidak membalas dengan kekerasan, tidak membiarkan pertikaian meluas, dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk memperbaiki diri. Kedamaian dalam keluarga, di tempat kerja, dan dalam masyarakat karena itu bertumpu pada kesabaran sebagai landasan penting.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dikatakan bahwa orang yang sabar telah menapaki jalan menuju surga dan Nibbāna karena kesabaran merupakan landasan untuk menjalankan sila, berlatih konsentrasi, dan mengembangkan kebijaksanaan. Orang yang tidak sabar sulit menjaga sila ketika dipancing, tidak dapat bermeditasi lama ketika muncul rasa lelah, dan tidak dapat melepaskan kekotoran batin ketika kekotoran itu menuntut. Kesabaran karena itu bagaikan tangga yang membantu naik selangkah demi selangkah menuju kebaikan yang lebih tinggi. Meski demikian, kesabaran tidak berarti membiarkan orang lain menyakiti kita tanpa melindungi diri; kesabaran berarti tidak membiarkan emosi menuntun kita kepada kejahatan.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang mampu menahan amarah dan kata-kata yang menyakitkan, sumber pertengkaran akan terputus hingga ke akarnya, sehingga perbuatan jahat yang dapat timbul dari perselisihan tidak memiliki kesempatan untuk muncul. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Buku Paritta Kerajaan (Suat Mon Chabap Luang, cetakan ke-5):

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata mutiara ini membandingkan kejahatan dan pertikaian dengan pohon yang berakar, dan kesabaran dengan alat yang memotong serta menggali akar itu, sehingga kejahatan tidak dapat tumbuh lagi.

อธิบายบทเชื่อม ๒Banyak kejahatan berakar pada ketidakmampuan batin menanggung emosinya. Ketika marah dan tidak tahan, orang memaki atau menyakiti; ketika menginginkan sesuatu dan tidak tahan, orang mencuri atau menipu; ketika dipancing dan tidak tahan, orang membalas hingga masalah menjadi serius. Kesabaran berfungsi seperti rem, menghentikan batin sebelum emosi berubah menjadi tindakan. Ketika batin dapat berhenti, akar kejahatan terpotong dan tidak berkesempatan bercabang menjadi perbuatan salah yang lebih besar.

อธิบายบทเชื่อม ๒Adapun celaan dan pertengkaran biasanya timbul karena tidak ada pihak yang mau bersabar. Yang satu berbicara kasar, yang lain membalas lebih kasar lagi, dan pertikaian terus meningkat. Orang yang sabar tidak menambah bahan bakar ke dalam api. Bila seseorang tidak membalas dengan emosi, pertengkaran tidak dapat berlanjut, dan ia tidak melakukan sesuatu yang kelak dicela. Kesabaran di sini karena itu bukan memendam perasaan, melainkan menahan tindakan yang lahir dari emosi, lalu memecahkan masalah dengan akal sehat setelah batin tenang.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, orang yang pergi ke vihara untuk bersujud tetapi pulang ke rumah masih mudah marah dan berkata-kata menyakitkan kepada keluarganya belum sungguh-sungguh menghormati Sang Buddha. Tetapi orang yang berlatih menahan diri ketika dipancing, tidak membalas dengan kekerasan, dan memaafkan orang lain, bahkan pada hari biasa ketika tidak pergi ke vihara, sedang menjalankan ajaran Sang Buddha. Siswa yang dengan sabar mempelajari bahkan pelajaran yang tidak disukainya demi menjalankan kewajibannya dengan baik juga sedang melatih kesabaran.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang menghormati Sang Buddha hendaknya menunjukkan penghormatannya melalui praktik, terutama dengan melatih kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Satthuno vacanovādaṃKarotiyeva khantiko
Paramāya ca pūjāyaJinaṃ pūjeti khantiko
Mereka yang sabar berarti telah mengikuti ajaran Sang Buddha, dan mereka yang sabar berarti telah memuja Sang Buddha dengan persembahan tertinggi

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก