ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — นักธรรมชั้นโท มี ๒๙ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
นักธรรมชั้นโท · สนามหลวงกำหนดให้อ้างสุภาษิตมาประกอบอย่างน้อย ๒ บท และเขียนไม่น้อยกว่า ๓ หน้ากระดาษ · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา และไม่ซ้ำกับบทตั้ง · บทเชื่อมใช้เฉพาะสุภาษิตในพุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๒
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๒ บท · ลำดับที่กดเลือก = ลำดับในเรียงความ · ครบแล้วต้องเอาบทเดิมออกก่อนจึงเลือกบทอื่นได้ · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
นักธรรมชั้นโท · บทเชื่อม ๒ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๑,๐๘๕ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
MattāsukhapariccāgāPasse ce vipulaṃ sukhaṃ
Caje mattāsukhaṃ dhīroSampassaṃ vipulaṃ sukhaṃ
Jika dengan melepaskan kebahagiaan kecil seseorang dapat melihat kebahagiaan yang besar, hendaknya orang bijak, yang melihat kebahagiaan besar itu, melepaskan kebahagiaan yang kecil
(Khuddaka Nikāya, Dhammapada 25/53)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan kita untuk tahu memilih kebahagiaan dengan kebijaksanaan. Kadang kebahagiaan yang lebih baik menuntut kita rela mengurangi sebagian kesenangan atau kenyamanan. Orang bijaksana karena itu tidak hanya melihat apa yang menyenangkan saat ini, tetapi menimbang apa yang akan membawa manfaat serta kedamaian dan kebahagiaan yang lebih besar.

ขยายความบทตั้ง"Kebahagiaan kecil" berarti kebahagiaan yang sedikit atau terbatas, seperti kesenangan dari makan, bepergian, atau berbelanja sesuka hati. Adapun "kebahagiaan yang besar" berarti kebahagiaan yang lebih agung, yang oleh kitab komentar dijelaskan sebagai kebahagiaan Nibbāna, yaitu kebahagiaan dari padamnya kekotoran batin dan terbebas dari penderitaan. Orang yang mengarah pada kebahagiaan seperti ini karena itu rela melepaskan kelekatan pada kebahagiaan kecil, lalu melatih diri dengan berdana, menjalankan sila, dan mengembangkan meditasi.

ขยายความบทตั้งBila pelajaran ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat bahwa kita tidak dapat menuruti semua keinginan diri lalu berharap hal-hal yang baik selalu terjadi. Jika ingin berpengetahuan, kita harus rela menyisihkan waktu dari bersenang-senang untuk belajar. Jika ingin memiliki uang untuk keperluan mendesak, kita harus mengurangi membeli barang yang tidak perlu. Jika ingin memiliki batin yang tenang, kita harus berlatih melepaskan keinginan untuk mengalahkan orang lain. Merelakan sesuatu karena itu bukan semata-mata kehilangan, melainkan membuka jalan bagi timbulnya hal yang lebih berharga.

ขยายความบทตั้งNamun demikian, melepaskan kebahagiaan kecil harus disertai kebijaksanaan, bukan memaksa diri hingga jatuh sakit atau melalaikan kewajiban yang patut dijalankan. Istirahat yang cukup dan kesenangan yang wajar tetap memiliki tempat dalam hidup. Yang penting adalah tahu batas dan menimbang apakah kebahagiaan yang sedang kita lekati itu menghalangi kebaikan atau manfaat yang lebih penting. Jika jelas terlihat bahwa dengan menguranginya hidup akan menjadi lebih baik, kita hendaknya melatih batin agar berani mengurangi, berani meninggalkan, dan berani melepaskan.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Nilai kehidupan tidak terletak pada panjangnya usia. Satu hari saja dalam kehidupan orang yang bijak dan merenungkan Dhamma lebih baik daripada seratus tahun kehidupan orang yang berkebijaksanaan rendah. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa nilai hidup tidak diukur dari panjangnya, melainkan dari kualitasnya, yaitu memiliki kebijaksanaan dan batin yang teguh.

อธิบายบทเชื่อม ๑"Tidak terpusat batinnya" berarti batin yang berserakan, terguncang oleh emosi, dan tanpa konsentrasi, sedangkan "tekun bermeditasi" berarti menggunakan batin yang tenang dan teguh untuk merenungkan segala sesuatu sebagaimana adanya. Orang yang hidup seratus tahun tanpa kebijaksanaan dan dengan batin yang berserakan mungkin menghabiskan seluruh hidupnya dalam kebodohan batin dan penderitaan tanpa memahami kehidupan, sedangkan orang bijaksana yang telah melihat kebenaran hidup, meskipun hanya sehari, telah memperoleh sesuatu yang lebih berharga.

อธิบายบทเชื่อม ๑Pernyataan ini adalah perbandingan untuk menekankan nilai kebijaksanaan dan konsentrasi; bukan berarti hidup yang panjang tidak bernilai, dan bukan pula mendorong keinginan untuk hidup singkat. Sebaliknya, orang yang memahami kata mutiara ini melihat setiap hari hidupnya sebagai kesempatan berharga untuk mengembangkan kebijaksanaan dan melatih batin, sehingga tidak membiarkannya berlalu sia-sia.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang dituntun oleh kebijaksanaan, kualitas baik lainnya pun mudah menyertainya, sebab kebijaksanaan membuatnya tahu apa yang patut dijaga dan apa yang patut ditinggalkan. Karena itu, orang bijak menjunjung kebijaksanaan di atas segala kualitas lainnya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Cattālīsanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata mutiara ini memuji kebijaksanaan sebagai cahaya yang menuntun hidup, yang membantu kita mengetahui apa yang patut dilakukan, apa yang patut dihindari, dan apa yang meskipun menyenangkan hari ini, dapat membawa kesusahan di kemudian hari.

อธิบายบทเชื่อม ๒Sebagaimana di malam hari bulan bersinar terang menonjol di tengah bintang-bintang, demikian pula kebijaksanaan menerangi jalan hidup. Bila memiliki kebijaksanaan, kita tidak hanya melihat apa yang kita inginkan, tetapi juga menimbang apakah hal itu diperoleh dengan cara yang benar; tidak hanya melihat apakah suatu ucapan memuaskan hati, tetapi juga memikirkan apakah ucapan itu akan menyakiti seseorang. Kebijaksanaan karena itu membantu kita memilih jalan yang baik, meskipun kadang jalan itu menuntut kesabaran dan pengorbanan.

อธิบายบทเชื่อม ๒Dikatakan bahwa sila, kemuliaan, dan sifat-sifat orang baik mengikuti orang bijaksana berarti bahwa orang yang tahu menimbang sebab dan alasan akan melihat nilai perilaku yang baik. Orang bijaksana melihat bahwa menyakiti membawa kesusahan, sehingga bertekad menjalankan sila; ia melihat nilai kejujuran, cinta kasih, dan rasa terima kasih, sehingga menerapkan sifat-sifat orang baik. Adapun kemuliaan, yaitu keanggunan atau kejayaan, juga didukung oleh kemampuan menjalani hidup dengan tepat. Kebijaksanaan karena itu membantu segala kebajikan membuahkan manfaat dalam kehidupan nyata.

อธิบายบทเชื่อม ๒Kebijaksanaan yang dipuji oleh kata mutiara ini bukanlah kepintaran dalam menipu atau memanfaatkan orang lain. Orang yang pandai mencari cara berbuat curang dengan licin mungkin cerdik, tetapi belum memiliki pemahaman akan bahaya perbuatannya. Orang bijaksana karena itu harus tahu menimbang manfaat sekaligus kebenaran, tidak rela menukar kejujuran dengan keuntungan sementara, dan tidak menggunakan kemampuannya untuk menimbulkan penderitaan bagi siapa pun.

ตัวอย่างในชีวิตSiswa yang mengurangi waktu bermain gim lalu menyisihkannya untuk membaca buku berkesempatan memahami pelajaran lebih baik. Orang yang mengurangi pengeluaran berlebihan memiliki sisa uang untuk hal-hal yang perlu. Orang yang menyisihkan sebagian waktunya untuk merawat orang tua atau menolong mereka yang kesusahan melatih rasa terima kasih dan cinta kasih. Bahkan orang yang sedang marah, jika rela melepaskan kepuasan untuk mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, membantu menjaga perasaan orang lain dan mengurangi sebab permusuhan. Semua ini adalah latihan memilih manfaat yang lebih besar daripada kepuasan sesaat diri sendiri.

สรุปKesimpulannya: Maka kita hendaknya selalu bertanya kepada hati sendiri: apakah yang sedang kita pilih hanya memberi kesenangan, atau juga membantu hidup menjadi lebih baik? Ketika melihat manfaat yang lebih besar, hendaknya berlatih berkorban dengan pengertian, tidak membiarkan kelekatan pada kenyamanan menghambat perbuatan baik. Mampu melepaskan sedikit demi sedikit adalah latihan batin agar siap melangkah menuju kedamaian dan kebahagiaan yang semakin halus. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

MattāsukhapariccāgāPasse ce vipulaṃ sukhaṃ
Caje mattāsukhaṃ dhīroSampassaṃ vipulaṃ sukhaṃ
Jika dengan melepaskan kebahagiaan kecil seseorang dapat melihat kebahagiaan yang besar, hendaknya orang bijak, yang melihat kebahagiaan besar itu, melepaskan kebahagiaan yang kecil

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก