ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — นักธรรมชั้นโท มี ๒๙ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
นักธรรมชั้นโท · สนามหลวงกำหนดให้อ้างสุภาษิตมาประกอบอย่างน้อย ๒ บท และเขียนไม่น้อยกว่า ๓ หน้ากระดาษ · ต้องบอกชื่อคัมภีร์ที่มา และไม่ซ้ำกับบทตั้ง · บทเชื่อมใช้เฉพาะสุภาษิตในพุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๒
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๒ บท · ลำดับที่กดเลือก = ลำดับในเรียงความ · ครบแล้วต้องเอาบทเดิมออกก่อนจึงเลือกบทอื่นได้ · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
นักธรรมชั้นโท · บทเชื่อม ๒ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๙๐๓ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Asante nūpaseveyyaSante seveyya paṇḍito
Asanto nirayaṃ nentiSanto pāpenti sugatiṃ
Orang bijak hendaknya tidak bergaul dengan orang jahat, melainkan dengan orang baik, karena orang jahat menuntun ke neraka dan orang baik mengantar ke alam bahagia
(Khuddaka Nikāya, Jātaka, Vīsatinipāta 27/437)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: "Orang baik" (sappurisa) berarti orang yang berperilaku benar, sedangkan "orang jahat" berarti orang yang tidak baik dan bertindak bertentangan dengan Dhamma. Kata mutiara ini mengajarkan prinsip penting dalam memilih teman, karena orang yang kita gauli memengaruhi arah hidup kita.

ขยายความบทตั้งDikatakan bahwa orang jahat menuntun ke neraka berarti orang jahat cenderung mengajak kita berbuat jahat, seperti berjudi, memakai narkoba, mencuri, atau menyakiti orang lain; jika kita mengikutinya, kita menerima penderitaan dan kesulitan sebagai akibatnya, baik dalam kehidupan ini maupun berikutnya. Sebaliknya, orang baik membimbing kita ke arah yang benar, mendorong kita berbuat baik, memberi teladan yang baik, dan memperingatkan kita ketika kita tersesat. Bergaul dengan orang baik karena itu membawa ke alam bahagia, yaitu kemajuan dan kebahagiaan.

ขยายความบทตั้งMemilih teman tidak berarti meremehkan atau membenci orang yang berperilaku buruk. Kita tetap dapat memiliki cinta kasih dan niat baik terhadap mereka, tetapi tidak sepatutnya terlalu akrab hingga tersesat, terutama jika batin kita sendiri belum cukup teguh. Selain itu, menilai siapa orang baik hendaknya berdasarkan perilaku, bukan berdasarkan kekayaan atau penampilan luar.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang bergaul dengan orang jahat tidak dapat mencapai kebahagiaan sejati, bahkan mendatangkan bencana dan kerugian bagi dirinya, seperti bunglon yang masuk ke kawanan biawak dan ikut tertimpa bahaya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Ekanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini memperingatkan kita agar berhati-hati dalam bergaul, karena orang yang kita jadikan teman turut menuntun hidup kita. Jika bergaul dengan orang yang suka berbuat jahat, lalu terbujuk mempercayai atau mengikutinya, kesusahan dapat menimpa diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam kitab komentar Godha Jātaka dikisahkan bahwa anak raja biawak bersahabat dengan seekor bunglon. Meskipun ayahnya telah melarang, ia tidak mau mendengarkan. Setelah dewasa, anak raja biawak itu masih memeluk dan menindih bunglon itu seperti ketika mereka bermain dahulu, hingga bunglon itu kesakitan dan berniat membinasakan kawanan biawak. Ia lalu menuntun seorang pemburu ke tempat tinggal kawanan itu, sehingga terjadilah kehancuran. Adapun raja biawak telah menyiapkan jalan keluar sebelumnya, sehingga ia selamat dari bahaya. Kisah ini memperingatkan bahwa bergaul tanpa kehati-hatian dan tidak mendengarkan nasihat dapat mendatangkan bahaya bagi banyak pihak.

อธิบายบทเชื่อม ๑"Kebahagiaan yang sempurna" di sini dapat dijelaskan secara sederhana sebagai kebahagiaan sepenuhnya. Orang yang bergaul dengan orang jahat mungkin memperoleh kesenangan atau keuntungan tertentu, tetapi jika kesenangan itu menuntunnya berbuat salah, atau keuntungan itu diperoleh dengan cara curang, hal itu menjadi sebab kesusahan di kemudian hari. Kita karena itu hendaknya menimbang baik-baik ke arah mana orang yang kita jadikan teman mengajak kita: mengajak untuk jujur, rajin, dan bertanggung jawab, atau mengajak untuk menipu, menyakiti, dan melalaikan kewajiban.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang memiliki sahabat yang berkeyakinan, memiliki sila, bijaksana, dan berpengetahuan luas, ia memperoleh teladan yang baik dan nasihat yang benar, sehingga hidupnya maju dan berkembang ke arah yang baik. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Theragāthā:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata mutiara ini dengan jelas menyebutkan empat sifat teman yang layak digauli dan menunjukkan bahwa bergaul dengan orang seperti itu membawa kemajuan.

อธิบายบทเชื่อม ๒Sifat pertama adalah keyakinan: percaya pada apa yang benar, pada berbuat baik, dan pada buah kebaikan. Sifat kedua adalah kelakuan baik yang dicintai: berperilaku baik dalam perbuatan dan ucapan sehingga dicintai orang lain. Sifat ketiga adalah kebijaksanaan: tahu menimbang alasan dan membedakan benar dari salah. Sifat keempat adalah berpengetahuan luas (bahussuta): telah banyak belajar dan memiliki pengetahuan yang luas. Mereka yang memiliki sifat-sifat ini adalah sahabat yang baik (kalyāṇamitta) yang membantu kita berkembang dalam batin, perilaku, dan pengetahuan.

อธิบายบทเชื่อม ๒Keempat sifat ini saling mendukung. Keyakinan tanpa kebijaksanaan yang menuntunnya dapat menjadi kepercayaan buta; kebijaksanaan tanpa kebajikan dapat digunakan secara salah; pengetahuan luas tanpa keyakinan pada kebaikan mungkin tidak mengarah pada praktik. Mereka yang memiliki keempatnya karena itu adalah sahabat langka yang patut dijaga. Selain memilih sahabat seperti itu, kita pun hendaknya mengembangkan sifat-sifat ini dalam diri sendiri, agar menjadi sahabat yang baik bagi orang lain.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, remaja yang bergaul dengan teman-teman yang suka berkumpul untuk berbuat tidak baik dapat terbujuk mencoba narkoba hingga hidupnya rusak. Tetapi remaja yang bergaul dengan teman-teman yang belajar tekun dan memiliki tujuan memperoleh inspirasi dan semangat untuk mengembangkan diri. Pengusaha yang memilih mitra yang jujur dapat menjalankan usahanya dengan aman, sedangkan yang bekerja sama dengan orang curang sering ikut menderita bersama mereka.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang menginginkan kemajuan hendaknya memilih teman dengan cermat, bergaul dengan mereka yang berperilaku baik, dan menjaga jarak dari mereka yang menuntun ke arah kemunduran. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Asante nūpaseveyyaSante seveyya paṇḍito
Asanto nirayaṃ nentiSanto pāpenti sugatiṃ
Orang bijak hendaknya tidak bergaul dengan orang jahat, melainkan dengan orang baik, karena orang jahat menuntun ke neraka dan orang baik mengantar ke alam bahagia

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก