ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับประถมศึกษา มี ๖ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับประถมศึกษา · ขอบข่ายหลักสูตร ๒๕๖๔ กำหนดให้อ้างอิงสุภาษิตที่กำหนดให้เท่านั้น ไม่น้อยกว่า ๑ สุภาษิต ความยาวตั้งแต่ ๒ หน้าขึ้นไป (เว้นบรรทัด) พร้อมยกตัวอย่างเหตุการณ์ในชีวิตประจำวัน · บทเชื่อมใช้เฉพาะ ๑๕ บทในขอบข่ายของช่วงชั้นนี้
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับประถมศึกษา · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๔๒ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Dukkho pāpassa uccayo
Sungguh menyakitkan akibat dari memupuk perbuatan jahat
(Khuddaka Nikāya, Dhammapada 25/30)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "penimbunan kejahatan" berarti berbuat jahat berulang kali, hingga kejahatan itu makin lama makin menumpuk dan menjadi kebiasaan. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa penimbunan kejahatan seperti ini tentu membawa penderitaan, karena setiap kejahatan bagaikan tetes air yang menetes ke dalam wadah, bila terus menetes, pada akhirnya wadah itu pun akan penuh.

ขยายความบทตั้งDalam Dhammapada, Sang Buddha memperingatkan bahwa bila seseorang berbuat jahat, hendaknya ia tidak mengulanginya berkali-kali, dan hendaknya tidak merasa senang dengan kejahatan itu, karena penimbunan kejahatan membawa penderitaan. Banyak orang berpikir bahwa kejahatan kecil tidak apa-apa, misalnya berbohong sedikit atau mengambil barang orang lain sedikit, tetapi justru pikiran seperti inilah yang membuat kejahatan makin menumpuk. Bila telah terbiasa melakukannya, pikiran tidak lagi merasa malu, dan kejahatan yang lebih besar pun mudah menyusul. Akhirnya penderitaan pun datang, baik dalam bentuk hukuman menurut hukum, nama buruk, maupun kegelisahan batin.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Kebahagiaan sejati tidak harus diperoleh dari memiliki berbagai hal, tetapi timbul dari tidak berbuat jahat. Orang yang menjauhi kejahatan dalam perbuatan, ucapan, dan pikiran akan tenang hatinya dan tidak perlu takut akan apa pun. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa tidak berbuat jahat membawa kebahagiaan. Kata "tidak berbuat jahat" berarti menghindari segala kejahatan, baik melalui jasmani, ucapan, maupun pikiran. Adapun "kebahagiaan" di sini berarti tubuh yang nyaman dan pikiran yang tenteram, perasaan lega, tanpa ada sesuatu pun yang perlu ditakuti atau dicemaskan. Sabda Sang Buddha ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak harus diperoleh dari memiliki berbagai hal, tetapi dapat timbul dari tidak melakukan hal-hal yang tidak baik.

อธิบายบทเชื่อม ๑Kebahagiaan yang timbul dari tidak berbuat jahat adalah kebahagiaan yang mendalam dan kokoh. Orang yang tidak berbuat jahat tentu dapat tidur nyenyak, tidak perlu takut kesalahannya akan terungkap, tidak perlu terus curiga terhadap orang lain, dan tidak perlu berbohong untuk menutupi kesalahan, sehingga pikirannya ringan dan nyaman. Sebaliknya, orang yang berbuat jahat, meskipun memperoleh apa yang diinginkannya, pikirannya justru gelisah oleh rasa takut, rasa malu, dan penyesalan. Dalam Dhammapada, sabda Sang Buddha ini muncul bersama dengan pernyataan bahwa sila membawa kebahagiaan hingga usia tua, keyakinan yang teguh membawa kebahagiaan, dan memperoleh kebijaksanaan membawa kebahagiaan, yang menunjukkan bahwa tidak berbuat jahat adalah dasar dari segala kebahagiaan.

ตัวอย่างในชีวิตSebagai contoh, anak yang mencuri uang orang tuanya sedikit demi sedikit tanpa ada yang mengetahuinya, ketika dewasa mungkin berani melakukan korupsi dengan jumlah yang makin besar, hingga suatu hari tertangkap dan harus menerima hukuman yang berat. Orang yang kecanduan judi pun berawal dari bermain hanya sedikit, tetapi ketika kebiasaan itu telah menumpuk hingga menjadi kecanduan, ia mungkin kehilangan harta, keluarga, dan masa depannya. Penderitaan-penderitaan ini tidak terjadi seketika, tetapi perlahan-lahan menumpuk dari kejahatan sedikit demi sedikit.

สรุปKesimpulannya: Orang yang tidak menginginkan penderitaan hendaknya tidak meremehkan kejahatan meskipun hanya sedikit, hendaknya berhenti sejak kali pertama, dan bila telah terlanjur melakukannya, hendaknya tidak mengulanginya lagi, karena menghentikan penimbunan kejahatan berarti menutup pintu penderitaan. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Dukkho pāpassa uccayo
Sungguh menyakitkan akibat dari memupuk perbuatan jahat

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก