ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับประถมศึกษา มี ๖ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับประถมศึกษา · ขอบข่ายหลักสูตร ๒๕๖๔ กำหนดให้อ้างอิงสุภาษิตที่กำหนดให้เท่านั้น ไม่น้อยกว่า ๑ สุภาษิต ความยาวตั้งแต่ ๒ หน้าขึ้นไป (เว้นบรรทัด) พร้อมยกตัวอย่างเหตุการณ์ในชีวิตประจำวัน · บทเชื่อมใช้เฉพาะ ๑๕ บทในขอบข่ายของช่วงชั้นนี้
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับประถมศึกษา · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๖๔๓ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Sīlaṃ rakkheyya medhāvī
Orang bijak hendaknya menjaga sila
(Khuddaka Nikāya, Itivuttaka 25/282)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: "Orang bijaksana" berarti mereka yang memiliki kebijaksanaan dan tahu menimbang apa yang bermanfaat dan apa yang merugikan. "Hendaknya menjaga silanya" berarti hendaknya menjaga tubuh dan ucapan tetap terkendali sesuai dengan aturan latihan yang mereka jalankan. Kata mutiara ini mengajarkan orang bijaksana untuk melihat pentingnya perilaku baik dan menjalankan sila dengan sengaja, dengan memahami manfaatnya, bukan sekadar mengikuti orang lain tanpa mengetahui alasannya.

ขยายความบทตั้งDalam Sukhapatthanā Sutta, Sang Buddha bersabda bahwa orang bijaksana, yang menginginkan tiga jenis kebahagiaan, hendaknya menjaga silanya. Ketiganya adalah pujian, perolehan kekayaan, dan terlahir di alam surga setelah meninggal. Ajaran ini menunjukkan bahwa sila menunjang manfaat baik saat ini maupun di masa depan. Karena itu, orang bijaksana hendaknya menimbang akibat perilakunya dengan pandangan jauh ke depan dan tidak meninggalkan apa yang benar demi kesenangan sesaat atau keuntungan segera.

ขยายความบทตั้งMengenai pujian, kejujuran dan tidak menyakiti orang lain adalah perilaku yang dipuji oleh para bijaksana, dan keduanya membantu membangun kepercayaan dalam hidup bersama. Mengenai kekayaan, tidak korupsi dan tidak lengah membentuk landasan yang menopang mata pencaharian yang jujur dan perlindungan harta sendiri; hidup yang terjamin juga memerlukan ketekunan, kemampuan, dan pengeluaran yang wajar. Terlahir di alam surga adalah manfaat masa depan yang disebutkan dalam khotbah itu. Karena itu, orang bijaksana melihat nilai sila baik sebagai kebaikan yang patut dipraktikkan maupun sebagai sebab kebahagiaan yang patut dibangun.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang menjaga sila memiliki kebahagiaan yang timbul dari kemurnian dirinya. Kebahagiaan itu tidak pudar bersama usia, melainkan tetap menyertainya hingga usia tua. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa menjalankan sila adalah sebab kebahagiaan pada setiap tahap kehidupan, dari masa muda hingga usia tua. Salah satu kebahagiaan dari sila adalah ketenangan batin karena mengetahui bahwa diri sendiri tidak berbuat salah atau menyakiti orang lain. Dalam Nāga Vagga dari Dhammapada, kata mutiara ini muncul bersama ajaran bahwa keyakinan yang kokoh, tercapainya kebijaksanaan, dan tidak berbuat jahat semuanya membawa kebahagiaan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Sila membawa kebahagiaan dalam beberapa cara. Orang yang tidak menyakiti, tidak mencuri, tidak berbuat asusila, tidak berbohong, dan tidak minum minuman memabukkan yang menyebabkan kelengahan tidak menimbulkan kesulitan melalui perbuatan-perbuatan tersebut. Ketika mengingat perilakunya sendiri, ia memiliki alasan untuk merasa tenang dan tidak perlu menyembunyikan kesalahan yang tidak ia lakukan. Lebih dari itu, kejujuran dan tidak mengambil keuntungan dari orang lain membantu membangun kepercayaan dalam hidup bersama.

อธิบายบทเชื่อม ๑Namun demikian, menjalankan sila tidak berarti bahwa hidup sama sekali tanpa penderitaan atau masalah. Orang yang memiliki sila tetap dapat jatuh sakit, mengalami kehilangan, atau menemui kekecewaan. Tetapi sila mencegahnya menambah kesulitan melalui kesalahannya sendiri, dan memberinya pegangan untuk hidup dengan jujur. Walaupun tubuh berubah seiring usia, ketenangan batin yang datang dari perilaku baik tetap berharga.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, pengusaha yang jujur kepada pelanggan, yang tidak mencurangi timbangan atau menipu tentang mutu barang, membantu membangun kepercayaan pada usahanya. Mereka yang menahan diri dari minuman memabukkan, yang menyebabkan kelengahan, mengurangi pengeluaran maupun kerugian yang dapat ditimbulkan oleh mabuk. Siswa yang tidak mencuri, tidak berbohong, dan tidak merundung teman mempraktikkan perilaku yang dapat dipercaya dan membantu menjadikan kelas damai. Contoh-contoh ini menunjukkan manfaat sila yang dapat dipraktikkan sesuai usia dan tugas masing-masing.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang ingin hidup dengan bijaksana hendaknya belajar memahami nilai sila dan menjaga perilakunya tetap teguh. Bahkan ketika ada godaan untuk berbuat salah, hendaknya mereka menimbang akibatnya bagi diri sendiri dan orang lain, lalu memilih bertindak dengan jujur. Menjalankan sila dengan pemahaman seperti ini berarti menggunakan kebijaksanaan untuk menuntun hidup, dan hal itu menunjang kebahagiaan saat ini maupun di masa depan. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Sīlaṃ rakkheyya medhāvī
Orang bijak hendaknya menjaga sila

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก