ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับมัธยมศึกษา มี ๙ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับมัธยมศึกษา · ขอบข่ายหลักสูตร ๒๕๖๔ กำหนดให้อ้างอิงสุภาษิตที่กำหนดให้เท่านั้น ไม่น้อยกว่า ๑ สุภาษิต ความยาวตั้งแต่ ๒ หน้าขึ้นไป (เว้นบรรทัด) พร้อมยกตัวอย่างเหตุการณ์ในชีวิตประจำวัน · บทเชื่อมใช้เฉพาะ ๑๕ บทในขอบข่ายของช่วงชั้นนี้
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๑ บท · กดเลือกบทอื่นเพื่อเปลี่ยนแทนบทเดิม · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นตรี ระดับมัธยมศึกษา · บทเชื่อม ๑ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๕๕๔ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Pāpāni kammāni karonti mohā
Orang melakukan perbuatan jahat karena kebodohan batin
(Majjhima Nikāya, Majjhimapaṇṇāsaka 13/413)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "kebodohan batin" atau moha berarti tidak mengetahui sesuai kenyataan, yaitu kegelapan pikiran yang membuat seseorang tidak dapat melihat apa yang baik dan apa yang jahat, apa yang bermanfaat dan apa yang merugikan. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang sering melakukan perbuatan jahat karena kebodohan batin; artinya, sebagian besar kejahatan terjadi karena orang tidak tahu, atau tahu tetapi tidak benar-benar memahami, sehingga melakukannya karena pemahaman yang keliru.

ขยายความบทตั้งKebodohan batin bagaikan kegelapan. Sebagaimana orang yang berjalan dalam kegelapan mudah tersandung, jatuh ke lubang, atau salah jalan, demikian pula orang yang pikirannya dikuasai oleh kebodohan batin mudah berbuat kesalahan. Ia mungkin keliru mengira bahwa kejahatan adalah jalan pintas menuju keberhasilan, keliru mengira bahwa menyakiti orang lain akan memberinya keuntungan, atau keliru mengira bahwa tidak ada yang mengetahui dan melihat, sehingga ia dapat berbuat jahat tanpa harus menerima akibatnya. Kebodohan batin juga merupakan akar yang membuat keserakahan dan kemarahan mudah muncul, karena ketika seseorang tidak menyadari pikirannya sendiri, ia akan menjadi budak dari segala kekotoran batin.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Orang yang berwatak jahat, yang keburukannya telah berakar di dalam batin, akan mengalami kesulitan dan penderitaan karena perbuatannya sendiri, bukan karena orang lain, sebab siapa pun yang berbuat akan menerima akibat perbuatannya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Majjhima Nikāya, Majjhimapaṇṇāsaka:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "orang yang berwatak jahat" berarti orang yang memiliki kebiasaan jahat yang tertanam dalam pikirannya dan biasa melakukan kejahatan. Adapun kata "menderita karena perbuatannya sendiri" berarti bahwa kesusahan yang dialaminya tidak berasal dari orang lain, tetapi berasal dari perbuatannya sendiri. Kata mutiara ini menegaskan hukum kamma, yaitu siapa pun yang melakukan suatu perbuatan pasti menerima akibat dari perbuatan itu, dan tidak ada orang lain yang dapat menerimanya sebagai gantinya.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam syair yang menjadi sumber kata mutiara ini terdapat perumpamaan: sebagaimana seorang pencuri yang tertangkap di lubang yang ia bobol sendiri untuk mencuri dihukum karena perbuatannya sendiri, demikian pula makhluk-makhluk yang telah berbuat jahat, setelah meninggalkan dunia ini, akan menderita karena perbuatannya sendiri. Pencuri itu sama sekali tidak dapat menyalahkan siapa pun, karena lubang tempat ia tertangkap adalah lubang yang ia bobol sendiri. Kejahatan pun demikian; ia adalah perangkap yang digali oleh pelakunya untuk dirinya sendiri. Ketika tiba saatnya akibat perbuatan itu muncul, ia tidak dapat menghindarinya.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang begitu saja percaya pada ajakan berinvestasi tanpa memeriksanya mungkin tertipu hingga ikut melanggar hukum tanpa menyadarinya. Remaja yang keliru mengira bahwa kekerasan itu keren mungkin menyakiti orang lain hingga harus dihukum. Orang yang begitu saja percaya pada kabar angin tanpa merenungkannya mungkin menyebarkan pesan yang memfitnah orang lain tanpa menyadari bahwa ia sedang berbuat jahat melalui ucapan. Semua kesalahan ini timbul dari kebodohan batin.

สรุปKesimpulannya: Cara mencegah perbuatan jahat yang timbul dari kebodohan batin adalah dengan mengembangkan kebijaksanaan, rajin belajar, mendengarkan nasihat orang yang bijaksana, berpikir dan merenung sebelum bertindak, dan memiliki perhatian penuh yang menyadari pikiran sendiri. Ketika kebijaksanaan semakin terang, kebodohan batin pun memudar, dan perbuatan jahat pun berkurang. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Pāpāni kammāni karonti mohā
Orang melakukan perbuatan jahat karena kebodohan batin

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก