ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นโท ระดับประถมศึกษา มี ๖ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นโท ระดับประถมศึกษา · ขอบข่ายหลักสูตร ๒๕๖๔ กำหนดให้อ้างอิงสุภาษิตที่กำหนดให้เท่านั้น ไม่น้อยกว่า ๒ สุภาษิต ความยาวตั้งแต่ ๓ หน้าขึ้นไป (เว้นบรรทัด) พร้อมยกตัวอย่างเหตุการณ์ในชีวิตประจำวัน · บทเชื่อมใช้เฉพาะ ๑๕ บทในขอบข่ายของช่วงชั้นนี้
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๒ บท · ลำดับที่กดเลือก = ลำดับในเรียงความ · ครบแล้วต้องเอาบทเดิมออกก่อนจึงเลือกบทอื่นได้ · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นโท ระดับประถมศึกษา · บทเชื่อม ๒ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๗๕๗ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
Dadato puññaṃ pavaḍḍhati
Bila seseorang berdana, kebajikan bertambah
(Dīgha Nikāya, Mahāvagga 10/159)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa ketika memberi, jasa kebajikan pun bertambah. Kata "jasa kebajikan" (puñña) berarti kebaikan yang membersihkan pikiran dan menjadi sebab kebahagiaan. Setiap kali seseorang memberi dengan hati yang rela berkorban, jasa kebajikan timbul di dalam pikirannya dan terus bertambah sedikit demi sedikit, bagaikan air yang menetes ke dalam tempayan setetes demi setetes, meskipun sedikit, tetapi bila terus menetes, tempayan itu pun dapat menjadi penuh.

ขยายความบทตั้งDikatakan bahwa jasa kebajikan bertambah ketika memberi karena pada saat memberi, pikiran si pemberi telah melepaskan sebagian kekikirannya, keserakahan, yang merupakan kekotoran batin yang membuat pikiran sempit, pun menipis, sehingga pikiran menjadi lapang dan jernih. Inilah jasa kebajikan yang dapat dilihat dalam kehidupan sekarang. Makin sering memberi, memberi makin menjadi kebiasaan, dan pikiran pun makin teguh dalam kebaikan. Sabda Sang Buddha ini muncul berpasangan dengan pernyataan bahwa bagi orang yang mengendalikan diri, permusuhan tidak tertimbun, yang menunjukkan bahwa memberi membuat kebaikan bertambah, sedangkan pengendalian diri membuat kejahatan tidak timbul. Keduanya merupakan pasangan dalam menjalani kehidupan yang baik.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Pemberian bagaikan benang yang mengikat hati orang satu sama lain. Orang yang tahu memberi dan berbagi dapat mengikat persahabatan dengan sesama, sehingga terjalin hubungan yang baik dan ada sahabat yang siap menolong. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "persahabatan" berarti sikap bersahabat, rasa sayang, dan saling berharap baik satu sama lain. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang memberi dapat mengikat persahabatan, yaitu memberi bagaikan tali yang mengikat hati orang-orang menjadi satu, sehingga menimbulkan hubungan yang baik. Orang yang memberi tentu memiliki teman, dan teman-teman itu pun siap menolongnya pada saat ia membutuhkan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Memberi yang dapat mengikat persahabatan tidak hanya berarti memberikan harta dan barang. Memberikan ucapan yang baik, memberikan waktu, memberikan bantuan dengan tenaga, memberikan maaf, dan memberikan semangat, semuanya merupakan pemberian yang dapat mengikat hati orang. Ajaran yang disebut empat dasar simpati (saṅgahavatthu) juga menempatkan memberi sebagai butir yang pertama, yang menunjukkan bahwa memberi adalah inti dari membangun persahabatan. Sebaliknya, orang yang kikir, tidak pernah berbagi, dan hanya berpikir untuk mengambil dari orang lain, sulit menemukan sahabat sejati, karena tidak ada sesuatu pun yang mengikat hati orang.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang tahu berbagi apa yang dimilikinya demi kebaikan orang lain, sewajarnya ia menerima kasih sayang sebagai balasannya, sedangkan orang yang kikir akan makin jauh dari kemurahan hati sesama. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata "orang yang memberi" dalam kata mutiara ini berarti orang yang memiliki sifat rela berkorban sebagai kebiasaan, siap membagikan apa yang dimilikinya demi manfaat orang lain. Adapun kata "akan dicintai" berarti akan menerima rasa sayang, kasih, dan harapan baik dari orang-orang di sekitarnya. Sabda Sang Buddha ini menunjukkan satu hukum alam, yaitu bahwa cinta dari orang lain tidak dapat dituntut atau dipaksakan, tetapi timbul dengan sendirinya terhadap orang yang memberi.

อธิบายบทเชื่อม ๒Orang yang memberi dicintai karena setiap manusia menginginkan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan. Siapa pun yang membuat seseorang berbahagia dan membantunya terbebas dari kesulitan, orang itu tentu mencintainya. Sebaliknya, orang yang hanya menerima, tidak pernah memberi, dan terus mengambil keuntungan dari orang lain, meskipun memiliki harta atau kekuasaan sebesar apa pun, mungkin dikelilingi orang hanya karena mereka mengharapkan keuntungan. Ketika keuntungan itu habis, orang-orang itu pun pergi. Karena itu, cinta yang timbul dari memberi dengan tulus lebih kokoh daripada cinta yang dibeli dengan kekuasaan atau keuntungan.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang mulai mempersembahkan dana makanan kepada bhikkhu yang berpindapata hanya satu sendok nasi setiap hari, bila melakukannya dalam waktu lama, hatinya akan menjadi penuh sukacita dan ingin menambah kebaikan-kebaikan lain, seperti membantu pekerjaan di vihara, menjalankan sila, atau menyumbang untuk membantu masyarakat. Pelajar yang membantu guru membawakan barang atau membantu teman merapikan ruang kelas, bila sering melakukannya, akan menjadi orang yang murah hati yang disukai oleh semua orang. Karena itu, memberi walaupun hanya sedikit tetapi secara teratur dapat membangun jasa kebajikan yang sangat besar dalam jangka panjang.

สรุปKesimpulannya: Orang yang menginginkan jasa kebajikan hendaknya tidak menunggu memiliki banyak harta terlebih dahulu baru berbuat, tetapi hendaknya rajin memberi sesuai dengan kemampuannya pada setiap kesempatan, karena setiap kali memberi, jasa kebajikan langsung bertambah, dan jasa kebajikan itu adalah harta yang mengikuti dirinya ke mana pun ia pergi. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Dadato puññaṃ pavaḍḍhati
Bila seseorang berdana, kebajikan bertambah

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก