ฝึกแต่งกระทู้ธรรม

เลือกพุทธศาสนสุภาษิตบทตั้ง ระบบจะเลือกบทเชื่อมและเรียบเรียงเป็นตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรมตามแบบสนามหลวง

เป็นตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลย — ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยภาษาของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

ฉบับทดลอง — คำอธิบายและสำนวนเชื่อมบางส่วนยังอยู่ระหว่างตรวจทาน อาจมีการปรับแก้
ภาษาของเรียงความ / Language : ไทย English Indonesia 中文 Deutsch Dansk हिन्दी 日本語 नेपाली
Contoh karangan ini hanya untuk latihan dan bukan kunci jawaban resmi. Tulislah dengan kata-kata Anda sendiri dan hafalkan kalimat Pāli beserta sumbernya dengan benar.
เรียงความภาษาอินโดนีเซีย ใช้ได้เฉพาะสุภาษิตที่มีคำอธิบายฉบับแปลแล้ว — ธรรมศึกษาชั้นเอก ระดับมัธยมศึกษา มี ๓ บท · บาลีแสดงเป็นอักษรโรมัน
สุ่มบทตั้ง
ธรรมศึกษาชั้นเอก ระดับมัธยมศึกษา · ขอบข่ายหลักสูตร ๒๕๖๔ กำหนดให้อ้างอิงสุภาษิตที่กำหนดให้เท่านั้น ไม่น้อยกว่า ๓ สุภาษิต ความยาวตั้งแต่ ๔ หน้าขึ้นไป (เว้นบรรทัด) พร้อมยกตัวอย่างเหตุการณ์ในชีวิตประจำวัน · บทเชื่อมใช้เฉพาะ ๒๐ บทในขอบข่ายของช่วงชั้นนี้
สุภาษิตบทเชื่อมที่เข้ากัน
ชั้นนี้เชื่อม ๓ บท · ลำดับที่กดเลือก = ลำดับในเรียงความ · ครบแล้วต้องเอาบทเดิมออกก่อนจึงเลือกบทอื่นได้ · เลือกครบแล้วระบบแต่งใหม่ทันที
ตัวอย่างนี้เรียบเรียงจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิตที่ผ่านการตรวจทาน ใช้ดูแนวการวางโครงเรื่องและการเชื่อมความ ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง ผู้สอบควรฝึกเขียนด้วยสำนวนของตนเอง
ธรรมศึกษาชั้นเอก ระดับมัธยมศึกษา · บทเชื่อม ๒ บท · ภาษาอินโดนีเซีย ประมาณ ๙๒๒ คำ
สุ่มสำนวนเชื่อม
ชั้นนี้ต้องอ้างสุภาษิตอย่างน้อย ๓ บท — ตัวอย่างนี้มีบทเชื่อม ๒ บท
Jīvatevāpi sappaññoApi vittaparikkhayā
Paññāya ca alābhenaVittavāpi na jīvati
Sekalipun kekayaan telah habis, orang bijak masih dapat hidup; tetapi tanpa kebijaksanaan, orang kaya pun tidak dapat hidup
(Khuddaka Nikāya, Theragāthā 26/350)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini membandingkan nilai kebijaksanaan dengan harta dan menunjukkan bahwa kebijaksanaan lebih kokoh, karena kebijaksanaan adalah alat untuk memperoleh harta, menjaganya, dan menjalani hidup dengan baik dalam segala keadaan.

ขยายความบทตั้งOrang bijaksana tetap dapat hidup meskipun hartanya habis karena ia tahu cara mencari jalan keluar, menyesuaikan diri, memulai kembali, dan menggunakan pengetahuan serta kemampuannya untuk menghasilkan pendapatan lagi. Orang yang tidak bijaksana, betapapun banyak hartanya, mungkin membelanjakannya tanpa memahami nilainya, mudah ditipu, atau salah berinvestasi hingga hartanya habis, dan setelah habis ia tidak tahu bagaimana melanjutkan hidup. "Tidak dapat hidup" di sini berarti tidak dapat hidup dengan aman dan berkualitas.

ขยายความบทตั้งKata mutiara ini tidak mengajarkan bahwa harta tidak penting. Harta adalah sarana yang membuat hidup lebih nyaman dan memungkinkan kita berbuat lebih banyak kebaikan. Tetapi harta bersifat lahiriah dan dapat hilang karena banyak sebab, sedangkan kebijaksanaan bersifat batiniah dan tetap melekat pada diri. Mereka yang berinvestasi dalam mengembangkan kebijaksanaannya bagaikan membangun jaminan yang kokoh bagi hidupnya.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Nilai kehidupan tidak terletak pada panjangnya usia. Satu hari saja dalam kehidupan orang yang bijak dan merenungkan Dhamma lebih baik daripada seratus tahun kehidupan orang yang berkebijaksanaan rendah. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa nilai hidup tidak diukur dari panjangnya, melainkan dari kualitasnya, yaitu memiliki kebijaksanaan dan batin yang teguh.

อธิบายบทเชื่อม ๑"Tidak terpusat batinnya" berarti batin yang berserakan, terguncang oleh emosi, dan tanpa konsentrasi, sedangkan "tekun bermeditasi" berarti menggunakan batin yang tenang dan teguh untuk merenungkan segala sesuatu sebagaimana adanya. Orang yang hidup seratus tahun tanpa kebijaksanaan dan dengan batin yang berserakan mungkin menghabiskan seluruh hidupnya dalam kebodohan batin dan penderitaan tanpa memahami kehidupan, sedangkan orang bijaksana yang telah melihat kebenaran hidup, meskipun hanya sehari, telah memperoleh sesuatu yang lebih berharga.

อธิบายบทเชื่อม ๑Pernyataan ini adalah perbandingan untuk menekankan nilai kebijaksanaan dan konsentrasi; bukan berarti hidup yang panjang tidak bernilai, dan bukan pula mendorong keinginan untuk hidup singkat. Sebaliknya, orang yang memahami kata mutiara ini melihat setiap hari hidupnya sebagai kesempatan berharga untuk mengembangkan kebijaksanaan dan melatih batin, sehingga tidak membiarkannya berlalu sia-sia.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang melekat pada kebahagiaan kecil yang sesaat, ia akan kehilangan kebahagiaan yang lebih besar, tetapi bila ia mampu menahan diri dan melepaskan hal kecil demi hal yang lebih baik, ia akan memperoleh kebahagiaan besar sebagaimana layaknya orang bijak. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan kita untuk tahu memilih kebahagiaan dengan kebijaksanaan. Kadang kebahagiaan yang lebih baik menuntut kita rela mengurangi sebagian kesenangan atau kenyamanan. Orang bijaksana karena itu tidak hanya melihat apa yang menyenangkan saat ini, tetapi menimbang apa yang akan membawa manfaat serta kedamaian dan kebahagiaan yang lebih besar.

อธิบายบทเชื่อม ๒"Kebahagiaan kecil" berarti kebahagiaan yang sedikit atau terbatas, seperti kesenangan dari makan, bepergian, atau berbelanja sesuka hati. Adapun "kebahagiaan yang besar" berarti kebahagiaan yang lebih agung, yang oleh kitab komentar dijelaskan sebagai kebahagiaan Nibbāna, yaitu kebahagiaan dari padamnya kekotoran batin dan terbebas dari penderitaan. Orang yang mengarah pada kebahagiaan seperti ini karena itu rela melepaskan kelekatan pada kebahagiaan kecil, lalu melatih diri dengan berdana, menjalankan sila, dan mengembangkan meditasi.

อธิบายบทเชื่อม ๒Bila pelajaran ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat bahwa kita tidak dapat menuruti semua keinginan diri lalu berharap hal-hal yang baik selalu terjadi. Jika ingin berpengetahuan, kita harus rela menyisihkan waktu dari bersenang-senang untuk belajar. Jika ingin memiliki uang untuk keperluan mendesak, kita harus mengurangi membeli barang yang tidak perlu. Jika ingin memiliki batin yang tenang, kita harus berlatih melepaskan keinginan untuk mengalahkan orang lain. Merelakan sesuatu karena itu bukan semata-mata kehilangan, melainkan membuka jalan bagi timbulnya hal yang lebih berharga.

อธิบายบทเชื่อม ๒Namun demikian, melepaskan kebahagiaan kecil harus disertai kebijaksanaan, bukan memaksa diri hingga jatuh sakit atau melalaikan kewajiban yang patut dijalankan. Istirahat yang cukup dan kesenangan yang wajar tetap memiliki tempat dalam hidup. Yang penting adalah tahu batas dan menimbang apakah kebahagiaan yang sedang kita lekati itu menghalangi kebaikan atau manfaat yang lebih penting. Jika jelas terlihat bahwa dengan menguranginya hidup akan menjadi lebih baik, kita hendaknya melatih batin agar berani mengurangi, berani meninggalkan, dan berani melepaskan.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, orang yang kehilangan harta karena bencana alam tetapi memiliki pengetahuan profesi dan tahu cara merencanakan sering dapat bangkit kembali dalam waktu singkat. Tetapi orang yang mewarisi kekayaan besar tanpa tahu cara mengelolanya dapat menghabiskannya dalam beberapa tahun. Siswa yang belajar dengan tekun, meskipun keluarganya tidak kaya, berkesempatan membangun masa depan yang baik dengan pengetahuan dan kemampuannya sendiri.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang menginginkan hidup yang kokoh hendaknya lebih banyak berinvestasi dalam mengembangkan kebijaksanaan daripada sekadar mengumpulkan harta, dan menggunakan kebijaksanaan itu untuk memperoleh dan menjaga harta secara benar. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Jīvatevāpi sappaññoApi vittaparikkhayā
Paññāya ca alābhenaVittavāpi na jīvati
Sekalipun kekayaan telah habis, orang bijak masih dapat hidup; tetapi tanpa kebijaksanaan, orang kaya pun tidak dapat hidup

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

พุทธศาสนสุภาษิต แบบฝึกท่องจำ หน้าหลัก