ชุดตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรม (ข้อสอบสนามหลวงปีเก่า) กลับหน้าฝึกแต่งกระทู้
ชั้น: นักธรรมชั้นโท ๒ธรรมศึกษาชั้นตรี ประถม ๕ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม ๕ธรรมศึกษาชั้นตรี อุดม ๑ธรรมศึกษาชั้นโท ประถม ๔ธรรมศึกษาชั้นโท มัธยม ๓ธรรมศึกษาชั้นเอก ประถม ๑ธรรมศึกษาชั้นเอก มัธยม ๑ธรรมศึกษาชั้นเอก อุดม ๑
ภาษา: ไทย EnglishIndonesia中文DeutschDanskहिन्दी日本語नेपाली
แสดงป้ายโครงสร้าง ในหน้าต่างพิมพ์ ให้เลือกปลายทาง "บันทึกเป็น PDF" และเปิด "กราฟิกพื้นหลัง" เพื่อให้เห็นแถบสี
ตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง

ตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรม

ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม

จากข้อสอบสนามหลวงปีเก่า ๕ ข้อ · ภาษาอินโดนีเซีย
ข้อพ.ศ.กระทู้ตั้งบทเชื่อม
๑๒๕๖๘ สุโข ปุญฺญสฺส อุจฺจโย๑
๒๒๕๖๗ ปุญฺญํ โจเรหิ ทูหรํ๑
๓๒๕๖๖ สุโข ปุญฺญสฺส อุจฺจโย๑
๔๒๕๖๕ สีลํ โลเก อนุตฺตรํ๑
๕๒๕๖๓ ปุญฺญานิ ปรโลกสฺมึ ปติฏฺฐา โหนฺติ ปาณินํ๑

วิธีใช้: อ่านกระทู้ตั้งแล้วลองวางโครงเรื่องด้วยตนเองก่อน จึงเปิดดูตัวอย่าง สังเกตลำดับ: บทตั้ง → อารัมภบท → อธิบายบทตั้ง → ขยายความ → ประโยคสะพานและบทเชื่อม (บอกคัมภีร์ที่มา) → อธิบายบทเชื่อม → ตัวอย่างในชีวิต → สรุปพร้อมยกบทตั้ง → ปิดท้าย

ตัวอย่างเรียบเรียงโดยระบบจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิต บทเชื่อมเลือกจากสุภาษิตที่โจทย์กำหนดให้ (ธรรมศึกษา) หรือจากสุภาษิตในหนังสือของชั้นนั้นที่เนื้อความเข้ากัน (นักธรรม) ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยสำนวนของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

พิมพ์จากระบบสนับสนุนการออกข้อสอบ · 01/10/2569

ข้อ ๑ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๘ ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม · บทเชื่อม ๑ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๕๑๓ คำ
โจทย์: สุโข ปุญฺญสฺส อุจฺจโย. การสั่งสมขึ้นซึ่งบุญ นำสุขมาให้. แต่งอธิบายให้สมเหตุสมผล โดยใช้สุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรม กำหนดมาให้จำนวน ๓ สุภาษิตข้างล่างนี้มาประกอบอ้างอิงเพียง ๑ สุภาษิต และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเชื่อมความให้สมกับเรื่องในกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้กำหนดให้เขียนลงในกระดาษใบตอบตั้งแต่ ๒ หน้า (เว้นบรรทัด) ขึ้นไป สีลํ โลเก อนุตฺตรํ. ศีลเป็นเยี่ยมในโลก คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ชาดก เอกนิบาต (ขุ.ชา.เอก.) ทุกฺโข ปาปสฺส อุจฺจโย. ความสั่งสมบาป นำทุกข์มาให้ คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท (ขุ.ธ) กมฺมุนา วตฺตตี โลโก. สัตว์โลกย่อมเป็นไปตามกรรม คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย สุตตนิบาต (ขุ.ส.)
Sukho puññassa uccayo
Penimbunan kebajikan membawa kebahagiaan
(Khuddaka Nikāya, Dhammapada 25/30)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "penimbunan jasa kebajikan" berarti selalu berbuat baik, melakukannya berulang-ulang, hingga kebaikan itu bertambah banyak dan menjadi kebiasaan. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa penimbunan jasa kebajikan seperti ini membawa kebahagiaan. Sabda Sang Buddha ini merupakan pasangan yang berlawanan dengan sabda Sang Buddha yang menyatakan bahwa penimbunan kejahatan membawa penderitaan. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang kita timbun dalam hidup akan menentukan apakah hidup kita bahagia atau menderita.

ขยายความบทตั้งDalam Dhammapada, Sang Buddha bersabda bahwa jika seseorang berbuat jasa kebajikan, hendaknya ia melakukannya berulang-ulang dan bersenang hati di dalamnya, karena penimbunan jasa kebajikan membawa kebahagiaan. Di bagian lain Beliau bersabda bahwa seseorang hendaknya tidak meremehkan jasa kebajikan dengan mengira bahwa kebajikan yang kecil tidak akan berbuah, karena tempayan air dapat penuh oleh tetesan air yang jatuh setetes demi setetes. Orang bijaksana yang menimbun jasa kebajikan sedikit demi sedikit akan dipenuhi oleh jasa kebajikan. Karena itu, kebaikan kecil yang dilakukan secara teratur memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kebaikan besar yang dilakukan hanya sesekali.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Berbuat jahat berulang kali hingga menumpuk menjadi kebiasaan akan mendatangkan penderitaan, sebab setiap perbuatan jahat bagaikan tetesan air yang jatuh ke dalam wadah, yang lama-kelamaan akhirnya penuh juga. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "penimbunan kejahatan" berarti berbuat jahat berulang kali, hingga kejahatan itu makin lama makin menumpuk dan menjadi kebiasaan. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa penimbunan kejahatan seperti ini tentu membawa penderitaan, karena setiap kejahatan bagaikan tetes air yang menetes ke dalam wadah, bila terus menetes, pada akhirnya wadah itu pun akan penuh.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam Dhammapada, Sang Buddha memperingatkan bahwa bila seseorang berbuat jahat, hendaknya ia tidak mengulanginya berkali-kali, dan hendaknya tidak merasa senang dengan kejahatan itu, karena penimbunan kejahatan membawa penderitaan. Banyak orang berpikir bahwa kejahatan kecil tidak apa-apa, misalnya berbohong sedikit atau mengambil barang orang lain sedikit, tetapi justru pikiran seperti inilah yang membuat kejahatan makin menumpuk. Bila telah terbiasa melakukannya, pikiran tidak lagi merasa malu, dan kejahatan yang lebih besar pun mudah menyusul. Akhirnya penderitaan pun datang, baik dalam bentuk hukuman menurut hukum, nama buruk, maupun kegelisahan batin.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang bangun pagi untuk berdana makanan kepada bhikkhu yang berpindapata setiap hari, membaca paritta sebelum tidur, dan rajin menolong orang lain, meskipun setiap hari hanya melakukan sedikit, setelah bertahun-tahun pikirannya akan jernih, bahagia, dan dicintai banyak orang. Pelajar yang mengulang pelajaran sedikit demi sedikit setiap hari akan memiliki pengetahuan yang lebih kokoh daripada orang yang belajar keras hanya pada malam sebelum ujian. Menimbun kebaikan pun berlangsung dengan cara yang sama.

สรุปKesimpulannya: Orang yang menginginkan kebahagiaan yang langgeng hendaknya rajin berbuat baik setiap hari, tanpa memilih kecil atau besar, dan tanpa menunggu kesempatan istimewa, karena kebaikan yang telah ditimbun akan menjadi landasan kebahagiaan sepanjang hidup. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Sukho puññassa uccayo
Penimbunan kebajikan membawa kebahagiaan

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

ข้อ ๒ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๗ ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม · บทเชื่อม ๑ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๖๓๙ คำ
โจทย์: บุญอันโจรนำไปไม่ได้. แต่งอธิบายให้สมเหตุสมผล โดยใช้สุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรมกำหนดมาให้ จำนวน ๓ สุภาษิตข้างล่าง มาประกอบอ้างอิงเพียง ๑ สุภาษิต และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเชื่อมความให้สมกับเรื่องในกระทู้ตั้งในชั้นนี้ กำหนดให้เขียนลงในใบกระดาษใบตอบตั้งแต่ ๒ หน้า (เว้นบรรทัด) ขึ้นไป สุโข ปุญฺญสฺส อุจฺจโย. การสั่งสมซึ่งบุญ นำสุขมาให้. คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท ปุญฺญานิ ปรโลกสฺมึ ปติฏฺฐา โหนฺติ ปาณินํ. บุญเป็นที่พึ่งของสัตว์ในโลกหน้า. คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท สานิ กมฺมานิ นยนฺติ ทุคฺคตึ. กรรมชั่วของตนเอง ย่อมนำไปสู่ทุคติ. คัมภีร์ที่มา : อังคุตตรนิกาย ติกนิบาต
Puññaṃ corehi dūharaṃ
Kebajikan tidak dapat dirampas oleh pencuri
(Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga 15/50)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "jasa kebajikan" berarti kebaikan yang timbul di dalam pikiran dari berdana, menjalankan sila, mengembangkan meditasi, dan melakukan perbuatan baik lainnya. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa jasa kebajikan adalah harta yang tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri, berbeda dengan harta lahiriah seperti uang, emas, rumah, mobil, dan perhiasan, yang dapat dicuri, terbakar, terkena banjir, atau hilang kapan saja.

ขยายความบทตั้งDalam sutta yang menjadi sumber kata mutiara ini terdapat pertanyaan: apakah yang baik sampai usia tua, apakah yang baik bila telah kokoh, apakah permata bagi manusia, dan apakah yang tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri. Jawabannya adalah: sila baik sampai usia tua, keyakinan baik bila telah kokoh, kebijaksanaan adalah permata bagi manusia, dan jasa kebajikan tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri. Pencuri tidak dapat membawa pergi jasa kebajikan karena jasa kebajikan tidak berada di dalam brankas atau di bank, tetapi berada di dalam pikiran orang yang melakukannya. Tidak ada orang yang dapat merogoh masuk untuk mencurinya, tidak ada bencana alam yang dapat menghancurkannya, dan jasa kebajikan itu juga mengikuti pelakunya ke mana pun, bahkan melintasi alam kehidupan dan kelahiran.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Bila seseorang menyadari bahwa tiada sesuatu pun yang dapat dibawa setelah mati, ia akan rajin berbuat kebajikan selagi masih hidup, agar kebajikan itu menjadi sandaran yang hangat di kehidupan mendatang. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "tempat bernaung" berarti sesuatu yang memberikan perlindungan, memberikan rasa aman, dan membantu terbebas dari bahaya. Adapun "alam kehidupan berikutnya" berarti alam tempat makhluk terlahir kembali setelah meninggal dunia di dunia ini. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa jasa kebajikan adalah tempat bernaung bagi semua makhluk di alam kehidupan berikutnya; artinya, setelah meninggalkan dunia ini, tidak ada harta benda, sanak saudara, atau kedudukan dan kehormatan apa pun yang dapat ikut pergi. Hanya jasa kebajikan dan kejahatan yang telah dilakukan sendiri yang ikut pergi, dan jasa kebajikan adalah satu-satunya hal yang dapat melindungi.

อธิบายบทเชื่อม ๑Di dunia ini, manusia memiliki banyak tempat bernaung, misalnya ayah dan ibu adalah tempat bernaung bagi anak, sanak saudara dan sahabat adalah tempat bernaung di saat sulit, dan harta benda adalah tempat bernaung dalam menjalani hidup. Tetapi tempat-tempat bernaung ini memiliki batas; ketika tiba saatnya harus meninggalkan dunia ini, tempat-tempat bernaung ini tidak dapat ikut pergi. Agama Buddha mengajarkan bahwa semua makhluk memiliki kamma sebagai milik mereka sendiri dan merupakan pewaris kamma; perbuatan apa pun yang dilakukan, baik atau jahat, merekalah yang akan menerima akibat dari perbuatan itu. Setelah meninggalkan dunia ini, yang ikut pergi hanyalah kamma yang telah dilakukan sendiri. Jasa kebajikan yang telah dilakukan dengan baik akan menyambut pelakunya di alam kehidupan berikutnya, bagaikan sanak saudara yang dengan gembira menyambut kerabat tercinta yang telah lama pergi dan kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu, jasa kebajikan adalah tempat bernaung sejati di alam kehidupan berikutnya.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, kita dapat melihat bahwa sebagian orang yang memiliki harta berlimpah suatu hari mungkin kehilangan segalanya karena ditipu, usahanya bangkrut, atau tertimpa bencana. Namun kebaikan yang pernah ia lakukan, seperti menolong orang lain, kejujuran, dan kemurahan hati, tetap tinggal dalam ingatan banyak orang, dan sering membuat ada orang yang mengulurkan tangan untuk menolongnya di saat sulit. Pelajar yang pernah menolong temannya dengan tulus, kebaikan itu pun tetap menjadi miliknya selamanya, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampasnya.

สรุปKesimpulannya: Orang yang menginginkan harta yang kokoh dan aman hendaknya tidak hanya mengumpulkan harta lahiriah, tetapi selalu mengumpulkan jasa kebajikan, karena jasa kebajikan adalah harta sejati yang tidak akan pernah hilang. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Puññaṃ corehi dūharaṃ
Kebajikan tidak dapat dirampas oleh pencuri

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

ข้อ ๓ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๖ ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม · บทเชื่อม ๑ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๖๐๙ คำ
โจทย์: สุโข ปุญฺญสฺส อุจฺจโย. การสั่งสมซึ่งบุญ นำสุขมาให้. แต่งอธิบายความให้สมเหตุสมผล โดยใช้สุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรมกำหนดมาให้ จำนวน ๓ สุภาษิตข้างล่างนี้ มาประกอบอ้างอิงเพียง ๑ สุภาษิต และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเชื่อมความให้ สมกับเรื่องในกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้ กำหนดให้เขียนลงในกระดาษใบตอบตั้งแต่ ๒ หน้า (เว้นบรรทัด) ขึ้นไป สีลํ ยาว ชรา สาธุ. ศีลยังประโยชน์ให้สำเร็จตราบเท่าชรา. คัมภีร์ที่มา : สังยุตตนิกาย สคาถวรรค ปุญฺญานิ ปรโลกสฺมึ ปติฏฺฐา โหนฺติ ปาณินํ. บุญเป็นที่พึ่งของสัตว์ทั้งหลายในโลกหน้า. คัมภีร์ที่มา : อังคุตตรนิกาย ปัญจกนิบาต ทุกฺโข ปาปสฺส อุจฺจโย. การสั่งสมบาป นำทุกข์มาให้. คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท
Sukho puññassa uccayo
Penimbunan kebajikan membawa kebahagiaan
(Khuddaka Nikāya, Dhammapada 25/30)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "penimbunan jasa kebajikan" berarti selalu berbuat baik, melakukannya berulang-ulang, hingga kebaikan itu bertambah banyak dan menjadi kebiasaan. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa penimbunan jasa kebajikan seperti ini membawa kebahagiaan. Sabda Sang Buddha ini merupakan pasangan yang berlawanan dengan sabda Sang Buddha yang menyatakan bahwa penimbunan kejahatan membawa penderitaan. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang kita timbun dalam hidup akan menentukan apakah hidup kita bahagia atau menderita.

ขยายความบทตั้งDalam Dhammapada, Sang Buddha bersabda bahwa jika seseorang berbuat jasa kebajikan, hendaknya ia melakukannya berulang-ulang dan bersenang hati di dalamnya, karena penimbunan jasa kebajikan membawa kebahagiaan. Di bagian lain Beliau bersabda bahwa seseorang hendaknya tidak meremehkan jasa kebajikan dengan mengira bahwa kebajikan yang kecil tidak akan berbuah, karena tempayan air dapat penuh oleh tetesan air yang jatuh setetes demi setetes. Orang bijaksana yang menimbun jasa kebajikan sedikit demi sedikit akan dipenuhi oleh jasa kebajikan. Karena itu, kebaikan kecil yang dilakukan secara teratur memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kebaikan besar yang dilakukan hanya sesekali.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Setelah meninggalkan dunia ini, harta, sanak saudara, dan kedudukan tidak dapat mengikuti. Hanya kebajikanlah yang menjadi sandaran yang melindungi makhluk di dunia berikutnya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "tempat bernaung" berarti sesuatu yang memberikan perlindungan, memberikan rasa aman, dan membantu terbebas dari bahaya. Adapun "alam kehidupan berikutnya" berarti alam tempat makhluk terlahir kembali setelah meninggal dunia di dunia ini. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa jasa kebajikan adalah tempat bernaung bagi semua makhluk di alam kehidupan berikutnya; artinya, setelah meninggalkan dunia ini, tidak ada harta benda, sanak saudara, atau kedudukan dan kehormatan apa pun yang dapat ikut pergi. Hanya jasa kebajikan dan kejahatan yang telah dilakukan sendiri yang ikut pergi, dan jasa kebajikan adalah satu-satunya hal yang dapat melindungi.

อธิบายบทเชื่อม ๑Di dunia ini, manusia memiliki banyak tempat bernaung, misalnya ayah dan ibu adalah tempat bernaung bagi anak, sanak saudara dan sahabat adalah tempat bernaung di saat sulit, dan harta benda adalah tempat bernaung dalam menjalani hidup. Tetapi tempat-tempat bernaung ini memiliki batas; ketika tiba saatnya harus meninggalkan dunia ini, tempat-tempat bernaung ini tidak dapat ikut pergi. Agama Buddha mengajarkan bahwa semua makhluk memiliki kamma sebagai milik mereka sendiri dan merupakan pewaris kamma; perbuatan apa pun yang dilakukan, baik atau jahat, merekalah yang akan menerima akibat dari perbuatan itu. Setelah meninggalkan dunia ini, yang ikut pergi hanyalah kamma yang telah dilakukan sendiri. Jasa kebajikan yang telah dilakukan dengan baik akan menyambut pelakunya di alam kehidupan berikutnya, bagaikan sanak saudara yang dengan gembira menyambut kerabat tercinta yang telah lama pergi dan kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu, jasa kebajikan adalah tempat bernaung sejati di alam kehidupan berikutnya.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang bangun pagi untuk berdana makanan kepada bhikkhu yang berpindapata setiap hari, membaca paritta sebelum tidur, dan rajin menolong orang lain, meskipun setiap hari hanya melakukan sedikit, setelah bertahun-tahun pikirannya akan jernih, bahagia, dan dicintai banyak orang. Pelajar yang mengulang pelajaran sedikit demi sedikit setiap hari akan memiliki pengetahuan yang lebih kokoh daripada orang yang belajar keras hanya pada malam sebelum ujian. Menimbun kebaikan pun berlangsung dengan cara yang sama.

สรุปKesimpulannya: Orang yang menginginkan kebahagiaan yang langgeng hendaknya rajin berbuat baik setiap hari, tanpa memilih kecil atau besar, dan tanpa menunggu kesempatan istimewa, karena kebaikan yang telah ditimbun akan menjadi landasan kebahagiaan sepanjang hidup. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Sukho puññassa uccayo
Penimbunan kebajikan membawa kebahagiaan

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

ข้อ ๔ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๕ ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม · บทเชื่อม ๑ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๗๕๒ คำ
โจทย์: ศีลเป็นเยี่ยมในโลก แต่งอธิบายให้สมเหตุสมผล โดยใช้สุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรมกำหนดมาให้ จำนวน ๓ สุภาษิตข้างล่างนี้ มาประกอบอ้างอิงเพียง ๑ สุภาษิต และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเชื่อมความให้ สมกับเรื่องในกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้ กำหนดให้เขียนลงในกระดาษใบตอบตัังแต่ ๒ หน้า (เว้นบรรทัด) ขึ้นไป สีลํ ยาว ชรา สาธุ. ศีลยังประโยชน์ให้สำเร็จตราบเท่าชรา คัมภีร์ที่มา : สังยุตต นิกาย สคาถวรรค สุโข ปุญฺญสฺส อุจฺจโย. ความสั่งสมขึ้นซึ่งบุญ นำสุขมาให้ คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท กมฺมุนา วตฺตตี โลโก. สัตวโลกย่อมเป็นไปตามกรรม คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท
Sīlaṃ loke anuttaraṃ
Sila adalah yang tertinggi di dunia
(Khuddaka Nikāya, Jātaka, Ekanipāta 27/28)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini memuji keluhuran sila. "Tiada taranya" berarti tertinggi, tanpa ada yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, kata mutiara ini menekankan nilai perilaku yang baik sebagai sesuatu yang penting dan layak dihormati, karena sila membantu seseorang mengendalikan tubuh dan ucapan, menahan diri dari menyakiti orang lain, dan merupakan landasan penting bagi hidup bersama dalam damai.

ขยายความบทตั้งSila berharga bagi masyarakat karena menahan perbuatan yang menimbulkan kesulitan. Ketika orang menahan diri dari membunuh dan saling menyakiti, mencuri, berbuat asusila, berbohong, dan minum minuman memabukkan yang menyebabkan kelengahan, sebab-sebab pertikaian dan kerugian berkurang, dan kepercayaan dalam hidup bersama meningkat. Karena itu, menjalankan sila bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga tanggung jawab terhadap kedamaian bersama.

ขยายความบทตั้งSelain manfaatnya bagi hidup bersama, sila juga merupakan landasan yang menopang latihan batin dan pengembangan kebijaksanaan. Orang yang menjalankan sila memiliki alasan untuk tidak dirisaukan oleh kesalahannya sendiri. Bebas dari penyesalan ini membantu batin siap untuk berlatih konsentrasi, dan bila batin teguh, ia menunjang perenungan yang cermat dan tepat terhadap segala sesuatu sebagaimana adanya. Hal ini juga memerlukan belajar, latihan, dan perenungan yang benar. Maka sila, konsentrasi, dan kebijaksanaan adalah kualitas-kualitas yang saling menopang dalam mengembangkan hidup.

ขยายความบทตั้งDalam Sīlavīmaṃsana Jātaka dan kitab komentarnya, seekor ular berbisa dipuji sebagai makhluk yang memiliki sila karena tidak menggigit atau menyakiti siapa pun. Kisah ini menggunakan sifat tidak menyakiti untuk menunjukkan nilai sila: bahkan hewan yang ditakuti orang pun dipuji bila tidak menyakiti orang lain. Karena itu, orang hendaknya melihat pentingnya mengendalikan perilakunya dan tidak menggunakan kekuatan atau kemampuannya untuk menimbulkan kesulitan bagi siapa pun.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Bila seseorang menjaga sila dengan teguh, sekalipun di usia tua ketika segala hal lain merosot, sila tetap menjadi kebaikan yang memberi manfaat dan keanggunan bagi hidupnya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "sila" berarti perilaku yang baik, yaitu pengendalian jasmani dan ucapan agar tertib dengan menghindari perbuatan dan ucapan yang tercela. Adapun kata "sampai usia tua" berarti hingga mencapai usia lanjut. Kata mutiara "sīlaṃ yāva jarā sādhu", yang berarti "Sila membawa manfaat sampai usia tua", mengajarkan kita untuk melihat bahwa sila memiliki nilai dan menopang hidup pada setiap tahap usia. Baik sebagai anak-anak, orang dewasa, maupun orang lanjut usia, menjalankan sila selalu merupakan hal yang baik dan selalu mendatangkan manfaat.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam Jarā Sutta, Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga, seorang dewa bertanya kepada Sang Buddha tentang apa yang membawa manfaat sampai usia tua, dan Beliau menjawab bahwa itu adalah sila. Kitab komentar menjelaskan hal ini dengan membandingkannya dengan perhiasan lahiriah, untuk menunjukkan bahwa sila adalah keindahan yang pantas bagi orang dari segala usia, baik usia kanak-kanak, usia paruh baya, maupun usia tua. Meskipun keindahan dan kekuatan tubuh berubah seiring waktu, nilai perilaku yang baik tidak berkurang hanya karena seseorang bertambah tua. Karena itu, orang yang menjalankan sila dapat mempertahankan kebaikannya sampai usia tua.

อธิบายบทเชื่อม ๑Manfaat sila tidak hanya terletak pada memperoleh kasih sayang atau pujian dari orang lain, tetapi juga pada tidak menimbulkan kesusahan akibat menyakiti orang lain, berbuat curang, dan berdusta. Orang yang menjalankan sila memiliki alasan untuk merasa tenang ketika mengingat perilakunya sendiri. Selain itu, kejujuran dan tidak mengambil keuntungan dari orang lain juga membantu membangun rasa saling percaya dalam hidup bersama. Karena itu, menjalankan sila secara berkesinambungan adalah melatih perilaku yang baik agar semakin kokoh, dan menopang baik diri sendiri maupun masyarakat.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, masyarakat yang warganya jujur dan tidak saling mencuri atau menyakiti memiliki landasan yang baik bagi keamanan dan kehidupan yang nyaman. Orang yang bekerja tanpa korupsi dan tanpa menipu membantu membangun kepercayaan dalam bekerja sama. Siswa yang tidak mengambil barang teman tanpa izin, tidak berbohong, dan tidak merundung orang lain membantu menjadikan kelas tempat di mana semua orang dapat hidup bersama dengan nyaman. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa nilai sila tampak dalam kehidupan orang dari segala usia.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang ingin hidup dengan baik hendaknya menjaga silanya tetap teguh, bersama dengan mengembangkan batin dan kebijaksanaan, serta mengajak orang lain melihat manfaat tidak menyakiti melalui kata-kata yang tepat dan dengan memberi teladan yang baik. Ketika setiap orang bertanggung jawab atas perilakunya sendiri, ia turut menopang masyarakat yang damai. Manfaat bagi diri sendiri maupun bagi bersama ini menunjukkan keluhuran sila. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Sīlaṃ loke anuttaraṃ
Sila adalah yang tertinggi di dunia

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

ข้อ ๕ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๓ ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม · บทเชื่อม ๑ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๖๕๔ คำ
โจทย์: บุญเป็นที่พึ่งของสัตว์ทั้งหลายในโลกเบื้องหน้า ........................................................... แต่งอธิบายให้สมเหตุสมผล โดยอ้างสุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรมกำหนดให้ จำนวน ๓ สุภาษิตนี้ มาประกอบ ๑ สุภาษิต และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเรียงเชื่อมความให้ ติดต่อสมเรื่องกับกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้ กำหนดให้เขียนลงในใบคำตอบ ตั้งแต่ ๒ หน่า(เว้นบรรทัด)ขึ้นไป ให้ เวลา ๓ ชั่วโมง ปาปานํ อกรณํ สุขํ การไม่ทำบาป นำสุขมาให้. ที่มาสุตตันตปิฎก ขุททกนิกาย ธัมมบท กมฺมุนา วตฺตตี โลโก. สัตว์โลกย่อมเป็นไปตามกรรม. ที่มาสุตตันตปิฎก ขุททกนิกาย ธัมมบท ปุญฺญํ โจเรหิ ทูหรํ. บุญอันโจรนำไปไม่ได้. ที่มาสุตตันตปิฎก ขุททกนิกาย ธัมมบท
Puññāni paralokasmiṃPatiṭṭhā honti pāṇinaṃ
Kebajikan adalah sandaran makhluk di dunia berikutnya
(Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga 15/26)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "tempat bernaung" berarti sesuatu yang memberikan perlindungan, memberikan rasa aman, dan membantu terbebas dari bahaya. Adapun "alam kehidupan berikutnya" berarti alam tempat makhluk terlahir kembali setelah meninggal dunia di dunia ini. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa jasa kebajikan adalah tempat bernaung bagi semua makhluk di alam kehidupan berikutnya; artinya, setelah meninggalkan dunia ini, tidak ada harta benda, sanak saudara, atau kedudukan dan kehormatan apa pun yang dapat ikut pergi. Hanya jasa kebajikan dan kejahatan yang telah dilakukan sendiri yang ikut pergi, dan jasa kebajikan adalah satu-satunya hal yang dapat melindungi.

ขยายความบทตั้งDi dunia ini, manusia memiliki banyak tempat bernaung, misalnya ayah dan ibu adalah tempat bernaung bagi anak, sanak saudara dan sahabat adalah tempat bernaung di saat sulit, dan harta benda adalah tempat bernaung dalam menjalani hidup. Tetapi tempat-tempat bernaung ini memiliki batas; ketika tiba saatnya harus meninggalkan dunia ini, tempat-tempat bernaung ini tidak dapat ikut pergi. Agama Buddha mengajarkan bahwa semua makhluk memiliki kamma sebagai milik mereka sendiri dan merupakan pewaris kamma; perbuatan apa pun yang dilakukan, baik atau jahat, merekalah yang akan menerima akibat dari perbuatan itu. Setelah meninggalkan dunia ini, yang ikut pergi hanyalah kamma yang telah dilakukan sendiri. Jasa kebajikan yang telah dilakukan dengan baik akan menyambut pelakunya di alam kehidupan berikutnya, bagaikan sanak saudara yang dengan gembira menyambut kerabat tercinta yang telah lama pergi dan kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu, jasa kebajikan adalah tempat bernaung sejati di alam kehidupan berikutnya.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Harta lahiriah dapat dicuri atau hilang kapan saja, tetapi kebajikan, yaitu kebaikan yang tumbuh di dalam batin, adalah harta yang tidak dapat dirampas oleh pencuri, sehingga menjadi milik yang lebih kokoh. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "jasa kebajikan" berarti kebaikan yang timbul di dalam pikiran dari berdana, menjalankan sila, mengembangkan meditasi, dan melakukan perbuatan baik lainnya. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa jasa kebajikan adalah harta yang tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri, berbeda dengan harta lahiriah seperti uang, emas, rumah, mobil, dan perhiasan, yang dapat dicuri, terbakar, terkena banjir, atau hilang kapan saja.

อธิบายบทเชื่อม ๑Dalam sutta yang menjadi sumber kata mutiara ini terdapat pertanyaan: apakah yang baik sampai usia tua, apakah yang baik bila telah kokoh, apakah permata bagi manusia, dan apakah yang tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri. Jawabannya adalah: sila baik sampai usia tua, keyakinan baik bila telah kokoh, kebijaksanaan adalah permata bagi manusia, dan jasa kebajikan tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri. Pencuri tidak dapat membawa pergi jasa kebajikan karena jasa kebajikan tidak berada di dalam brankas atau di bank, tetapi berada di dalam pikiran orang yang melakukannya. Tidak ada orang yang dapat merogoh masuk untuk mencurinya, tidak ada bencana alam yang dapat menghancurkannya, dan jasa kebajikan itu juga mengikuti pelakunya ke mana pun, bahkan melintasi alam kehidupan dan kelahiran.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang bepergian ke negeri asing harus menyiapkan bekal dan modal dengan lengkap; jika tidak, ia akan kesusahan ketika tiba di sana. Perjalanan menuju alam kehidupan berikutnya pun demikian; jasa kebajikan adalah bekal yang harus dipersiapkan. Orang yang menjalani hidup dengan lengah dan tidak pernah berbuat baik, ketika tiba saatnya harus berangkat, tidak memiliki bekal apa pun. Adapun orang yang telah banyak berbuat jasa kebajikan akan berangkat dengan hati yang tenteram, bagaikan orang yang memiliki sanak saudara yang menantikan untuk menyambutnya di tempat tujuan.

สรุปKesimpulannya: Orang yang memahami kenyataan hidup hendaknya tidak lengah, tetapi mempersiapkan tempat bernaung untuk alam kehidupan berikutnya dengan berbuat jasa kebajikan selagi masih ada kesempatan, baik dengan berdana, menjalankan sila, maupun melatih pikiran agar jernih. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Puññāni paralokasmiṃPatiṭṭhā honti pāṇinaṃ
Kebajikan adalah sandaran makhluk di dunia berikutnya

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.