ชุดตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรม (ข้อสอบสนามหลวงปีเก่า) กลับหน้าฝึกแต่งกระทู้
ชั้น: นักธรรมชั้นโท ๒ธรรมศึกษาชั้นตรี ประถม ๕ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม ๕ธรรมศึกษาชั้นตรี อุดม ๑ธรรมศึกษาชั้นโท ประถม ๔ธรรมศึกษาชั้นโท มัธยม ๓ธรรมศึกษาชั้นเอก ประถม ๑ธรรมศึกษาชั้นเอก มัธยม ๑ธรรมศึกษาชั้นเอก อุดม ๑
ภาษา: ไทย EnglishIndonesia中文DeutschDanskहिन्दी日本語नेपाली
ซ่อนป้ายโครงสร้าง ในหน้าต่างพิมพ์ ให้เลือกปลายทาง "บันทึกเป็น PDF" และเปิด "กราฟิกพื้นหลัง" เพื่อให้เห็นแถบสี
ตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง

ตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรม

ธรรมศึกษาชั้นตรี อุดม

จากข้อสอบสนามหลวงปีเก่า ๑ ข้อ · ภาษาอินโดนีเซีย
ข้อพ.ศ.กระทู้ตั้งบทเชื่อม
๑๒๕๖๕ ททมาโน ปิโย โหติ๑

วิธีใช้: อ่านกระทู้ตั้งแล้วลองวางโครงเรื่องด้วยตนเองก่อน จึงเปิดดูตัวอย่าง สังเกตลำดับ: บทตั้ง → อารัมภบท → อธิบายบทตั้ง → ขยายความ → ประโยคสะพานและบทเชื่อม (บอกคัมภีร์ที่มา) → อธิบายบทเชื่อม → ตัวอย่างในชีวิต → สรุปพร้อมยกบทตั้ง → ปิดท้าย

ประโยคสะพานบทเชื่อมและคำอธิบายตัวอย่างในชีวิตสรุปและปิดท้าย

ตัวอย่างเรียบเรียงโดยระบบจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิต บทเชื่อมเลือกจากสุภาษิตที่โจทย์กำหนดให้ (ธรรมศึกษา) หรือจากสุภาษิตในหนังสือของชั้นนั้นที่เนื้อความเข้ากัน (นักธรรม) ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยสำนวนของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

พิมพ์จากระบบสนับสนุนการออกข้อสอบ · 01/10/2569

ข้อ ๑ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๕ ธรรมศึกษาชั้นตรี อุดม · บทเชื่อม ๑ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๕๑๙ คำ
โจทย์: ททมาโน ปิโย โหติ. ผู้ให้ย่อมเป็นที่รัก. คัมภีร์ที่มา : อังคุตตรนิกาย ปัญจกนิบาต แต่งอธิบายให้สมเหตุสมผล โดยใช้สุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรมกำหนดมาให้ จำนวน ๓ สุภาษิตข้างล่างนี้ มาประกอบอ้างอิงเพียง ๑ สุภาษิต และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเชื่อมความให้ สมกับเรื่องในกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้ กำหนดให้เขียนลงในกระดาษใบตอบตั้งแต่ ๒ หน้า (เว้นบรรทัด) ขึ้นไป ททํ มิตฺตานิ คนฺถติ. ผู้ให้ ย่อมผูกไมตรีไว้ได้ คัมภีร์ที่มา : สังยุตตนิกาย สคาถวรรค ทเทยฺย ปุริโส ทานํ. คนควรให้ของที่ควรให้ คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ชาดก สัตตกนิบาต อสาธุ สาธุนา ชิเน. พึงชนะคนไม่ดีด้วยความดี คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท ขุททกนิกาย ชาดก ทุกนิบาต
Dadamāno piyo hoti
Pemberi dana disayangi
(Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta 22/44)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "orang yang memberi" dalam kata mutiara ini berarti orang yang memiliki sifat rela berkorban sebagai kebiasaan, siap membagikan apa yang dimilikinya demi manfaat orang lain. Adapun kata "akan dicintai" berarti akan menerima rasa sayang, kasih, dan harapan baik dari orang-orang di sekitarnya. Sabda Sang Buddha ini menunjukkan satu hukum alam, yaitu bahwa cinta dari orang lain tidak dapat dituntut atau dipaksakan, tetapi timbul dengan sendirinya terhadap orang yang memberi.

ขยายความบทตั้งOrang yang memberi dicintai karena setiap manusia menginginkan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan. Siapa pun yang membuat seseorang berbahagia dan membantunya terbebas dari kesulitan, orang itu tentu mencintainya. Sebaliknya, orang yang hanya menerima, tidak pernah memberi, dan terus mengambil keuntungan dari orang lain, meskipun memiliki harta atau kekuasaan sebesar apa pun, mungkin dikelilingi orang hanya karena mereka mengharapkan keuntungan. Ketika keuntungan itu habis, orang-orang itu pun pergi. Karena itu, cinta yang timbul dari memberi dengan tulus lebih kokoh daripada cinta yang dibeli dengan kekuasaan atau keuntungan.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Pemberian bagaikan benang yang mengikat hati orang satu sama lain. Orang yang tahu memberi dan berbagi dapat mengikat persahabatan dengan sesama, sehingga terjalin hubungan yang baik dan ada sahabat yang siap menolong. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "persahabatan" berarti sikap bersahabat, rasa sayang, dan saling berharap baik satu sama lain. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang memberi dapat mengikat persahabatan, yaitu memberi bagaikan tali yang mengikat hati orang-orang menjadi satu, sehingga menimbulkan hubungan yang baik. Orang yang memberi tentu memiliki teman, dan teman-teman itu pun siap menolongnya pada saat ia membutuhkan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Memberi yang dapat mengikat persahabatan tidak hanya berarti memberikan harta dan barang. Memberikan ucapan yang baik, memberikan waktu, memberikan bantuan dengan tenaga, memberikan maaf, dan memberikan semangat, semuanya merupakan pemberian yang dapat mengikat hati orang. Ajaran yang disebut empat dasar simpati (saṅgahavatthu) juga menempatkan memberi sebagai butir yang pertama, yang menunjukkan bahwa memberi adalah inti dari membangun persahabatan. Sebaliknya, orang yang kikir, tidak pernah berbagi, dan hanya berpikir untuk mengambil dari orang lain, sulit menemukan sahabat sejati, karena tidak ada sesuatu pun yang mengikat hati orang.

ตัวอย่างในชีวิตSebagai contoh, orang tua yang memberikan cinta, perhatian, dan didikan kepada anaknya sepanjang hidup tentu dicintai oleh anaknya lebih daripada siapa pun. Kakak yang membagikan mainan atau makanan ringan kepada adiknya dan selalu melindungi adiknya ketika ada bahaya tentu dicintai oleh adiknya. Pegawai yang murah senyum dan melayani dengan tulus tentu disukai oleh pelanggan. Bahkan hanya dengan memberikan senyuman dan ucapan yang lembut, kita dapat dicintai oleh orang lain tanpa perlu mengeluarkan harta sedikit pun.

สรุปKesimpulannya: Orang yang ingin dicintai hendaknya selalu bertanya kepada dirinya sendiri, apa yang telah kita berikan kepada orang lain hari ini, lalu rajin memberi sesuai dengan kesempatan dan kemampuannya. Memberi seperti ini merupakan jasa kebajikan sekaligus daya tarik sejati seorang manusia. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Dadamāno piyo hoti
Pemberi dana disayangi

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.