ชุดตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรม (ข้อสอบสนามหลวงปีเก่า) กลับหน้าฝึกแต่งกระทู้
ชั้น: นักธรรมชั้นโท ๒ธรรมศึกษาชั้นตรี ประถม ๕ธรรมศึกษาชั้นตรี มัธยม ๕ธรรมศึกษาชั้นตรี อุดม ๑ธรรมศึกษาชั้นโท ประถม ๔ธรรมศึกษาชั้นโท มัธยม ๓ธรรมศึกษาชั้นเอก ประถม ๑ธรรมศึกษาชั้นเอก มัธยม ๑ธรรมศึกษาชั้นเอก อุดม ๑
ภาษา: ไทย EnglishIndonesia中文DeutschDanskहिन्दी日本語नेपाली
ซ่อนป้ายโครงสร้าง ในหน้าต่างพิมพ์ ให้เลือกปลายทาง "บันทึกเป็น PDF" และเปิด "กราฟิกพื้นหลัง" เพื่อให้เห็นแถบสี
ตัวอย่างสำหรับฝึกหัด ไม่ใช่เฉลยของสนามหลวง

ตัวอย่างเรียงความแก้กระทู้ธรรม

ธรรมศึกษาชั้นโท ประถม

จากข้อสอบสนามหลวงปีเก่า ๔ ข้อ · ภาษาอินโดนีเซีย
ข้อพ.ศ.กระทู้ตั้งบทเชื่อม
๑๒๕๖๘ ททมาโน ปิโย โหติ๒
๒๒๕๖๗ สุโข ปุญฺญสฺส อุจฺจโย๒
๓๒๕๖๖ อสนฺเต นูปเสเวยฺย สนฺเต เสเวยฺย ปณฺฑิโต อสนฺโต นิรยํ เนนฺติ สนฺโต ปาเปนฺติ สุคตึ๒
๔๒๕๖๓ ขนฺติโก เมตฺตวา ลาภี ยสสฺสี สุขสีลวา ปิโย เทวมนุสฺสานํ มนาโป โหติ ขนฺติโก๒

วิธีใช้: อ่านกระทู้ตั้งแล้วลองวางโครงเรื่องด้วยตนเองก่อน จึงเปิดดูตัวอย่าง สังเกตลำดับ: บทตั้ง → อารัมภบท → อธิบายบทตั้ง → ขยายความ → ประโยคสะพานและบทเชื่อม (บอกคัมภีร์ที่มา) → อธิบายบทเชื่อม → ตัวอย่างในชีวิต → สรุปพร้อมยกบทตั้ง → ปิดท้าย

ประโยคสะพานบทเชื่อมและคำอธิบายตัวอย่างในชีวิตสรุปและปิดท้าย

ตัวอย่างเรียบเรียงโดยระบบจากคำอธิบายพุทธศาสนสุภาษิต บทเชื่อมเลือกจากสุภาษิตที่โจทย์กำหนดให้ (ธรรมศึกษา) หรือจากสุภาษิตในหนังสือของชั้นนั้นที่เนื้อความเข้ากัน (นักธรรม) ผู้สอบควรเรียบเรียงด้วยสำนวนของตนเอง และจำบาลีกับคัมภีร์ที่มาให้ถูกต้อง

พิมพ์จากระบบสนับสนุนการออกข้อสอบ · 01/10/2569

ข้อ ๑ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๘ ธรรมศึกษาชั้นโท ประถม · บทเชื่อม ๒ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๗๒๙ คำ
โจทย์: ททมาโน ปิโย โหติ. ผู้ให้ ย่อมเป็นที่รัก. แต่งอธิบายให้สมเหตุสมผล โดยใช้สุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรม กำหนดมาให้จำนวน ๕ สุภาษิตข้างล่างนี้มาประกอบอ้างอิง ๒ สุภาษิต ห้ามอ้างสุภาษิตซ้ำข้อกัน และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเชื่อมความให้ สมกับเรื่องในกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้กำหนดให้เขียนลงในกระดาษใบตอบตั้งแต่ ๓ หน้า (เว้นบรรทัด) ขึ้นไป ททํ มิตฺตานิ คนฺถติ. ผู้ให้ ย่อมผูกไมตรีไว้ได้ คัมภีร์ที่มา : สังยุตตนิกาย สคาถวรรค (สํ.ส.) ททโต ปุญฺญํ ปวฑฺฒติ. เมื่อให้ บุญก็เพิ่มขึ้น. คัมภีร์ที่มา : ทีฆนิกาย มหาวรรค (ที.มหา.) อสาธุํ สาธุนา ชิเน. พึงชนะคนไม่ดีด้วยความดี. คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท (ขุ.ธ.) ปุญฺญํ โจเรหิ ทูหรํ. บุญอันโจรนำไปไม่ได้ คัมภีร์ที่มา : สังยุตตนิกาย สคาถวรรค (สํ.ส.) สุโข ปุญฺญสฺส อุจฺจโย. ความสั่งสมขึ้นซึ่งบุญ นำสุขมาให้ คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท (ขุ.ธ.)
Dadamāno piyo hoti
Pemberi dana disayangi
(Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta 22/44)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "orang yang memberi" dalam kata mutiara ini berarti orang yang memiliki sifat rela berkorban sebagai kebiasaan, siap membagikan apa yang dimilikinya demi manfaat orang lain. Adapun kata "akan dicintai" berarti akan menerima rasa sayang, kasih, dan harapan baik dari orang-orang di sekitarnya. Sabda Sang Buddha ini menunjukkan satu hukum alam, yaitu bahwa cinta dari orang lain tidak dapat dituntut atau dipaksakan, tetapi timbul dengan sendirinya terhadap orang yang memberi.

ขยายความบทตั้งOrang yang memberi dicintai karena setiap manusia menginginkan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan. Siapa pun yang membuat seseorang berbahagia dan membantunya terbebas dari kesulitan, orang itu tentu mencintainya. Sebaliknya, orang yang hanya menerima, tidak pernah memberi, dan terus mengambil keuntungan dari orang lain, meskipun memiliki harta atau kekuasaan sebesar apa pun, mungkin dikelilingi orang hanya karena mereka mengharapkan keuntungan. Ketika keuntungan itu habis, orang-orang itu pun pergi. Karena itu, cinta yang timbul dari memberi dengan tulus lebih kokoh daripada cinta yang dibeli dengan kekuasaan atau keuntungan.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Pemberian bagaikan benang yang mengikat hati orang satu sama lain. Orang yang tahu memberi dan berbagi dapat mengikat persahabatan dengan sesama, sehingga terjalin hubungan yang baik dan ada sahabat yang siap menolong. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "persahabatan" berarti sikap bersahabat, rasa sayang, dan saling berharap baik satu sama lain. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa orang yang memberi dapat mengikat persahabatan, yaitu memberi bagaikan tali yang mengikat hati orang-orang menjadi satu, sehingga menimbulkan hubungan yang baik. Orang yang memberi tentu memiliki teman, dan teman-teman itu pun siap menolongnya pada saat ia membutuhkan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Memberi yang dapat mengikat persahabatan tidak hanya berarti memberikan harta dan barang. Memberikan ucapan yang baik, memberikan waktu, memberikan bantuan dengan tenaga, memberikan maaf, dan memberikan semangat, semuanya merupakan pemberian yang dapat mengikat hati orang. Ajaran yang disebut empat dasar simpati (saṅgahavatthu) juga menempatkan memberi sebagai butir yang pertama, yang menunjukkan bahwa memberi adalah inti dari membangun persahabatan. Sebaliknya, orang yang kikir, tidak pernah berbagi, dan hanya berpikir untuk mengambil dari orang lain, sulit menemukan sahabat sejati, karena tidak ada sesuatu pun yang mengikat hati orang.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang rajin berdana, meskipun hanya sedikit, kebajikan akan terus terhimpun tanpa putus, sedangkan bagi orang yang tidak pernah memberi, kebajikan tidak dapat tumbuh dalam batinnya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Dīgha Nikāya, Mahāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata mutiara ini mengajarkan bahwa ketika memberi, jasa kebajikan pun bertambah. Kata "jasa kebajikan" (puñña) berarti kebaikan yang membersihkan pikiran dan menjadi sebab kebahagiaan. Setiap kali seseorang memberi dengan hati yang rela berkorban, jasa kebajikan timbul di dalam pikirannya dan terus bertambah sedikit demi sedikit, bagaikan air yang menetes ke dalam tempayan setetes demi setetes, meskipun sedikit, tetapi bila terus menetes, tempayan itu pun dapat menjadi penuh.

อธิบายบทเชื่อม ๒Dikatakan bahwa jasa kebajikan bertambah ketika memberi karena pada saat memberi, pikiran si pemberi telah melepaskan sebagian kekikirannya, keserakahan, yang merupakan kekotoran batin yang membuat pikiran sempit, pun menipis, sehingga pikiran menjadi lapang dan jernih. Inilah jasa kebajikan yang dapat dilihat dalam kehidupan sekarang. Makin sering memberi, memberi makin menjadi kebiasaan, dan pikiran pun makin teguh dalam kebaikan. Sabda Sang Buddha ini muncul berpasangan dengan pernyataan bahwa bagi orang yang mengendalikan diri, permusuhan tidak tertimbun, yang menunjukkan bahwa memberi membuat kebaikan bertambah, sedangkan pengendalian diri membuat kejahatan tidak timbul. Keduanya merupakan pasangan dalam menjalani kehidupan yang baik.

ตัวอย่างในชีวิตSebagai contoh, orang tua yang memberikan cinta, perhatian, dan didikan kepada anaknya sepanjang hidup tentu dicintai oleh anaknya lebih daripada siapa pun. Kakak yang membagikan mainan atau makanan ringan kepada adiknya dan selalu melindungi adiknya ketika ada bahaya tentu dicintai oleh adiknya. Pegawai yang murah senyum dan melayani dengan tulus tentu disukai oleh pelanggan. Bahkan hanya dengan memberikan senyuman dan ucapan yang lembut, kita dapat dicintai oleh orang lain tanpa perlu mengeluarkan harta sedikit pun.

สรุปKesimpulannya: Orang yang ingin dicintai hendaknya selalu bertanya kepada dirinya sendiri, apa yang telah kita berikan kepada orang lain hari ini, lalu rajin memberi sesuai dengan kesempatan dan kemampuannya. Memberi seperti ini merupakan jasa kebajikan sekaligus daya tarik sejati seorang manusia. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Dadamāno piyo hoti
Pemberi dana disayangi

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

ข้อ ๒ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๗ ธรรมศึกษาชั้นโท ประถม · บทเชื่อม ๒ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๗๗๒ คำ
โจทย์: ความสั่งสมซึ่งบุญ นำสุขมาให้. แต่งอธิบายให้สมเหตุสมผล โดยใช้สุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรมกำหนดมาให้ จำนวน ๕ สุภาษิตข้างล่างนี้ มาประกอบอ้างอิง ๒ สุภาษิต ห้ามอ้างอิงสุภาษิตซ้ำซ้อนกัน และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเชื่อความให้สมกับเรื่องในกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้กำหนดให้เขียนลงในกระดาษใบตอบตั้งแต่ ๓ หน้า (เว้นบรรทัด) ขึ้นไป ปุญฺญํ โจเรหิ ทูหรํ. บุญอันโจรนำไปไม่ได้. คัมภีร์ที่มา : สังยุตตนิกาย สคาวรรค ททโต ปุญฺญํ ปวฑฺฒติ. เมื่อให้ บุญก็เพิ่ม. คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย อุทาน ปุญฺญํ สุขํ ชีวิตสงฺขยมฺหิ. บญนำสุขมาให้ในเวลาสิ้นชีวิต. คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ธรรมบท ยํ เว เสวติ ตาทิโส. คบคนเช่นใด ก็เป็นเช่นคนนั้น. คัมภีร์ที่มา : ว.ว. สุโข หเว สปฺปุริเสน สงฺคโม. สมาคมกับสัตบุรุษ นำสุขมาให้. คัมภีร์ที่มา : ขุททกนิกาย ชาดก ทุกนิบาติ
Sukho puññassa uccayo
Penimbunan kebajikan membawa kebahagiaan
(Khuddaka Nikāya, Dhammapada 25/30)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata "penimbunan jasa kebajikan" berarti selalu berbuat baik, melakukannya berulang-ulang, hingga kebaikan itu bertambah banyak dan menjadi kebiasaan. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa penimbunan jasa kebajikan seperti ini membawa kebahagiaan. Sabda Sang Buddha ini merupakan pasangan yang berlawanan dengan sabda Sang Buddha yang menyatakan bahwa penimbunan kejahatan membawa penderitaan. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang kita timbun dalam hidup akan menentukan apakah hidup kita bahagia atau menderita.

ขยายความบทตั้งDalam Dhammapada, Sang Buddha bersabda bahwa jika seseorang berbuat jasa kebajikan, hendaknya ia melakukannya berulang-ulang dan bersenang hati di dalamnya, karena penimbunan jasa kebajikan membawa kebahagiaan. Di bagian lain Beliau bersabda bahwa seseorang hendaknya tidak meremehkan jasa kebajikan dengan mengira bahwa kebajikan yang kecil tidak akan berbuah, karena tempayan air dapat penuh oleh tetesan air yang jatuh setetes demi setetes. Orang bijaksana yang menimbun jasa kebajikan sedikit demi sedikit akan dipenuhi oleh jasa kebajikan. Karena itu, kebaikan kecil yang dilakukan secara teratur memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kebaikan besar yang dilakukan hanya sesekali.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Bila seseorang telah banyak berbuat baik semasa hidupnya, ketika ajal tiba batinnya hangat oleh kebajikan dan tidak takut, berbeda dengan orang yang tidak pernah berbuat kebajikan, yang sering gelisah di saat-saat terakhirnya. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "saat akhir hidup" berarti saat ketika hidup akan berakhir, yaitu saat yang ditakuti oleh kebanyakan orang karena harus berpisah dari segala yang dicintai. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa jasa kebajikan membawa kebahagiaan pada saat seperti itu; artinya, ketika harta benda, kedudukan dan kehormatan, serta orang-orang yang dicintai tidak lagi dapat menolong, jasa kebajikan yang pernah dilakukan akan menjadi tempat bernaung bagi batin, sehingga seseorang dapat pergi dengan tenang dan tanpa rasa takut.

อธิบายบทเชื่อม ๑Pada saat menjelang kematian, pikiran seseorang sering teringat pada hal-hal yang pernah dilakukannya. Orang yang pernah banyak berbuat jahat akan teringat pada kejahatan itu dengan hati yang gelisah dan takut akan akibat yang akan menyusul. Adapun orang yang telah banyak berbuat jasa kebajikan akan teringat pada kebaikannya sendiri dengan hati yang puas, tanpa ada hal yang disesali atau mengganjal. Kebahagiaan batin pada saat terakhir ini adalah buah jasa kebajikan yang terlihat jelas, dan menurut agama Buddha, pikiran yang jernih pada saat akhir hidup juga menjadi sebab untuk terlahir di alam bahagia (sugati).

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Harta lahiriah dapat dicuri atau hilang kapan saja, tetapi kebajikan, yaitu kebaikan yang tumbuh di dalam batin, adalah harta yang tidak dapat dirampas oleh pencuri, sehingga menjadi milik yang lebih kokoh. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Saṃyutta Nikāya, Sagāthāvagga:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata "jasa kebajikan" berarti kebaikan yang timbul di dalam pikiran dari berdana, menjalankan sila, mengembangkan meditasi, dan melakukan perbuatan baik lainnya. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa jasa kebajikan adalah harta yang tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri, berbeda dengan harta lahiriah seperti uang, emas, rumah, mobil, dan perhiasan, yang dapat dicuri, terbakar, terkena banjir, atau hilang kapan saja.

อธิบายบทเชื่อม ๒Dalam sutta yang menjadi sumber kata mutiara ini terdapat pertanyaan: apakah yang baik sampai usia tua, apakah yang baik bila telah kokoh, apakah permata bagi manusia, dan apakah yang tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri. Jawabannya adalah: sila baik sampai usia tua, keyakinan baik bila telah kokoh, kebijaksanaan adalah permata bagi manusia, dan jasa kebajikan tidak dapat dibawa pergi oleh pencuri. Pencuri tidak dapat membawa pergi jasa kebajikan karena jasa kebajikan tidak berada di dalam brankas atau di bank, tetapi berada di dalam pikiran orang yang melakukannya. Tidak ada orang yang dapat merogoh masuk untuk mencurinya, tidak ada bencana alam yang dapat menghancurkannya, dan jasa kebajikan itu juga mengikuti pelakunya ke mana pun, bahkan melintasi alam kehidupan dan kelahiran.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan nyata, orang yang bangun pagi untuk berdana makanan kepada bhikkhu yang berpindapata setiap hari, membaca paritta sebelum tidur, dan rajin menolong orang lain, meskipun setiap hari hanya melakukan sedikit, setelah bertahun-tahun pikirannya akan jernih, bahagia, dan dicintai banyak orang. Pelajar yang mengulang pelajaran sedikit demi sedikit setiap hari akan memiliki pengetahuan yang lebih kokoh daripada orang yang belajar keras hanya pada malam sebelum ujian. Menimbun kebaikan pun berlangsung dengan cara yang sama.

สรุปKesimpulannya: Orang yang menginginkan kebahagiaan yang langgeng hendaknya rajin berbuat baik setiap hari, tanpa memilih kecil atau besar, dan tanpa menunggu kesempatan istimewa, karena kebaikan yang telah ditimbun akan menjadi landasan kebahagiaan sepanjang hidup. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Sukho puññassa uccayo
Penimbunan kebajikan membawa kebahagiaan

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

ข้อ ๓ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๖ ธรรมศึกษาชั้นโท ประถม · บทเชื่อม ๒ บท · ประมาณ ๗๙๑ คำ
โจทย์: อสนฺเต นปฺปเสเวยฺย สนฺเต เสเวยฺย ปณฺฑิโต อสนฺโต นิรยํ เนนฺติ สนฺโต ปาเปนฺติ สุคตึ. บัณฑิตไม่พึงคบอสัตบุรุษ พึงคบสัตบุรุษ เพราะอสัตบุรุษย่อมนำไปสู่นรก สัตบุรุษย่อมให้ถึงสุคติ. แต่งอธิบายความให้สมเหตุสมผล โดยใช้สุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรมกำหนดมาให้ จำนวน ๕ สุภาษิตข้างล่างนี้ มาประกอบอ้างอิงเพียง ๒ สุภาษิต ห้ามอ้างสุภาษิตซ้ำข้อกัน และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเชื่อมความให้สมกับเรื่องในกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้ กำหนดให้เขียนลงในกระดาษใบตอบตั้งแต่ ๓ หน้า (เว้นบรรทัด) ขึ้นไป สีลเมวิธ สิกฺเขถ อสฺมึ โลเก สุสิกฺขิตํ สีลํ หิ สพฺพสมฺปตฺตึ อุปนาเมติ เสวิตํ. พึงศึกษาศีลในโลกนี้ เพราะศีลที่ศึกษาดีแล้ว เสพแล้วในโลกนี้ ย่อมน้อมนำมาซึ่งสมบัติทั้งปวง. คัมภีร์ที่มา : ขุทฺทกนิกาย เถรคาถา อิเธว กิตฺตึ ลภติ เปจฺจ สคฺเค จ สุมโน สพฺพตฺถ สุมโน ธีโร สีเลสุ สุสมาหิโต. ผู้มีปรีชา มั่นคงดีแล้วในศีล ย่อมได้รับชื่อเสียงในโลกนี้ ละไปแล้ว ชื่อว่าย่อมดีใจในที่ทั้งปวง. คัมภีร์ที่มา : ขุทฺทกนิกาย เถรคาถา เอโกปิ สทฺโธ เมธาวี อสฺสทฺธานํ จ ญาตินํ ธมฺมฏฺโฐ สีลสมฺปนฺโน โหติ อตฺถาย พนฺธุนํ. ผู้มีศรัทธา มีปัญญา ตั้งในธรรม ถึงพร้อมด้วยศีลแม้คนเดียว ย่อมเป็นประโยชน์แก่ญาติและพวกพ้องผู้ไม่มีศรัทธา. คัมภีร์ที่มา : ขุทฺทกนิกาย เถรคาถา อโมฆํ ทิวสํ กยิรา อปฺเปน พหุเกน วา ยํ ยํ วิวหเต รตฺติ ตทูนนฺตสฺส ชีวิตํ. ควรทำวันคืนไม่ให้เปล่า จากประโยชน์น้อยหรือมากเพราะวันคืนผ่านบุคคลใดไป ชีวิตของบุคคลนั้น ย่อมพร่องจากประโยชน์. คัมภีร์ที่มา : ขุทฺทกนิกาย เถรคาถา ยญฺหิ กยิรา ตญฺหิ วเท ยํ น กยิรา น ตํ วเท อกโรนฺตํ ภาสมานํ ปริชานนฺติ ปณฺฑิตา. บุคคลทำสิ่งใด ควรพูดสิ่งนั้น ไม่ทำสิ่งใด ไม่ควรพูดสิ่งนั้น บัณฑิตย่อมกำหนดรู้คนที่ไม่ทำ ได้แต่พูด. คัมภีร์ที่มา : ขุทฺทกนิกาย เถรคาถา
Asante nūpaseveyyaSante seveyya paṇḍito
Asanto nirayaṃ nentiSanto pāpenti sugatiṃ
Orang bijak hendaknya tidak bergaul dengan orang jahat, melainkan dengan orang baik, karena orang jahat menuntun ke neraka dan orang baik mengantar ke alam bahagia
(Khuddaka Nikāya, Jātaka, Vīsatinipāta 27/437)

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: "Orang baik" (sappurisa) berarti orang yang berperilaku benar, sedangkan "orang jahat" berarti orang yang tidak baik dan bertindak bertentangan dengan Dhamma. Kata mutiara ini mengajarkan prinsip penting dalam memilih teman, karena orang yang kita gauli memengaruhi arah hidup kita.

ขยายความบทตั้งDikatakan bahwa orang jahat menuntun ke neraka berarti orang jahat cenderung mengajak kita berbuat jahat, seperti berjudi, memakai narkoba, mencuri, atau menyakiti orang lain; jika kita mengikutinya, kita menerima penderitaan dan kesulitan sebagai akibatnya, baik dalam kehidupan ini maupun berikutnya. Sebaliknya, orang baik membimbing kita ke arah yang benar, mendorong kita berbuat baik, memberi teladan yang baik, dan memperingatkan kita ketika kita tersesat. Bergaul dengan orang baik karena itu membawa ke alam bahagia, yaitu kemajuan dan kebahagiaan.

ขยายความบทตั้งMemilih teman tidak berarti meremehkan atau membenci orang yang berperilaku buruk. Kita tetap dapat memiliki cinta kasih dan niat baik terhadap mereka, tetapi tidak sepatutnya terlalu akrab hingga tersesat, terutama jika batin kita sendiri belum cukup teguh. Selain itu, menilai siapa orang baik hendaknya berdasarkan perilaku, bukan berdasarkan kekayaan atau penampilan luar.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Saat hidup hampir berakhir, harta, pangkat, dan orang-orang terkasih tidak dapat menolong, tetapi kebajikan yang pernah dilakukan menjadi tempat bernaung bagi batin sehingga seseorang dapat berpulang dengan damai. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata "saat akhir hidup" berarti saat ketika hidup akan berakhir, yaitu saat yang ditakuti oleh kebanyakan orang karena harus berpisah dari segala yang dicintai. Kata mutiara ini mengajarkan bahwa jasa kebajikan membawa kebahagiaan pada saat seperti itu; artinya, ketika harta benda, kedudukan dan kehormatan, serta orang-orang yang dicintai tidak lagi dapat menolong, jasa kebajikan yang pernah dilakukan akan menjadi tempat bernaung bagi batin, sehingga seseorang dapat pergi dengan tenang dan tanpa rasa takut.

อธิบายบทเชื่อม ๑Pada saat menjelang kematian, pikiran seseorang sering teringat pada hal-hal yang pernah dilakukannya. Orang yang pernah banyak berbuat jahat akan teringat pada kejahatan itu dengan hati yang gelisah dan takut akan akibat yang akan menyusul. Adapun orang yang telah banyak berbuat jasa kebajikan akan teringat pada kebaikannya sendiri dengan hati yang puas, tanpa ada hal yang disesali atau mengganjal. Kebahagiaan batin pada saat terakhir ini adalah buah jasa kebajikan yang terlihat jelas, dan menurut agama Buddha, pikiran yang jernih pada saat akhir hidup juga menjadi sebab untuk terlahir di alam bahagia (sugati).

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Bila seseorang tahu berbagi apa yang dimilikinya demi kebaikan orang lain, sewajarnya ia menerima kasih sayang sebagai balasannya, sedangkan orang yang kikir akan makin jauh dari kemurahan hati sesama. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: Kata "orang yang memberi" dalam kata mutiara ini berarti orang yang memiliki sifat rela berkorban sebagai kebiasaan, siap membagikan apa yang dimilikinya demi manfaat orang lain. Adapun kata "akan dicintai" berarti akan menerima rasa sayang, kasih, dan harapan baik dari orang-orang di sekitarnya. Sabda Sang Buddha ini menunjukkan satu hukum alam, yaitu bahwa cinta dari orang lain tidak dapat dituntut atau dipaksakan, tetapi timbul dengan sendirinya terhadap orang yang memberi.

อธิบายบทเชื่อม ๒Orang yang memberi dicintai karena setiap manusia menginginkan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan. Siapa pun yang membuat seseorang berbahagia dan membantunya terbebas dari kesulitan, orang itu tentu mencintainya. Sebaliknya, orang yang hanya menerima, tidak pernah memberi, dan terus mengambil keuntungan dari orang lain, meskipun memiliki harta atau kekuasaan sebesar apa pun, mungkin dikelilingi orang hanya karena mereka mengharapkan keuntungan. Ketika keuntungan itu habis, orang-orang itu pun pergi. Karena itu, cinta yang timbul dari memberi dengan tulus lebih kokoh daripada cinta yang dibeli dengan kekuasaan atau keuntungan.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, remaja yang bergaul dengan teman-teman yang suka berkumpul untuk berbuat tidak baik dapat terbujuk mencoba narkoba hingga hidupnya rusak. Tetapi remaja yang bergaul dengan teman-teman yang belajar tekun dan memiliki tujuan memperoleh inspirasi dan semangat untuk mengembangkan diri. Pengusaha yang memilih mitra yang jujur dapat menjalankan usahanya dengan aman, sedangkan yang bekerja sama dengan orang curang sering ikut menderita bersama mereka.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang menginginkan kemajuan hendaknya memilih teman dengan cermat, bergaul dengan mereka yang berperilaku baik, dan menjaga jarak dari mereka yang menuntun ke arah kemunduran. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Asante nūpaseveyyaSante seveyya paṇḍito
Asanto nirayaṃ nentiSanto pāpenti sugatiṃ
Orang bijak hendaknya tidak bergaul dengan orang jahat, melainkan dengan orang baik, karena orang jahat menuntun ke neraka dan orang baik mengantar ke alam bahagia

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.

ข้อ ๔ · ข้อสอบสนามหลวง พ.ศ. ๒๕๖๓ ธรรมศึกษาชั้นโท ประถม · บทเชื่อม ๒ บท (เลือกจากที่โจทย์กำหนด) · ประมาณ ๘๒๙ คำ
โจทย์: ขนฺติโก เมตฺตวา ลาภี ยสสฺสี สุขสีลวา ปิโย เทวมนุสฺสานํ มนาโป โหติ ขนฺติโก ผู้มีขันตินับว่ามีเมตตา มีลาภ มียศ และมีสุขเสมอ ผู้มีขันติเป็นที่รักที่ชอบใจของเทวดาและมนุษย์ทั้งหลาย ให้นักเรียนแต่งอธิบายให้สมเหตุสมผล โดยอ้างสุภาษิตที่สนามหลวงแผนกธรรมกำหนดให้จำนวน ๕ สุภาษิตนี้ มาประกอบ ๒ สุภาษิต ห้ามอ้างสุภาษิตซ้ำข้อกัน และสุภาษิตที่อ้างมานั้น ควรอธิบายเรียงเชื่อมความให้ติดต่อสมเรื่องกับกระทู้ตั้ง ในชั้นนี้ กำหนดให้เขียนลงในใบตอบ ตั้งแต่ ๓ หน้า (เว้นบรรทัด)ขึ้นไป อตฺตโนปิ ปเรญฺจ อตฺถาวโห ว ขนฺติโก สคฺคโมกฺขคมํ มคฺคํ อารุฬฺโห โหติ ขนฺติโก. ผู้มัขันติ ชื่อว่านำประโยชน์มาให้ทั้งแก่ตนทั้งแก่ผู้อื่น ผู้ที่มีขันติชื่อว่าเป็นผู้ขึ้นสู่ทางไปสวรรค์และนิพพาน. ที่มา หนังสือสวดมนต์ฉบับหลวง เกวลานํปิ ปาปานํ ขฺนติ มูลํ นิกนฺตติ ครหกลหาทีนํ มูลํ ขนติ ขนฺติโก. ขันติ ย่อมตัดรากแห่งบาบทั้งสิ้น ผู้มีขัติชื่อว่าย่อมขุดราก แห่งความติ้ตียนและการทะเลาะกันเป็นต้นได้ ที่มา หนังสือสวดมนต์ฉฉบับหลวง สตฺถุโน วจโนวาทํ กโรติเยว ขนฺติโก ปรมาย จ ปูชาย ชินํ ปูเชติ ขนฺตติโก. ผู้มีขันติ ชื่อว่าทำตามคำสอนของพระศาสดา และผู้มี ขันติชื่อว่าบูชาพระชินเจ้า ด้วยบูชาอย่างยิ่ง ที่มาหนังสือสวดมนต์ฉบับหลวง อสนฺเต นูปเสเวยฺย สนฺเต เสเวยฺย ปณฺฑิโต อสนฺโต นิรยํ เนนฺติ สนฺโต ปาเปนฺติ สุคตึ. บัณฑิตไม่พึงคบอสัตบุรุษ พึงคบสัตบุรุษ เพราะอสัตบุรุษ ย่อมนำไปสู่นรก สัตบุรุษย่อมให้ถึงสุคติ ที่มา สุตตันปิฎก ขุททกนิกาย วีสตินิบาตชาดก ยาทิสํ กุรุเต มิตฺตํ ยาทิสญฺจูปเสวติ โสปิ ตาทิสโก โหติ สหวาโส หิ ตาทิโส. คบคนเช่นใดเป็นมิตร และคบคนเช่นใด เขาก็เป็นคนเช่นนั้น เพราะการอยู่ร่วมกันย่อมเป็นเช่นนั้น ที่มา สุตตันตปิฎก ขุททกนิกาย วีสตินิบาตชาดก
Khantiko mettavā lābhīYasassī sukhasīlavā
Piyo devamanussānaṃManāpo hoti khantiko
Mereka yang sabar selalu memiliki cinta kasih, beruntung, terhormat, dan selalu bahagia. Mereka yang sabar dicintai dan disayangi oleh para dewa dan manusia
(Buku Paritta Kerajaan (Suat Mon Chabap Luang, cetakan ke-5))

อารัมภบทSekarang akan dijelaskan dan diuraikan makna tema Dhamma yang tertulis di atas, sebagai pedoman untuk belajar dan berlatih.

อธิบายบทตั้งPenjelasannya: Kata mutiara ini menunjukkan beberapa berkah kesabaran: kebajikan di dalam hati, kemajuan dalam hidup, dan dicintai oleh orang lain.

ขยายความบทตั้งOrang yang sabar dianggap penuh cinta kasih karena kesabaran terhadap kesalahan orang lain timbul dari hati yang menginginkan kebaikan mereka dan tidak ingin mereka menderita. Kesabaran dan cinta kasih karena itu saling mendukung. Orang yang sabar memperoleh keuntungan dan kehormatan karena kesabaran membuat pekerjaan dapat diselesaikan, dan sikap tenang membuatnya dipercaya memikul tanggung jawab penting. Orang yang sabar selalu berbahagia karena ia tidak terbakar kemarahan dan tidak perlu menyesali apa yang dilakukannya saat kehilangan perhatian penuh.

ขยายความบทตั้งDikatakan bahwa ia dicintai oleh dewa dan manusia menunjukkan bahwa kebajikan kesabaran diakui secara luas. Setiap orang suka berada di dekat orang yang tenang, menyenangkan diajak bicara, dan tidak perlu khawatir akan disambut dengan kemarahan atau balasan. Dicintai dengan cara ini tidak berasal dari menyenangkan hati orang lain, melainkan dari keteguhan batin orang yang sabar itu sendiri.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๑Bila seseorang bergaul akrab dengan orang baik, ia cenderung menjadi orang baik pula, tetapi bila bergaul dengan orang jahat, ia perlahan-lahan akan menjadi seperti mereka, sebab hidup bersama membentuk orang menjadi serupa. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Vīsatinipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๑Penjelasannya: Kata mutiara ini merangkum prinsip pergaulan dengan ringkas: manusia cenderung menjadi seperti orang-orang yang digaulinya dengan akrab, karena hidup bersama menularkan pikiran dan kebiasaan dari satu kepada yang lain.

อธิบายบทเชื่อม ๑Hidup bersama menimbulkan pembelajaran alami. Kita menyerap cara berpikir, cara berbicara, nilai-nilai, dan perilaku orang-orang dekat kita tanpa sengaja. Teman yang rajin membuat kita rajin; teman yang malas membuat kita malas. Teman yang berpandangan positif memberi kita semangat; teman yang suka mengeluh membuat kita juga melihat segala sesuatu secara negatif. Memilih teman karena itu sama dengan memilih akan menjadi orang seperti apa kita di masa depan.

อธิบายบทเชื่อม ๑Kata mutiara ini tidak berarti bahwa manusia tidak memiliki pilihan dan selalu harus berubah mengikuti orang-orang di sekitarnya. Mereka yang memiliki perhatian penuh dan prinsip yang teguh dapat menjaga kebaikannya bahkan di lingkungan yang buruk, dan bahkan dapat menjadi teladan yang membantu orang lain berubah. Tetapi bagi orang pada umumnya, terutama yang masih dalam usia belajar, memilih teman yang baik adalah jalan yang paling aman dan efektif.

ประโยคสะพาน + ที่มา ๒Orang bijak tahu memilih teman bergaul, tidak bergaul dengan orang jahat yang berperilaku menyimpang dari Dhamma, melainkan dengan orang baik yang berperilaku benar, sebab orang yang digauli dapat menuntun hidup menuju kemerosotan atau kemajuan. Hal ini sesuai dengan sabda Sang Buddha dalam Khuddaka Nikāya, Jātaka, Vīsatinipāta:

อธิบายบทเชื่อม ๒Penjelasannya: "Orang baik" (sappurisa) berarti orang yang berperilaku benar, sedangkan "orang jahat" berarti orang yang tidak baik dan bertindak bertentangan dengan Dhamma. Kata mutiara ini mengajarkan prinsip penting dalam memilih teman, karena orang yang kita gauli memengaruhi arah hidup kita.

อธิบายบทเชื่อม ๒Dikatakan bahwa orang jahat menuntun ke neraka berarti orang jahat cenderung mengajak kita berbuat jahat, seperti berjudi, memakai narkoba, mencuri, atau menyakiti orang lain; jika kita mengikutinya, kita menerima penderitaan dan kesulitan sebagai akibatnya, baik dalam kehidupan ini maupun berikutnya. Sebaliknya, orang baik membimbing kita ke arah yang benar, mendorong kita berbuat baik, memberi teladan yang baik, dan memperingatkan kita ketika kita tersesat. Bergaul dengan orang baik karena itu membawa ke alam bahagia, yaitu kemajuan dan kebahagiaan.

อธิบายบทเชื่อม ๒Memilih teman tidak berarti meremehkan atau membenci orang yang berperilaku buruk. Kita tetap dapat memiliki cinta kasih dan niat baik terhadap mereka, tetapi tidak sepatutnya terlalu akrab hingga tersesat, terutama jika batin kita sendiri belum cukup teguh. Selain itu, menilai siapa orang baik hendaknya berdasarkan perilaku, bukan berdasarkan kekayaan atau penampilan luar.

ตัวอย่างในชีวิตDalam kehidupan sehari-hari, petugas pelayanan yang dengan sabar mendengarkan pelanggan yang tidak puas dan menyelesaikan masalah mereka dengan sopan memperoleh pujian dan kemajuan. Guru yang dengan sabar mengajar siswa yang lambat belajar dicintai murid dan dihormati orang tua. Pemimpin masyarakat yang dengan sabar mendengarkan pendapat yang berbeda memperoleh kerja sama dari banyak pihak.

สรุปKesimpulannya: Maka mereka yang menginginkan kebahagiaan dan ingin dicintai hendaknya melatih kesabaran bersama cinta kasih, bersabar terhadap orang lain dengan hati yang menginginkan kebaikan mereka. Hal ini sesuai dengan ungkapan Dhamma yang diangkat sebagai tema di awal:

Khantiko mettavā lābhīYasassī sukhasīlavā
Piyo devamanussānaṃManāpo hoti khantiko
Mereka yang sabar selalu memiliki cinta kasih, beruntung, terhormat, dan selalu bahagia. Mereka yang sabar dicintai dan disayangi oleh para dewa dan manusia

ปิดท้ายDemikianlah uraiannya sebagaimana telah dipaparkan di atas.