พุทธศาสนสุภาษิต

สำหรับวิชากระทู้ธรรม — บาลี คำแปล คัมภีร์ที่มา และคำอธิบายความหมาย เพื่อใช้ศึกษาและเป็นแบบอย่างในการแต่งกระทู้ธรรม

คำอธิบายเป็นเพียงตัวอย่างการตีความ ไม่ใช่เฉลย — ใช้เป็นแนวทางเบื้องต้น และควรศึกษาเพิ่มเติมจากพระไตรปิฎกและคัมภีร์อื่น ๆ

ธรรมศึกษา (ต่างประเทศ)
นักธรรมชั้นตรี · พุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๑ · ๕๐๐ บท · มีคำอธิบายแล้ว ๕๘ บท
สีลวรรค — หมวดศีล
สีลวรรค — หมวดศีล · นักธรรมชั้นตรี
บาลี (อักษรไทย)
สาธุ สพฺพตฺถ สํวโร.
Pāli (Roman) ถอดอัตโนมัติ
Sādhu sabbattha saṃvaro.
คัมภีร์ที่มา : สํ. ส. ๑๕/๑๐๖. ขุ. ธ. ๒๕/๖๔.
คำแปล : ความสำรวมในที่ทั้งปวง เป็นดี.
Indonesia : Pengendalian diri di segala tempat adalah baik.
คำแปลทุกภาษา / All languages (9)
ไทยความสำรวมในที่ทั้งปวง เป็นดี.
EnglishRestraint everywhere is good.
IndonesiaPengendalian diri di segala tempat adalah baik.
中文处处防护,是为善。
DeutschZurückhaltung überall ist gut.
DanskBeherskelse overalt er godt.
हिन्दीसर्वत्र संयम अच्छा है।
日本語あらゆるところでの自制は善い。
नेपालीसर्वत्र संयम राम्रो हो।

คำอธิบาย
Penjelasan ini hanyalah contoh penafsiran kata mutiara Buddhis, bukan kunci jawaban. Pelajar hendaknya menggunakannya sebagai panduan awal saja. Untuk pemahaman yang lebih mendalam, pelajarilah juga Tipiṭaka dan kitab-kitab lainnya.
คำอธิบายนี้เป็นเพียงตัวอย่างการตีความพุทธศาสนสุภาษิต ไม่ใช่เฉลย ผู้ศึกษาควรใช้เป็นแนวทางเบื้องต้นเท่านั้น หากต้องการความพิสดาร ควรศึกษาเพิ่มเติมจากพระไตรปิฎกและคัมภีร์อื่น ๆ ประกอบด้วย

Kata mutiara "sādhu sabbattha saṃvaro" berarti "Pengendalian diri dalam segala hal adalah baik." "Pengendalian diri" berarti berhati-hati dan mengendalikan perilaku sendiri agar tidak menyimpang atau menimbulkan kesulitan. "Dalam segala hal" di sini berarti pengendalian di semua pintu indria, meliputi pencerapan, perbuatan, ucapan, dan pikiran. Karena itu kata mutiara ini mengajarkan seseorang untuk berhati-hati secara menyeluruh, tidak membiarkan kecerobohan atau kekotoran batin mengarah pada menyakiti diri sendiri dan orang lain.

Dalam Bhikkhu Vagga dari Dhammapada, Sang Buddha menjelaskan nilai pengendalian mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, ucapan, dan pikiran, serta pengendalian di semua pintu, dan bersabda bahwa bhikkhu yang terkendali di semua pintu terbebas dari segala penderitaan. Bagian ini menunjukkan pentingnya pengendalian diri dalam praktik Dhamma untuk mengakhiri penderitaan. Ini bukan hanya berarti bersikap sopan, tetapi juga berlatih agar keadaan-keadaan tidak bajik tidak menguasai batin.

Pengendalian tubuh berarti menahan diri dari menyakiti, mencuri, dan berbuat asusila. Pengendalian ucapan berarti menahan diri dari berbohong, ucapan yang memecah belah, ucapan kasar, dan omong kosong. Pengendalian pikiran berarti menjaga agar keserakahan, kemarahan, dan kebodohan batin tidak menguasai dan mendorong seseorang berpikir, berbicara, atau bertindak merugikan. Selain itu, hendaknya melatih pengendalian indria, yaitu berhati-hati dalam mencerap melalui mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, sehingga ketika melihat, mendengar, atau mengalami berbagai objek, seseorang tetap penuh perhatian dan tidak membiarkan rasa suka atau tidak suka mengarah pada keadaan tidak bajik dan tindakan menyakiti.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengendalian diri tampak melalui perbuatan yang pantas, seperti tidak membuat kegaduhan yang mengganggu orang lain di tempat umum, dan menggunakan media sosial tanpa kata-kata kasar, tanpa fitnah, dan tanpa meneruskan pesan tanpa berpikir, yang membantu mengurangi sebab-sebab pertikaian dan kesulitan. Bagi seorang siswa, ketika melihat temannya berhasil, bila rasa iri muncul, hendaknya ia penuh perhatian dan menjaga batinnya, tidak mengatakan atau melakukan apa pun yang menyakiti temannya, dan sebaliknya berusaha mengembangkan kemampuannya sendiri. Pengendalian diri seperti ini melatih kita memilih bertindak dengan bertanggung jawab, bukan mengikuti emosi tanpa berpikir.

Maka mereka yang menginginkan kedamaian dalam hidup hendaknya terus melatih pengendalian diri, dalam pencerapan, perbuatan, ucapan, dan pikiran, serta mempraktikkannya di setiap tempat dan setiap kesempatan. Pengendalian diri bagaikan pagar yang mencegah kita tanpa sengaja tersesat ke dalam kejahatan, dan merupakan landasan yang menopang perkembangan batin dan kebijaksanaan. Dengan latihan yang berkelanjutan, ia membantu kita hidup dengan cermat dan mengurangi tindakan menyakiti, sesuai dengan kata mutiara: "Pengendalian diri dalam segala hal adalah baik."

« บทก่อนหน้า บทถัดไป »
สุภาษิตในวรรคเดียวกัน — เลือกใช้เป็นกระทู้เชื่อมได้
สีลํ ยาว ชรา สาธุ.
Sila mendatangkan manfaat hingga usia tua.
สํ. ส. ๑๕/๕๐.
สุขํ ยาว ชรา สีลํ.
Sila membawa kebahagiaan hingga usia tua.
ขุ. ธ. ๒๕/๕๙.
สีลํ กิเรว กลฺยาณํ.
Dikatakan bahwa sila itulah kebaikan.
ขุ. ชา. เอก. ๒๗/๒๘.
สีลํ โลเก อนุตฺตรํ.
Sila adalah yang tertinggi di dunia.
ขุ. ชา. เอก. ๒๗/๒๘.
สํวาเสน สีลํ เวทิตพฺพํ.
Sila dapat diketahui melalui hidup bersama.
นัย-ขุ. อุ. ๒๕/๑๗๘.
สญฺญมโต เวรํ น จียติ.
Bila seseorang senantiasa waspada, permusuhan tidak timbul.
ที. มหา. ๑๐/๑๕๙. ขุ. อุ. ๒๕/๒๑๕.
สีลํ รกฺเขยฺย เมธาวี.
Orang bijak hendaknya menjaga sila.
ขุ. อิติ. ๒๕/๒๘๒.
บาลีอักษรโรมันถอดจากอักษรไทยโดยอัตโนมัติ · คำอธิบายแสดงเฉพาะบทที่ผ่านการตรวจทานแล้ว
ฝึกแต่งกระทู้ธรรม แบบฝึกท่องจำ ปัญหาธรรมศึกษาย้อนหลัง หน้าหลัก