พุทธศาสนสุภาษิต

สำหรับวิชากระทู้ธรรม — บาลี คำแปล คัมภีร์ที่มา และคำอธิบายความหมาย เพื่อใช้ศึกษาและเป็นแบบอย่างในการแต่งกระทู้ธรรม

คำอธิบายเป็นเพียงตัวอย่างการตีความ ไม่ใช่เฉลย — ใช้เป็นแนวทางเบื้องต้น และควรศึกษาเพิ่มเติมจากพระไตรปิฎกและคัมภีร์อื่น ๆ

ธรรมศึกษา (ต่างประเทศ)
นักธรรมชั้นตรี · พุทธศาสนสุภาษิต เล่ม ๑ · ๕๐๐ บท · มีคำอธิบายแล้ว ๕๘ บท
สีลวรรค — หมวดศีล
สีลวรรค — หมวดศีล · นักธรรมชั้นตรี
บาลี (อักษรไทย)
สญฺญมโต เวรํ น จียติ.
Pāli (Roman) ถอดอัตโนมัติ
Saññamato veraṃ na cīyati.
คัมภีร์ที่มา : ที. มหา. ๑๐/๑๕๙. ขุ. อุ. ๒๕/๒๑๕.
คำแปล : เมื่อคอยระวังอยู่ เวรย่อมไม่ก่อขึ้น.
Indonesia : Bila seseorang senantiasa waspada, permusuhan tidak timbul.
คำแปลทุกภาษา / All languages (9)
ไทยเมื่อคอยระวังอยู่ เวรย่อมไม่ก่อขึ้น.
EnglishWhen one is watchful, enmity does not arise.
IndonesiaBila seseorang senantiasa waspada, permusuhan tidak timbul.
中文常自警惕,怨仇不生。
DeutschWer wachsam ist, bei dem entsteht keine Feindschaft.
DanskNår man er på vagt, opstår der ingen fjendskab.
हिन्दीजो सावधान रहता है, उसका वैर नहीं बढ़ता।
日本語つねに気をつけているとき、怨みは生じない。
नेपालीसावधान रहँदा वैर उत्पन्न हुँदैन।

คำอธิบาย
Penjelasan ini hanyalah contoh penafsiran kata mutiara Buddhis, bukan kunci jawaban. Pelajar hendaknya menggunakannya sebagai panduan awal saja. Untuk pemahaman yang lebih mendalam, pelajarilah juga Tipiṭaka dan kitab-kitab lainnya.
คำอธิบายนี้เป็นเพียงตัวอย่างการตีความพุทธศาสนสุภาษิต ไม่ใช่เฉลย ผู้ศึกษาควรใช้เป็นแนวทางเบื้องต้นเท่านั้น หากต้องการความพิสดาร ควรศึกษาเพิ่มเติมจากพระไตรปิฎกและคัมภีร์อื่น ๆ ประกอบด้วย

Kata mutiara "saññamato veraṃ na cīyati" berarti "Bagi orang yang mengendalikan diri, permusuhan tidak bertambah." "Mengendalikan diri" berarti menahan diri, berhati-hati dalam perbuatan dan kata-kata agar tidak melanggar atau menyakiti orang lain, serta menjaga batin agar kemarahan dan niat jahat tidak mengarah pada perbuatan salah. "Permusuhan" (vera) berarti rasa bermusuhan, perselisihan, dan memendam dendam dengan pikiran untuk membalas. Kata mutiara ini mengajarkan kita untuk mencegah sebab-sebab permusuhan dengan mengendalikan perilaku, tidak menimbulkan kesulitan bagi orang lain, dan tidak melanjutkan perselisihan dengan pembalasan.

Kata mutiara ini muncul bersama sabda tentang kebajikan yang bertambah bagi orang yang memberi, orang bijaksana yang meninggalkan kejahatan, dan kedamaian yang datang dari berakhirnya keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin. Dengan demikian syair itu menunjukkan nilai berbuat baik, pengendalian diri, dan pengembangan kebijaksanaan untuk meninggalkan kekotoran batin. Mengenai tidak menciptakan permusuhan, berhati-hati sebelum berpikir, berbicara, dan bertindak adalah hal yang penting, karena kata-kata atau perbuatan yang menyakiti dapat menimbulkan luka dan mengundang pembalasan sampai pertikaian meluas.

Pengendalian diri tidak berarti bahwa kita dapat mengendalikan semua pikiran atau perbuatan orang lain. Artinya adalah bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri, tidak menjadi pihak yang menciptakan sebab-sebab tindakan menyakiti, dan ketika menghadapi ketidaksenangan, tidak membiarkan kemarahan mengarah pada pembalasan. Bila kita telah berbuat salah, hendaknya kita mengakuinya, meminta maaf, dan memperbaikinya. Bila ada salah paham, hendaknya kita menjelaskan dengan alasan yang jelas. Bertindak dengan cara ini membantu menyelesaikan masalah dan mengurangi berlanjutnya perselisihan.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang berhati-hati dengan kata-katanya dan tidak meremehkan atau mengolok-olok orang lain hingga mereka merasa malu membantu mengurangi sebab-sebab pertikaian. Pengemudi yang tidak memotong jalan orang lain, tidak bersikap agresif, dan tidak menanggapi dengan emosi membantu mengurangi kemungkinan pertengkaran. Siswa yang tidak menggoda temannya, tidak mengambil barang orang lain tanpa izin, dan membicarakan masalah dengan baik ketika ada persoalan membantu menciptakan suasana yang baik di kelas. Kehati-hatian dalam hal-hal kecil seperti ini membantu mencegah masalah berkembang menjadi perselisihan yang serius.

Maka mereka yang ingin hidup damai hendaknya senantiasa mengendalikan tubuh, ucapan, dan pikiran, tidak menyakiti atau mengambil keuntungan dari orang lain, sambil melatih kesabaran dan cinta kasih. Ketika dirugikan, hendaknya menahan pikiran untuk membalas dan menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat. Memaafkan dapat berjalan bersama dengan melindungi diri sendiri dan meminta bantuan untuk menghentikan tindakan menyakiti. Ketika seseorang tidak menciptakan sebab-sebab permusuhan dan tidak menanggapi dengan niat jahat, ia sedang berlatih sesuai dengan kata mutiara: "Bagi orang yang mengendalikan diri, permusuhan tidak bertambah."

« บทก่อนหน้า บทถัดไป »
สุภาษิตในวรรคเดียวกัน — เลือกใช้เป็นกระทู้เชื่อมได้
สีลํ ยาว ชรา สาธุ.
Sila mendatangkan manfaat hingga usia tua.
สํ. ส. ๑๕/๕๐.
สุขํ ยาว ชรา สีลํ.
Sila membawa kebahagiaan hingga usia tua.
ขุ. ธ. ๒๕/๕๙.
สีลํ กิเรว กลฺยาณํ.
Dikatakan bahwa sila itulah kebaikan.
ขุ. ชา. เอก. ๒๗/๒๘.
สีลํ โลเก อนุตฺตรํ.
Sila adalah yang tertinggi di dunia.
ขุ. ชา. เอก. ๒๗/๒๘.
สํวาเสน สีลํ เวทิตพฺพํ.
Sila dapat diketahui melalui hidup bersama.
นัย-ขุ. อุ. ๒๕/๑๗๘.
สาธุ สพฺพตฺถ สํวโร.
Pengendalian diri di segala tempat adalah baik.
สํ. ส. ๑๕/๑๐๖. ขุ. ธ. ๒๕/๖๔.
สีลํ รกฺเขยฺย เมธาวี.
Orang bijak hendaknya menjaga sila.
ขุ. อิติ. ๒๕/๒๘๒.
บาลีอักษรโรมันถอดจากอักษรไทยโดยอัตโนมัติ · คำอธิบายแสดงเฉพาะบทที่ผ่านการตรวจทานแล้ว
ฝึกแต่งกระทู้ธรรม แบบฝึกท่องจำ ปัญหาธรรมศึกษาย้อนหลัง หน้าหลัก