Pelaku kejahatan bersedih di sini dan bersedih di alam berikutnya — ia bersedih di kedua dunia; melihat perbuatannya sendiri yang kotor, ia bersedih dan tersiksa.
Sebagaimana kendi air terisi walau hanya oleh tetesan air, demikian pula orang bodoh yang menimbun kejahatan sedikit demi sedikit menjadi penuh dengan kejahatan.
Bagi orang yang berkata dusta, yang telah melanggar satu hukum kebenaran dan tidak memedulikan dunia berikutnya, tiada kejahatan yang tidak akan ia lakukan.
Perbuatan jahat yang telah dilakukan tidak berubah, seperti susu yang diperah pada hari itu; ia mengikuti dan membakar si bodoh bagaikan api yang tertutup abu.
Bila tangan tidak terluka, ia dapat membawa racun dengan tangannya; racun tidak meresap pada tangan yang tak terluka — demikian pula tiada kejahatan bagi orang yang tidak melakukannya.
Hendaknya menghindari kejahatan sebagaimana pedagang yang sedikit pengiring dan banyak harta menghindari jalan berbahaya, dan sebagaimana orang yang mencintai hidup menghindari racun.