Orang yang berkeyakinan dan bijaksana, teguh dalam Dhamma dan berbekal sila — sekalipun hanya seorang, ia bermanfaat bagi sanak saudara dan kerabat yang tidak berkeyakinan.
Siapa pun yang ingin melihat orang bersila, berkeinginan mendengar Dhamma sejati, dan telah menyingkirkan noda kekikiran — dialah yang disebut orang berkeyakinan.