Siapa pun yang tidak marah, tidak gentar, tidak membual, tidak gelisah, berbicara dengan kebijaksanaan, dan tidak kacau — dialah yang disebut muni, orang yang ucapannya terkendali.
Apa pun yang dibicarakan orang bodoh, meski tidak terikat, ia menjadi terjerat padanya; apa pun yang dibicarakan orang bijak, meski terikat, ia menjadi terlepas darinya.
Orang yang berpengertian tidak berbicara sembarangan demi orang lain maupun demi dirinya; orang seperti itu dihormati di tengah kumpulan, dan setelah itu ia menuju alam yang baik.
Sabda apa pun yang diucapkan Sang Buddha, yang aman, demi tercapainya Nibbāna dan demi mengakhiri penderitaan — sabda itulah yang tertinggi di antara segala ucapan.