Hendaknya menjadi pencinta Dhamma, pengemban pengetahuan, orang yang bertanya, dan dengan hormat duduk dekat mereka yang bersila dan berpengetahuan luas.
Bila melihat orang bijak yang menunjukkan kesalahan kita, bagaikan orang yang menunjukkan harta terpendam, yang menegur dan berkebijaksanaan, hendaknya bergaul dengan orang bijak seperti itu; bergaul dengannya menjadi lebih baik, bukan lebih buruk.
Kapan pun juga, orang yang bergaul dengan orang rendah menjadi rendah; bergaul dengan yang setara tidak akan merosot; bergaul dengan yang mulia akan segera meningkat; karena itu hendaknya bergaul dengan orang yang lebih tinggi dari diri sendiri.
Hendaknya bergaul hanya dengan orang yang berkeyakinan, menjauhi yang tidak berkeyakinan, dan duduk dekat orang yang berkeyakinan, sebagaimana orang yang membutuhkan air mendekati kolam.
Orang bijak hendaknya tidak bersahabat dengan pemfitnah, pemarah, orang kikir, dan orang yang bersenang-senang dalam harta; karena bergaul dengan orang jahat adalah kehinaan.
Hendaknya bergaul dengan orang yang bergaul dengan kita, bukan dengan yang tidak bergaul dengan kita; siapa pun yang tidak bergaul dengan orang yang bergaul dengannya, ia tidak memiliki Dhamma orang baik.
Hendaknya bergaul dengan orang baik dan menjalin keakraban dengan orang baik; setelah memahami sepenuhnya Dhamma sejati orang baik, ia terbebas dari segala penderitaan.