Jika seseorang hendak berbuat kebajikan, hendaknya ia melakukannya berulang-ulang; hendaknya ia bersukacita di dalamnya, karena penimbunan kebajikan membawa kebahagiaan.
Janganlah meremehkan kebajikan dengan berpikir ‘itu kecil, tidak akan sampai padaku’; sebagaimana kendi terisi oleh tetesan air yang jatuh, demikian pula orang bijak yang menimbun kebajikan sedikit demi sedikit menjadi penuh dengan kebajikan.
Kawan adalah sahabat bagi orang yang berulang kali membutuhkan; tetapi kebajikan yang telah dilakukan sendiri akan menjadi sahabat di dunia berikutnya.