พุทธศาสนสุภาษิต

สำหรับวิชากระทู้ธรรม — บาลี คำแปล คัมภีร์ที่มา และคำอธิบายความหมาย เพื่อใช้ศึกษาและเป็นแบบอย่างในการแต่งกระทู้ธรรม

คำอธิบายเป็นเพียงตัวอย่างการตีความ ไม่ใช่เฉลย — ใช้เป็นแนวทางเบื้องต้น และควรศึกษาเพิ่มเติมจากพระไตรปิฎกและคัมภีร์อื่น ๆ

ธรรมศึกษา (ต่างประเทศ)
ธรรมศึกษาชั้นเอก ระดับประถมศึกษา · ขอบข่ายหลักสูตร ๙ ช่วงชั้น ๒๕๖๔ · ๒๐ บท · มีคำอธิบายแล้ว ๖ บท
สติวรรค — หมวดสติ
สติวรรค — หมวดสติ · ธรรมศึกษาชั้นเอก ระดับประถมศึกษา
บาลี (อักษรไทย)
สติ โลกสฺมิ ชาคโร.
Pāli (Roman) ถอดอัตโนมัติ
Sati lokasmi jāgaro.
คัมภีร์ที่มา : สํ. ส. ๑๕/๖๑.
คำแปล : สติเป็นสัญญาณเตือนภัยในชาวโลก
คัมภีร์ตามขอบข่ายหลักสูตร ๒๕๖๔ : สังยุตตนิกาย สคาถวรรค
Indonesia : Perhatian penuh adalah keadaan terjaga di dunia ini.
คำแปลทุกภาษา / All languages (9)
ไทยสติเป็นสัญญาณเตือนภัยในชาวโลก
EnglishMindfulness is the state of wakefulness in the world.
IndonesiaPerhatian penuh adalah keadaan terjaga di dunia ini.
中文正念是世间的觉醒之法。
DeutschAchtsamkeit ist das Wachsein in der Welt.
DanskOpmærksomhed er vågenhed i verden.
हिन्दीस्मृति ही संसार में जागृति का धर्म है।
日本語念は世において目覚めている法である。
नेपालीस्मृति नै संसारमा जागरणको धर्म हो।

คำอธิบาย
Penjelasan ini hanyalah contoh penafsiran kata mutiara Buddhis, bukan kunci jawaban. Pelajar hendaknya menggunakannya sebagai panduan awal saja. Untuk pemahaman yang lebih mendalam, pelajarilah juga Tipiṭaka dan kitab-kitab lainnya.
คำอธิบายนี้เป็นเพียงตัวอย่างการตีความพุทธศาสนสุภาษิต ไม่ใช่เฉลย ผู้ศึกษาควรใช้เป็นแนวทางเบื้องต้นเท่านั้น หากต้องการความพิสดาร ควรศึกษาเพิ่มเติมจากพระไตรปิฎกและคัมภีร์อื่น ๆ ประกอบด้วย

Kata mutiara "sati lokasmi jāgaro" berarti "Perhatian penuh adalah dhamma yang membuat terjaga di dunia." Kata mutiara ini, "sati lokasmi jāgaro", berarti "Perhatian penuh adalah dhamma yang membuat terjaga di dunia." Maksudnya, perhatian penuh adalah pengingat bagi seseorang untuk menjalani hidup dengan tidak lengah, tidak lalai, dan tidak mengabaikan perbuatan baik. Kata "perhatian penuh" (sati) berarti kemampuan untuk mengingat, tidak lalai, dan menjaga pikiran tetap pada tugas yang sedang dilakukan, yang membantu seseorang mengingat kewajibannya, hal-hal yang patut dilakukan, dan hal-hal yang patut dihindari. Karena itu, orang yang memiliki perhatian penuh diumpamakan sebagai orang yang terjaga, karena ia tidak membiarkan hidupnya berjalan mengikuti kelengahan.

Tidur di sini tidak berarti tidur secara alami, tetapi merupakan perumpamaan bagi kelengahan, kelalaian, dan keterlenaan dalam berbagai hal hingga melupakan kewajiban dan mengabaikan kebenaran. Orang yang pikirannya tertidur seperti ini mudah dikuasai oleh kekotoran batin, bagaikan rumah yang penjaganya tertidur sehingga pencuri mendapat kesempatan untuk masuk dan mencuri harta. Karena itu, perhatian penuh bagaikan penjaga yang menjaga pintu pikiran, yang senantiasa mengingatkan agar tidak lalai membiarkan diri terbawa oleh emosi. Ketika keserakahan, kemarahan, atau kebodohan batin muncul, perhatian penuh membantu seseorang untuk ingat bahwa ia harus menjaga pikirannya, dan membuka kesempatan untuk menggunakan kebijaksanaan dalam merenungkan dan menahan ucapan atau tindakan yang dapat menimbulkan kerugian.

Prinsip Dhamma yang sesuai dengan penjelasan ini terdapat dalam Jāgara Sutta, yang menyatakan bahwa ketika lima indriya terjaga, lima rintangan batin (nīvaraṇa) disebut tertidur, dan ketika lima rintangan batin tertidur, lima indriya disebut terjaga. Lima indriya, yaitu keyakinan (saddhā), semangat (viriya), perhatian penuh (sati), konsentrasi (samādhi), dan kebijaksanaan (paññā), adalah dhamma penting yang menopang pengembangan batin. Adapun lima rintangan batin, yaitu kāmacchanda, keinginan terhadap kesenangan indria; byāpāda, pikiran berniat jahat; thīnamiddha, kelesuan dan kantuk; uddhaccakukkucca, kegelisahan dan penyesalan; serta vicikicchā, keragu-raguan, adalah dhamma yang menghalangi pikiran untuk maju dalam kebaikan. Terjaganya indriya dan tertidurnya rintangan batin merupakan gambaran perumpamaan yang menunjukkan cara menjalani hidup dengan dhamma yang bajik (kusala), tanpa membiarkan dhamma yang tidak bajik (akusala) menguasai.

Kitab komentar Jāgara Sutta menjelaskan bahwa orang yang memiliki lima indriya dengan lengkap, meskipun sedang tidur, disebut orang yang terjaga, karena ia memiliki ketidaklengahan dan disertai kebajikan (kusala). Adapun orang yang dikuasai oleh lima rintangan batin, meskipun berada dalam sikap tubuh lainnya, disebut orang yang tertidur, karena ia memiliki kelengahan dan disertai ketidakbajikan (akusala). Karena itu, ungkapan "meskipun sedang tidur disebut terjaga" berarti menjadi orang yang tidak lengah dalam Dhamma, bukan berarti bahwa ketika sedang tidur ia tetap menyadari kejadian atau bahaya di sekitarnya sepanjang waktu.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengemudi yang memiliki perhatian penuh akan memusatkan perhatian pada mengemudi dan tidak bermain telepon saat mengemudi, sehingga membantu mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Pelajar yang memiliki perhatian penuh akan mendengarkan guru dengan saksama; ketika pikirannya melayang memikirkan hal lain, ia kembali memperhatikan pelajaran, sehingga membantunya memahami apa yang dipelajari dengan lebih baik. Orang yang melatih perhatian penuh, ketika dipancing untuk marah, memiliki kesempatan untuk ingat bahwa ia harus berhati-hati dalam ucapan dan tindakannya, yang membantunya berhenti untuk berpikir dan merenung sebelum membalas, dan memilih untuk bertindak dengan tepat, alih-alih membiarkan kemarahan membawanya kepada tindakan yang kemudian disesali.

Karena itu, orang yang ingin menjalani hidup dengan tidak lengah hendaknya selalu melatih perhatian penuh, dimulai dengan memperhatikan tugas yang sedang dilakukan; ketika lalai, ia menyadarinya dan membawa pikiran kembali. Bersamaan dengan itu, ia melatih sampajañña, yaitu kesadaran diri, agar mengetahui dengan jelas apa yang sedang dilakukan, dan menggunakan kebijaksanaan untuk merenungkan apakah hal itu pantas atau tidak, seraya mengembangkan dhamma-dhamma bajik lainnya. Latihan yang teratur akan membantu seseorang menjadi cermat, tidak mudah lalai terbawa oleh emosi, dan tidak mengabaikan kewajiban dan perbuatan baik. Karena itu, perhatian penuh adalah dhamma yang membantu pikiran terjaga dari kelengahan, sesuai dengan kata mutiara: "Perhatian penuh adalah dhamma yang membuat terjaga di dunia."

บทถัดไป »
สุภาษิตในวรรคเดียวกัน — เลือกใช้เป็นกระทู้เชื่อมได้
สติมโต สทา ภทฺทํ.
Orang yang penuh perhatian senantiasa berkembang.
สังยุตตนิกาย สคาถวรรค (สํ. ส. ๑๕/๓๐๖.)
สติมา สุขเมธติ.
Orang yang penuh perhatian memperoleh kebahagiaan.
สังยุตตนิกาย สคาถวรรค (สํ. ส. ๑๕/๓๐๖.)
สติมโต สุเว เสยฺโย.
Orang yang penuh perhatian menjadi lebih baik setiap hari.
สังยุตตนิกาย สคาถวรรค (สํ. ส. ๑๕/๓๐๖.)
บาลีอักษรโรมันถอดจากอักษรไทยโดยอัตโนมัติ · คำอธิบายแสดงเฉพาะบทที่ผ่านการตรวจทานแล้ว
ฝึกแต่งกระทู้ธรรม แบบฝึกท่องจำ ปัญหาธรรมศึกษาย้อนหลัง หน้าหลัก